102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan

373 60 2
                                    

Karina

Kamis, 2 Juli 2xxx

Jam 6 kurang Jefan telah mengunci pintu rumah. Kemudian mereka semua berjalan kaki menuju Masjid Uswatun Hasanah untuk melaksanakan sholat Id.

Masjid yang berada satu deret dengan SD Negeri 112 Pagi dan Kantor Kelurahan itu menjadi tempat terdekat dari rumah Jefan yang mengadakan Sholat Id.

Di sepanjang gang yang mereka lewati, orang-orang juga berbondong-bondong menuju ke Masjid untuk mengikuti sholat Id. Tua, muda, laki-laki, perempuan, semua hanyut dalam suasana fitri yang menentramkan.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

Dari kejauhan suara takbir terus menggema bersahut-sahutan. Membuat mereka juga turut mengumandangkan takbir sepanjang perjalanan menuju ke Masjid.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

Mamak dan Kak Fatma berjalan di depan. Lalu menyusul Icad, Umay, dan Sasa yang sedari tadi asyik berceloteh sambil tertawa-tawa riang. Sementara ia dan Jefan berada di paling belakang.

Sesampainya di halaman Masjid yang telah dipenuhi jama'ah, mereka berpisah. Ia, Mamak, Kak Fatma dan Sasa berjalan menuju pintu masuk untuk Akhwat (wanita). Sedangkan Jefan, Icad, dan Umay memasuki pintu yang bertuliskan Ikhwan (laki-laki).

Karena berangkat cukup pagi dari rumah. Membuat mereka bisa memperoleh shaf di selasar Masjid. Jika terlambat beberapa menit saja. Bisa dipastikan mereka harus sholat di halaman masjid yang telah ditutupi oleh tenda dan dialasi kain terpal.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

Ia mendengar suara Mamak lamat-lamat turut mengumandangkan takbir. Sementara Kak Fatma disibukkan oleh Sasa yang merengek karena ikat rambutnya terlepas.

Tepat pukul 06.30 WIB, salah seorang takmir (pengurus) Masjid mulai berbicara di depan para jama'ah. Menjelaskan tentang jumlah perolehan zakat fitrah dan zakat maal yang berhasil diterima oleh panitia hari raya Masjid Uswatun Hasanah tahun ini. Sekaligus penyalurannya.

Disambung dengan penjelasan tata cara sholat Id yang akan mereka lakukan secara berjama'ah.

Tak lama kemudian, persiapan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri pun dimulai. Namun sebelum melakukan takbir pertama, matanya sempat berkaca-kaca. Demi mengingat Papa, Mama, Mas Tama, dan Mas Sada.

Yang biasanya mereka selalu berkumpul bersama setiap hari raya. Kini untuk pertama kali, ia harus terpisah seorang diri karena keadaan.

Selamat Lebaran Pa, Ma, Mas, bisiknya dalam hati. Karina kangen banget sama kalian.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

"Ramadhan merupakan salah satu sarana untuk memperbaiki akhlak manusia."

Kini mereka tengah mendengarkan khatib memberikan khotbah usai pelaksanaan sholat Idul Fitri.

"Ramadhan harus mampu mengubah diri manusia menjadi pribadi berakhlak baik (akhlakul karimah)."

Senja dan Pagi | Na JaeminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang