Jefan
Ia melipat tangan, lalu meletakkan dagu di atas meja belajar. Memandangi Karina yang tengah mengASIhi Aran melalui layar ponsel.
"Pipi Aran tambah bulet ya, Rin?"
Karina tertawa, "Masa sih? Sama aja ah."
"Badannya juga tambah besar," sambungnya lagi. "Jangan-jangan nanti aku pulang, Aran udah bisa jalan lagi," kali ini ia jelas sedang bercanda.
Sontak membuat tawa Karina semakin keras, "Ngaco ah!"
"Tangan sama kaki Aran kelihatan makin berisi," tapi yang satu ini ia serius. Tangan Aran terlihat semakin bulat. Sementara kaki Aran yang tak pernah berhenti menendang jelas kian montok.
"Kamu baru juga pergi dua hari," Karina tertawa kecil. "Kayak udah setahun nggak ketemu."
"Dua hari rasa setahun," gumamnya sembari menghembuskan napas panjang.
Karina tersenyum menatapnya, "Gimana tadi, ngumpul panitia lancar?"
Ia mengangguk.
"Kamu masuk team mana?"
"Acara."
Karina mencibir, "Banyakan yang masuk di acara?"
Ia menghitung sebentar, "Tujuh sampai delapan orang mungkin."
"Gimana sih, masa team sendiri nggak hapal?!" Karina semakin mencibir.
Ia tertawa, "Ada dua orang yang belum bisa ngumpul kemarin."
Karina mendecak, "Namanya siapa aja?"
"Nama siapa?" ia mengernyit tak mengerti.
"Nama orang-orang di team kamu lah! Siapa lagi!"
Ia tergelak, "Mau diabsen, Neng?"
Karina makin mendecak.
Ia coba mengingat, "Haqi, Amar, Gagat..."
Ia menggaruk kepala yang tak gatal sebab agak lupa nama-nama anggota di team acara.
"Cowok semua?"
"Ada cewenya. Rania sama A...."
"Enough," sela Karina cepat.
Ia kembali tertawa.
Karina masih mengASIhi Aran. Yang suara cecapannya bahkan terdengar hingga menembus layar ponsel. Sementara ia tersenyum-senyum sendiri memperhatikan dua pemilik hatinya itu.
Ia hanya diam sembari terus memandangi Karina. Yang kini sedang memposisikan Aran untuk bersendawa.
Setelah yakin Aran telah menyelesaikan sendawa, kemudian Karina membaringkan Aran ke atas tempat tidur. Menyelimuti dengan kain halus. Lalu memposisikan diri agar bisa menatap layar ponsel berhadapan dengannya.
"Aran bobo?"
Karina mengangguk, "Kalau udah kenyang pasti langsung bobo."
Ia tersenyum, "Interview beres?"
Kali ini gantian Karina yang mengangguk, "Besok tinggal bikin video kenalan sama kating."
"Besok pergi lagi?"
Karina merengut, "Ya... mau nggak mau."
"Sama Dipa?"
Karina mengangguk, "Siapa lagi."
"Eh, ada hotnews lho," sepasang bola mata indah itu tiba-tiba berbinar.
Ia hanya mengangkat alis.

KAMU SEDANG MEMBACA
Senja dan Pagi | Na Jaemin
Roman d'amourSometimes someone comes into your life so unexpectedly, takes your heart by surprise.