Senin, 29 Juli 2024...
Mengingat yang nge-Vote chapter 12 sudah lebih dari 50, sesuai dengan janji, fanfiction ini aku update lagi.
Dan jangan dibaca aja ya guys, tolong tinggalkan jejaknya. Apalagi sampai jadi silent reader. Pelit amat, tinggal klik ikon bintang aja gak akan memakan waktu selama satu menit.
Vote tembus 50+ = Besok update lagi.
Vote kurang 50 = Sampai jumpa Senin depan untuk fanfiction ini.Terima kasih🙏
❄️❄️❄️💦💦💦❄️❄️❄️
"Apa di sini biasanya banyak kecoa, aku takut kalau mereka nanti akan berkeliaran. Jadi apa kita bisa tidur satu ranjang?" Kata Anan pada War yang membawa Anan ke base camp Alice Group. Tak hanya ada mereka berdua di base camp ini, Thomas, Keng dan beberapa senior dan junior Alice group pun ada. Mereka pasti tidur di sini jika asrama sudah terkunci.
War mengernyitkan dahinya, pandangannya lalu menyusuri seluruh ruangan yang sangat bersih sekali. Tentu saja, Alice group menyewa seseorang tuk membersihkan base camp mereka.
"Memangnya disini sering banyak kecoa, War?" Mint ikut bertanya heran. Ini pertama kalinya dia tidur di sini.
Anan mendesis pelan, dia menahan rasa malu yang luar biasa saat ini. "Bisa jadi adakan, mengingat ini gedung yang jarang dipakai. Bagaimana kalau nanti para kecoa itu naik ke kasur lalu menggigitku?" Jelas Anan sebisa mungkin membuat ekspresinya terlihat ketakutan. Tapi mengenai ketakutannya akan kecoa itu benar adanya, lebih pada geli dan jijik sebenarnya. Kalau takut, dia jauh lebih takut dengan hewan melata.
War mengerutkan dahinya lebih dalam, menurutnya memang tidak masuk akal sama sekali alasan yang dibuat Anan itu, terlebih Anan Alpha. Masak iya Alpha takut dengan kecoa? Kan aneh. "Baiklah, kamu tidur denganku." Karena War tidak suka dengan hal ribet dan banyak drama, jadinya dia memilih mengalah dan percaya saja dengan ucapan Anan.
Sementara Mint mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan itu, wanita itu duduk di sofa samping jendela kamar. Tapi sebelumnya dia menutup dulu jendela kaca besar itu karena angin malam mulai berhembus cukup kencang. Setelah itu barulah dia duduk di sofa yang letaknya cukup jauh dari ranjang.
Membuat Thomas memandanginya heran, pasalnya ini ruangan khusus laki-laki tuk istirahat. Ruangan tuk wanita ada di sebelah. "Kenapa kau duduk disitu?"
"Aku harus menjaga War. Takutnya pria yang bernama Anan itu punya niat buruk untuk War." Mint menjawab seadanya.
"HAHH, kamu gila! Di sini tak hanya ada Anan dan War? Emang kamu gak lihat ada kami di sini? Kamu pikir kami ini patung?" Cetus Thomas semakin jengkel. Dia mau tidur bertelanjang dada. Kalau ada cewek diantara mereka kan gak enak.
"Kamu dan yang lainnya tak dapat dipercaya. Lagipula War baru sembuh. Jadi aku harus di sini tuk menjaganya." Gerutu dia heran dengan Thomas yang tidak peka sama sekali.
"War itu cowok, Alpha dominan. Jadi dia gak perlu di jaga. Pergilah ke ruangan khusus cewek! Walaupun kamu Alpha, tapi kamu cewek sementara kami laki-laki. Nanti kami khilaf, emang kamu mau kami gangbang?!" Suara ini milik Keng.
"Gangbang? Siapa yang mau kita gangbang?" Krittin ikut menambahkan supaya Mint kembali pada habitatnya.
"Kalau aku tidur di ruang sebelah, lalu siapa yang menjaga, War nanti?" Tukas dia tidak mau beranjak dari sini, membuat pria yang dia jaga jadi tidak enak. Tapi karena dia sudah mengantuk, maka dia tidak peduli.
Sementara Anan hanya bisa menatap punggung War sebelum dia memejamkan matanya. Di satu sisi, dia merasa kalah saing dengan Mint yang terlihat sangat besar cintanya untuk War. Jauh lebih besar dari cintanya. Terlebih Mint Alpha, sementara dia Omega.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Abyss : PerthSanta - The End
FanficPerth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha ⏩Ghostship Area☠️ ⏩Area dewasa 🔞🔞🔞 ⏩️ABO's Story ⏩MPreg Area ☠️ ⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏 Finish : 25 Oktober 2024