05 : Aku Bisa Menciumnya

3.2K 200 10
                                    

Sorry for typo & kata yang hilang 🙏

❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️

Perth baru saja selesai manggung, ini sudah jam 10 malam. Dia menghela nafas saat Santa belum pulang dan menunggu dia diluar kafe tempat dia bekerja. Padahal di luar hujan.

Ini malam Kamis yang dingin dan basah.

Dan santa selalu datang ke sini, soalnya pesan dia tidak pernah Perth balas. Dia baca tapi tidak dia balas.

Santa memeluk dirinya sendiri, dia kedinginan. Dia tidak bisa menunggu di dalam karena dia bukan pelanggan.

Sekarang pria yang dia tunggu sedari tadi sudah berdiri di hadapannya. "Aku terima."

"Apanya?" Jawab Perth juga singkat sambil melepas jaketnya. Dia memang cuek dan dingin tapi bukan berarti dia tidak punya hati tuk menyayangi sesama makhluk Tuhan.

"Ucapan kakak waktu itu. Aku tidak keberatan kakak jadikan sebagai pelarian." Dia menjeda perkataannya, memperhatikan Perth yang kini menyampirkan jaketnya pada Santa. "Aku juga bersedia jika hubungan kita backstreet." Dia sudah memikirkan hal ini selama seminggu semenjak dia menyatakan cintanya kepada Perth. Tapi dia tidak akan bertanya siapa orang yang ada di hati Perth, terlalu sakit bagi dia tuk bertanya hal itu.

Perth memperhatikan Santa yang kini menunduk memegang erat jaket kulit Perth. Wajahnya tampak putus asa. Sama halnya dengan Perth yang juga putus asa tuk bisa memilah pria Omega yang dia cintai. Dia pikir, dengan menjalin kasih dengan seseorang, siapa tahu perasaannya pada pria itu hilang dan tergantikan oleh seseorang yang mencintainya.

"Aku tidak bisa memberimu cinta, tapi aku berjanji hanya kaulah kekasihku satu-satunya." Ungkap Perth membuat Santa menatapnya.

"Baiklah, tak masalah bagiku. Asal aku bisa berada di sisi kakak, pria yang aku cintai." Dia akan tetap bahagia sekalipun pria dihadapannya ini tidak mencintainya. Dia akan memberikan banyak cinta pada pria ini agar suatu saat nanti perasaannya berbalas.

"Lalu apa kamu punya kondisi atau persyaratan yang harus aku turuti?"

"Jangan selingkuh. Aku tidak akan mengekang kakak, tapi jangan pernah selingkuh. Aku tidak bisa dan aku tidak bisa terima hal itu." Hanya ini persyaratan dari Santa. "Jika suatu hari kakak sudah muak denganku atau kakak berhasil mendapatkan hati orang yang kakak cintai, maka jangan pernah duakan aku dengannya. Cukup katakan padaku dengan jujur, kalau kakak tidak bisa lagi menjadi kekasihku. Maka, aku akan pergi sendiri." Jelas dia dibalas anggukan ringan oleh Perth. "Kakak sendiri, apa kakak punya kondisi yang tidak boleh aku langgar?" Tatapannya pada Perth sangat teduh tanpa berubah posisi tangannya, dia masih memegang erat jaket kulit Perth yang tersampir di pundaknya.

"Jangan pernah membohongiku. Aku paling benci dengan manusia pendusta! Sepahit apapun itu, tetap harus kamu katakan dengan jujur! Dan jangan pernah membuat aku bicara dua kali!" Hanya itu, dia tidak akan membahas perselingkuhan sebab orang yang benci dengan perselingkuhan pasti tidak akan selingkuh.

"Baik. Aku akan berusaha menjadi orang yang kakak suka."

"Jangan. Jangan pernah berubah untukku. Aku lebih suka kamu jadi dirimu sendiri. Sebab aku tidak berniat menjalin kasih ini setahun atau dua tahun. Tapi sampai ke jenjang pernikahan. Jika hubungan kita beruntung, aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu. Jadi jadilah dirimu sendiri karena aku juga akan begitu. Supaya jika suatu hari kita menikah, kita sudah tidak kaget lagi dengan kekurangan masing-masing." Perth itu tidak suka menjalin hubungan yang tidak ada ujungnya. Sebab kalau hubungan itu tidak ada ujungnya, maka bagi dia itu hanya buang-buang waktu, buang-buang perasaan, buang-buang uang dan buang-buang tenaga.

The Abyss : PerthSanta - The EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang