Senin, 12 Agustus 2024
Jangan dibaca aja, tolong tinggalkan jejaknya. Apalagi sampai jadi silent reader. Pelit amat, tinggal klik ikon bintang aja gak akan memakan waktu selama satu menit.
Vote tembus 100 = Nanti update lagi.
Vote kurang dari 100 = Sampai jumpa Senin depan (Senin, 19 Agustus 2024)Terima kasih🙏
❄️❄️❄️💦💦💦❄️❄️❄️
"Misi, tolong minggir, "Blue menggeser beberapa orang mahasiswa yang duduk di sebelah. santa. Saat ini mereka lagi di pustaka kampus.
"Hey, kamu mau kemana?" Blue mencekal lengan Santa yang hendak pindah juga bersama anak-anak dance lainnya.
"Loh, bukannya kakak yang menyuruh kami semua pindah?"
"Kecuali kamu, " Tuding Blue membuat Santa kembali ke tempat duduknya semula. "Oh iya, aku ada tiket konser lebih, apa kamu mau?" Sebenarnya bukan tiket lebih, tapi emang sengaja dia beli untuk Santa. "Awalnya aku dan Mark mau nonton konser bareng, tapi begitu tiketnya sudah kami beli, Mark jadi gak jadi nonton karena orang tuanya meminta dia pulang di hari itu." Jelas ini hanya cerita karangan indahnya. Lalu dia mengambil beberapa tiket konser yang ada dalam saku almamaternya dan meletakkan tiket konser itu diatas meja.
Melihat boyband yang akan konser itu adalah boyband favoritnya, tanpa pikir panjang, "Benaran nih bang, tiketnya untuk aku?"
"Bener."
"Kapan konsernya?"
"Sabtu minggu ini." Jawab Blue berharap Santa mengambil tiket konsernya.
"Berarti lusa dong?"
"Iya, gimana? Kalau kamu gak mau juga gak apa-apa. Paling nanti aku akan memberikan tiketnya pada Ja atau Jimmy. Kalau mereka menolak, maka aku tidak punya pilihan tiketnya aku jual sama penggemar yang lain."
Santa adalah adik tingkat Blue dulu semasa SMP. Saat itu pula Blue secara terang-terangan mencoba mendekati dan mengutarakan perasaannya pada Alpha cantik itu.
Namun, perjuangan Blue tidak membuahkan hasil. Sangat susah membobol hati Santa terlebih anaknya kurang peka dan belum puber saat itu. Jadi dia gak ngerti Blue yang mengejarnya dengan ugal-ugalan.
Sehingga beberapa tahun kemudian, mata Blue kembali berbinar saat dia melihat Santa menjadi mahasiswa baru di sini. Blue menganggap bahwa Santa adalah jodoh masa depannya. Sementara orang yang dia suka, hanya menganggap dia sebagai abang dan juga teman.
Karena dia tahu Santa hobi dance, akhirnya dia mengajak Santa les dance di tempat dia les dance.
"Aku mau, nanti aku tunggu dimana? Langsung ketemuan di tempat konser atau gimana?" Dia terima dengan senang hati. Lagipula malam minggu ini dia memang tidak ada kegiatan apapun maupun janji kencan dengan kekasihnya.
"Aku jemput aja gimana?"
Santa berpikir, "Baiklah, tapi pulangnya diantar juga kan?" Sebab tidak mungkin konser itu berlangsung sebentar, pasti sampai larut malam.
"Tentu." Balas Blue senang, lantas dia mengusap kepala Santa. Tapi anaknya langsung menghindar, cukup Perth aja yang menyentuhnya, yang lain jangan.
Blue tertawa, dari dulu Santa memang tak pernah mau melakukan skinship dengan siapapun. "Kalau begitu aku pergi ya, sampai jumpa di tempat les."
"Katanya kemarin kita pergi bareng ke tempat les sama kak Siwat juga. Gimana sih kak, udah lupa aja!"
Blue menepuk jidatnya, "Ouh iya, aku lupa. Tunggu di tempat biasa kan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Abyss : PerthSanta - The End
FanfictionPerth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha ⏩Ghostship Area☠️ ⏩Area dewasa 🔞🔞🔞 ⏩️ABO's Story ⏩MPreg Area ☠️ ⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏 Finish : 25 Oktober 2024