SH - 13

926 76 12
                                    

Jangan lupa Vote & Comment, ya!
Selamat Membaca🐰

.

.

.

.

TOK TOK TOK

CEKLEK

.

Mew mengintip dari celah pintu kamarnya dan menemukan seorang pelayan yang tidak ia kenal.

"Benarkah penghuni kamar ini adalah Mew Suppasit?"

"Ya. Ada apa?"

"Saya diperintahkan oleh Tuan Gulf untuk memanggil anda ke ruangannya"

"Oh, nanti saya kesana. Terima kasih"

.

BRAK

.

Mew langsung menutup pintu tanpa menunggu pria itu memberi respon, membuat angin langsung menampar wajahnya.

"Sopan sekali" Berbalik dan pergi.

Di balik pintu, Mew sangat ketakutan. Tanpa sadar kuku ibu jari sudah rusak karena ia gigit.

*Aku harus bagaimana jika pria itu menagih janjinya?* Mew menarik nafas dalam-dalam sambil mengeratkan kedua tangan, meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja. Gulf tidak akan berbuat yang macam-macam padanya karena ia bisa melawan sebab ia adalah pria sejati.
"Kalau misal dia macam-macam, tendang penisnya. Kalau dia menciumku, pukul pelipisnya. Kalau dia bermain kasar terhadapku, tendang ulu hatinya. Ya. Kau pasti bisa, Mew"

Setelah menguatkan diri, ia kembali membuka pintu dan keluar menuju tempat dimana Gulf berada. Tidak perlu susah payah mencari ruangan tersebut karena dimana banyak bodyguard berjaga, disitu sudah pasti bos mereka berada.

Mew mendatangi 2 pria berbadan kekar dan memakai kacamata hitam seperti orang buta.

"Siapa kau?" Tanya salah satu bodyguard.

"Sudah buat janji dengan bos kami?" Tanya rekan satunya.

"Bos kalian memanggil saya untuk datang. Silahkan konfirmasi terlebih dahulu"

Salah satu dari mereka membuat panggilan menggunakan walkie talkie dan seperti mendapat jawaban, dia langsung membukakan pintu untuk Mew.

"Bos menunggu di dalam"

"Sudah tahu" Mew merotasikan matanya kemudian melenggang masuk. Melewati sedikit lorong dan sampai lah ia ke tempat dimana Gulf berada.

Gulf tengah memunggunginya sambil memegang secangkir Wine sedangkan satu bodyguard kepercayaan Gulf yang ia tahu bernama Mild menatapnya dengan raut datar.

Sebelum bicara, Mew menghela nafas terlebih dahulu. "Anda memanggil saya untuk datang, Tuan?"

Gulf memutar posisi duduknya dan kini berhadapan langsung dengan Mew.

Gulf memberi kode memakai telunjuk pada Mild. Ia langsung bergerak dan meletakkan sebuah surat di atas meja. Mild juga menaruh sebuah pulpen di samping kertas tersebut.

"Kau baca lalu tanda tangan" Perintah Gulf.

Mew mengerutkan kening sambil meraih kertas tersebut untuk ia baca.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

KONTRAK KERJASAMA
BERSIFAT PRIVASI

SILVER HAIR 🔞⚠️ || GULFMEWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang