14 - frustration

839 34 1
                                    

The Eden Hotel

Adam berdiri dalam balutan setelan klasik charcoal grey Richard James, memeriksa dokumen-dokumen terakhir di laptopnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Adam berdiri dalam balutan setelan klasik charcoal grey Richard James, memeriksa dokumen-dokumen terakhir di laptopnya. Sepatu kulit hitam John Lobb mengetuk-ngetuk ke lantai sambil menunggu kedatangan mitra bisnis dari Shanghai. Ia tengah berada di meeting room yang di sisi ruangan terdapat meja samping dengan pilihan minuman kopi Arabica premium, teh hijau China, dan Dom Pérignon. Sementara Sara, kekasih sekaligus interpreter nya, sedang berdiri berdiri dekat meja, memeriksa catatan dan memastikan semua dokumen siap dengan midi dress krem sopan yang menampilkan aura profesionalisme. Pria itu mengulum senyum tipis, melihat sisi baru kekasihnya yang baru ia lihat.

"Ini pertemuan penting, aku udah siapin semua catatan dan paham detail presentasi. Hari ini akan berjalan lancar, no worries," Sara mengulum senyum yang telah dilatih bertahun-tahun agar tampak meyakinkan dan menghilangkan rasa cemas klien yang khawatir. Sudah tiga hari ini Adam super sibuk di The Eden. Ya, di tengah kesibukan itu, Adam harus menghadapi pertemuan penting dengan mitra bisnis dari China untuk membahas kerjasama strategis yang bisa meningkatkan prestise hotel. Sehingga dua hari lalu ia diminta untuk menjadi interpreter.

Beberapa menit kemudian, pintu ruangan terbuka, dan dua mitra bisnis dari Shanghai, Mr. Zhang dan Ms. Liu masuk. Mereka disambut dengan senyuman hangat dan jabat tangan yang ramah oleh Adam dan Sara. Mr. Zhang, pria paruh baya yang bisa dikira baru saja keluar dari halaman depan majalah Forbes dan sekilas mengingatkan Sara dengan penyanyi Chyi Chin, dan Ms. Liu, perempuan muda dengan tampilan modis yang lebih cocok berada di catwalk daripada ruang rapat.

Dalam bahasa Mandarin, Mr. Zhang bicara, "Selamat pagi, Mr. Adam. Terima kasih telah meluangkan waktu di tengah kesibukan ini untuk bertemu dengan kami."

"Selamat pagi, Mr Zhang, Ms Liu. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda. Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk membahas kerjasama potensial."

Sara memastikan tidak ada detail yang terlewat sambil menerjemahkan percakapan dengan lancar.

Ms. Liu dalam bahasa Mandarin kali ini, "Kami juga sangat menantikan diskusi ini. Apakah ada agenda khusus yang ingin Anda bahas terlebih dahulu?"

"Ms Liu ingin mengetahui apakah ada agenda khusus yang ingin Anda bahas terlebih dahulu," Sara menerjemahkam.

Adam mengangguk, "Ya, kami ingin memulai dengan membahas rencana kerjasama untuk acara besar yang akan datang. Kami percaya ini akan membuka peluang baru bagi kedua belah pihak."

Diskusi berlangsung penuh antusias. Sara tak lupa menuangkan teh ke dalam cangkir sambil tetap memastikan suasana tetap profesional dan nyaman. Ia juga mengambil inisiatif untuk menyajikan dokumen yang relevan kepada Mr. Zhang dan Ms. Liu, membuka halaman yang sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Menunjukkan bagian penting dari dokumen tersebut sambil menjelaskan terjemahannya dengan singkat.

A Sweeter PlaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang