Tindakan Jungwon yang ekstrem tidak terlalu mengganggu permainan. Jay tidak masalah dengan taruhannya. Dia hanya perlu paling tidak satu orang yang bertanding untuk membuka kartu.
Setelah Jungwon meletakkan masing-masing chip seratus ribu di sisinya dan sang kawan, permainan bisa berlanjut. Jay menarik empat kartu dan memamerkannya di tengah meja. Kartu Player adalah Tiga dan Jack Hati. Sementara kartu Banker adalah Queen Keriting dan Lima Hati. Meski saat ini kartu Banker lebih bagus, Player akan menarik satu kartu lagi. Kalau poinnya lebih besar, maka Jungwon akan kalah.
Jay mengeluarkan satu kartu penentu, yang muncul selanjutnya justru kartu Monkey: Jack Keriting. "Five over Three, Banker wins."
Jungwon sangat beruntung karena dia bertaruh pada Banker. Dua sisi mendapat masing-masing tambahan satu chip dari Jay. Semua dia tarik dengan bangga. Gayanya sombong seakan-akan dia adalah pemain yang hebat. Semua orang juga tahu kalau dia hanya sedang bernasib baik.
Secara natural, seharusnya di set selanjutnya Yerim bertaruh pada Banker. Dia sendiri tidak terlalu memperhatikan itu saat dia meletakkan dua buah chip satu juta ke meja. Perilakunya sendiri baru dia ketahui setelah Horang berdecih keras.
"Kau serius?" tanya pria itu sinis.
Yerim justru tak paham, "tentang apa?"
"Dua juta? Untuk satu set saja?"
Julie terkekeh, "kau kesal karena itu setara dengan modal awal kita, kan?" wanita itu bersedekap. "Biarkan saja dia bermain. Kalau tidak mau ikut, yasudah. Sebentar lagi orang gila lain akan melakukan hal yang sama."
Tepat saat wanita itu selesai bicara, Kai juga selesai meletakkan chipnya ke meja. Chip yang sama banyaknya dengan milik Yerim. Hanya karena pemuda pirang itu memakai chip seratus dan dua ratus ribu, maka jumlahnya terlihat lebih banyak. Sama seperti beberapa set sebelumnya, dia menaruh pada sisi yang berlawanan dengan Yerim. Dia ingin menantang gadis itu.
Pertarungan gila ini tidak menarik pemain lain untuk ikut andil. Set dimulai dengan hanya dua pemain.
Jay meletakkan empat kartu dan membalik mereka. Tanpa membuang waktu, mereka dihadapkan ke atas. Kai yang bertaruh pada Player mendapatkan kartu Tujuh dan Empat Hati. Sementara kartu Banker yang Yerim pertaruhkan mendapat dua kartu Monkey: King Sekop dan Queen Keriting. Keduanya akan menambah satu kartu lagi.
"Mereka bertaruh dengan jumlah modal awal kita." Julie tiba-tiba bicara, kemudian dia meregangkan tubuhnya di kursi. "Horang-a, harga dirimu tidak terluka?"
Horang bersedekap, "tidak. Mereka itu gila dan aku tidak tertarik mengikutinya."
Jay membalik dua kartu baru di atas, Delapan Wajik untuk Player dan Tujuh Sekop untuk Banker. Total poin sembilan memenangkan tangan Player. Artinya, Kai yang menang.
Kai hanya menarik senyuman simpul saat Jay meletakkan dua chip satu juta di samping taruhannya. Dia tak terlalu ingin melirik saat Jay mengambil taruhan Yerim. Tak seperti mereka yang lain, yang justru memperhatikan setiap respons gadis itu.
Yerim tidak banyak memberikan reaksi. Kalah berarti kehilangan uang, dan setelah dua puluh set lebih, segalanya jadi terasa lebih mudah.
Sampai dua set berikutnya, Yerim menelan kekalahan beruntun. Dia kehilangan empat juta, setelah kedua tebakannya meleset. Dia terus bermain meski pemain yang ikut hanya satu atau dua orang saja. Pertaruhan mereka pun berbeda jauh. Namun gadis itu tampak tidak getir dan terus saja mempertaruhkan jumlah besar.
Sekarang set keduapuluh delapan, saat tiba-tiba sesuatu yang tak biasa terjadi. Lawan Yerim pada set ini hanyalah orang, dengan perbandingan taruhan dua juta dibanding tiga ratus ribu. Akan tetapi, keduanya bertahan dengan pilihan mereka masing-masing. Yerim bertaruh pada Banker sementara Horang menandai pilihan pada Player. Mereka berdua tidak kehilangan chip sama sekali setelah Jay menepuk pelan sisi tengah meja dengan tangannya. "Tie."

KAMU SEDANG MEMBACA
THE GAMBLER 2: Big League🔞 | TXT & EN-
Fanfiction🚫PLAGIAT ADALAH TINDAKAN KRIMINAL🚫 HOTTER, BADDER, BRAVER Kim Yerim bersama kawan-kawan barunya memutuskan untuk membalas dendam pada orang-orang jahat di masa lalu. Namun, akankah semua berjalan sesuai rencana? .Kim Yerim (OC) .Lee Heeseung (ENHY...