Karena kemarin malam sudah mencapai 100 Vote, makanya hari ini update lagi.
Jangan dibaca aja, tolong tinggalkan jejaknya. Apalagi sampai jadi silent reader. Pelit amat, tinggal klik ikon bintang aja gak akan memakan waktu selama satu menit.
Terima kasih
❄️❄️❄️💦💦💦❄️❄️❄️
Tatapan War sama sekali tak tertuju ke arah Anan. Dia terus cuek dengan keberadaan Anan. Membuat Anan makin pusing bagaimana caranya memberikan isyarat tuk menarik perhatian War. Padahal dia sudah bela-belain dandan guna membuat War terpesona. Dia bahkan pakai parfum paling mahal yang baru dia beli seminggu yang lalu.
Tapi tiba-tiba Krittin pun muncul bersama Santa. "Aku pikir tadi siapa yang ganteng banget, ternyata kak Anan." Malah Krittin yang memuji Anan. "Mana wangi banget lagi, kakak pakai parfum apaan sih? Boleh dong spil merk nya kak..." Imbuh Santa suka dengan aroma parfum Anan.
Ucapan dua orang itu berhasil membuat Anan jadi pusat perhatian. Bahkan War yang tadinya acuh tak acuh jadi ikut memandanginya. Jadi tersipu malu Anan dibuatnya dengan dada yang berdebar-debar. Dia mengharapkan pujian War jauh lebih hebat daripada Krittin.
"Kakak rapi banget, mau kemana?"
Andaikan saat ini ada kaset lagu yang sedang berputar, maka kaset itu langsung kusut. Kenyataan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Dan kenyataan selalu sukses membunuh harapan.
Anan menghela nafas, lalu menggeser kursinya agar sedikit menjauh dari War. Hatinya retak kawan. Sammy yang melihat itu hanya bisa mengulum senyum, kasihan dia dengan Anan.
"Keknya kamu bau War, sampai kak Anan menjaga jarak darimu." Timpal Benz sama begoknya dengan War.
"Tolol! Kak Anan itu ingin kamu memuji penampilannya, War! Pintar doang, tapi gak peka!" Omel Krittin yang tajam instingnya.
Ucapan Krittin membuat Jane dan Monnat yang lagi minum tersedak. Sementara Santa dan Sammy salut dengan Krittin yang peka. Untuk Keng dan Benz, mereka kehabisan kata-kata. Heran aja dua orang itu dengan Krittin yang bisa mengambil kesimpulan sesuka hatinya.
War sendiri, menelan ludah, kemudian dia merasa bersalah setelah memperhatikan Anan dengan seksama. "Manis... Aku suka." Ucap War jujur.
Niat Krittin mungkin baik tapi terlalu wow bagi Anan, minimal step by step lah ya, ini gak. Malah langsung tancap gas. Jantung Anan tidak sekuat itu. Terlebih setelah War berkata seperti itu. Meledak!
"Malam semua, masak apa hari ini?" Tanya Mint baru datang, dibelakangnya ada Thomas yang sedang ngobrol dengan Tontawan.
Anan sungguh beruntung dengan kedatangan Mint, setidaknya hal itu bisa membuat rasa malunya berkurang.
War sendiri selaku pria yang cerdas, kini sedang memikirkan dalam-dalam alasan kenapa Anan menginginkan dia memuji dirinya. "Game Over! Silahkan login lagi setelah 30 menit!" Suara itu membuat War kaget lalu mengumpat. Pasalnya jika karakter avatarnya mati, satu sampai tiga itemnya akan di drop.
Benz dan Keng jadi tertawa dibuatnya. Setelahnya terdengar suara, "Aku pulang!" Yang di ucapkan oleh dua orang dalam waktu bersamaan.
Santa yang tadinya baru mendaratkan pantatnya di kursi, auto berdiri. Dia gegas menyambut kepulangan suara yang takkan mungkin bisa dia lupakan.
"Selamat datang kak, dan terima kasih sudah pulang dengan selamat!" Sambut dia segera mengambil alih tas ransel Perth. "Selamat datang juga kakak Freen yang cantik!" Sapa dia tidak mungkin dia abaikan Freen.
Krittin yang sedari tadi masih berdiri diambang pintu ruang makan dan tengah, bisa melihat dengan jelas betapa antusiasnya Santa menyambut kepulangan Perth.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Abyss : PerthSanta - The End
FanficPerth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha ⏩Ghostship Area☠️ ⏩Area dewasa 🔞🔞🔞 ⏩️ABO's Story ⏩MPreg Area ☠️ ⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏 Finish : 25 Oktober 2024