144. Follow Your Heart

243 53 2
                                    

Jefan

Ia meminta maaf pada Mas Sada dan Teh Dara, karena tak bisa mengantarkan ke bandara. Sebab hari ini ia mendapat jadwal masuk di shift pagi.

"Nggak apa-apa, Jefan," Teh Dara menepuk bahunya. "Biar nanti kami diantar sama Pak Cipto."

"Om... baby Aran kapan main ke rumah Lana, Om?" tanya Lana sambil menarik-narik celananya.

Ia pun berlutut agar bisa sejajar tingginya dengan Lana.

"Nanti kalau baby Aran sudah besar ya," ia mengusap puncak kepala Lana sembari tersenyum.

"Tante Karina....," kini Lana menunjuk ke arah Karina yang tengah duduk sambil memangku Aran di sofa ruang tengah.

"Baby Aran harus dikash makan yang banyaaak. Biar cepat besaaar," lanjut Lana dengan gaya serius.

"Nanti bisa main-main ke rumah Lana."

"Memang di rumah Lana ada apa sih?" tanya Karina dengan senyum menggoda.

"Ada banyaaaak mainan," jawab Lana sambil menggerakkan kedua lengan berputar ke atas. Sampai hampir menyikut wajahnya saking terlalu semangat.

Membuat semua orang tertawa.

"Nanti Lana kenalin deh sama Miu-Miu."

"Siapa tuh Miu-Miu?" Karina kembali bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Kucing Lana yang bulunya gondrong karena nggak pernah dicukur hihihihihi...." Lana terkikik sendiri.

"Miu-Miu tuh bukannya anak si Snowy ya Teh?" tanya Karina ke arah Teh Dara yang sedang mengecek barang-barang untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

"Iya," Teh Dara mengangguk. "Persis banget Snowy, Rin."

"Wah, cantik dong," kedua mata Karina tiba-tiba berbinar.

"Ayooo... makanya baby Aran main ke rumah Lana yaa," Lana berjalan mendekati Karina lalu mencium pipi bulat Aran.

"Selain Miu-Miu.... ada juga ikan cupang sama kura-kuranya A Yasa."

"Terus embe (kambing) nya Mas Arka juga, hihihihihi....," Lana menutup mulut seolah itu adalah hal yang sangat lucu.

"Ya ampuuuun, rumah Lana jadi kayak kebun binatang dong?" seru Karina dengan mata terbelalak. "Banyak binatang begitu."

Lana mengangguk-angguk senang, "Ayah juga punya burung."

"Burung peliharaan, Lana...," Mas Sada berusaha mengoreksi kalimat tak lengkap Lana sebab bisa menimbulkan intepretasi yang lain.

Namun keburu semua orang yang ada di ruang tengah tertawa mendengar penuturan Lana.

"Burung Ayah banyaaaak," Lana kembali memutarkan lengan ke atas udara. "Baby Aran pasti suka dengar suara burungnya Ayah kayak Lana."

"Suaranya bagus baguuus."

Sementara Mas Sada hanya menggelengkan kepala sambil tertawa geli melihat tingkah menggemaskan Lana.

"Iya, sayang," Karina tertawa sambil mengusap kepala Lana. "Nanti kalau baby Aran udah besar ya main ke rumah Lana nya."

"Bener ya, Tante...."

Karina menganggukkan kepala berkali-kali.

"Janji?" Lana mengangsurkan jari kelingking ke arah Karina.

"InsyaAllah," jawab Karina sambil menahan senyum melihat tingkah Lana.

Kemudian Karina dan Lana saling mengaitkan jari kelingking sebagai tanda kesepakatan.

Senja dan Pagi | Na JaeminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang