Gadis bermata besar itu menghela nafas,ia menenteng koper kecil keluar dari bandara.
Celingukan menoleh ke arah jalan dan melihat gadis berambut pendek dengan mata sayu menerjang ke arahnya." Yaaaa,kau lama sekali hao.kau tidak tahu kakiku keram menunggumu?"
Minghao tersenyum manis,gadis ramping itu memeluk sosok didepannya.
"Maaf,Jeonghan unnie.penerbangannya agak terlambat dari china.sebagai gantinya akan kutraktir makan enak"
Jeonghan mencebik kesal,
" Yakk,yang baru kembali dari perjalanan jauh itu kau.mana mungkin aku meminta traktir pada gadis mungil yang wajahnya kelelahan begini,humm?" Tangannya mencubit pipi minghao.Minghao hanya tertawa kecil dan menarik koper ditangannya.
"Ayo masuk mobil,akan kukenalkan dengan Cheol nanti di restoran.kau akan banyak makan saat bersamanya"
"Tunanganmu sangat tampan,unnie.aku penasaran kenapa dia sangat menurutimu"
Jeonghan yang memutar setir mobil menatap ke arah gadis berhidung mungil itu tersenyum jahil sambil mengedipkan mata.
" Kau akan tahu nanti,ayo kita berangkat "***************
"Apa tidak apa kau sendirian menemui pemilik rumah ini,Hao?kalau mau aku akan membatalkan pertemuanku dulu"
Seungcheol menatap ke arah Hao sambil membawakan koper ke depan gerbang rumah."Iya,atau aku saja yang menemanimu malam ini,membersihkan rumah sebesar ini pasti butuh waktu kan.
Aku akan menelpon Jisoo dulu""Tidak usah,aku sudah diberitahu pemilik rumah ini,dalamnya sudah dibersihkan tinggal area luar saja.halamannya masih berantakan karena aku terpaksa ambil jadwal ke Korea hari ini,karena Minggu depan ada meeting penting.nanti jika aku kerepotan,aku akan menghubungi kalian."
"Baiklah,tapi kalau takut sendirian bilang saja ya.aku akan mengirim kwannie ke sini,kau tidak akan kesepian mendengar celotehannya."
Minghao tersenyum dan menepuk ke2 orang didepannya,
"Iya,nanti keburu ditunggu.aku baik-baik saja"Pasangan muda itu melambaikan tangan dan beranjak pergi.minghao membuka pintu gerbang dan ia menatap sekeliling.
'kurasa pemilik rumah ini terburu-buru karena aku datang hari ini,harusnya aku membantunya membersihkan rumah ini.pasti ia kewalahan dengan rumah sebesar ini'
Minghao menatap ke arah pohon besar yang ada di dekat batu berukuran sedang di sebelah kirinya.ia menyentuh pohon itu dan merasa aneh,
'kenapa rasanya tidak asing.apa aku pernah melihat pohon ini?'Srekk
"Selamat datang,nona..maaf membuat anda lama menunggu,aku baru membersihkan belakang rumah.harusnya aku menyambutmu tadi"
Seorang pria tinggi,dengan mata runcing dan senyum indah.menghampiri minghao yang terkejut dengan kedatangannya.
"Tidak apa,aku yang harusnya minta maaf karena terburu-buru datang kesini.harusnya aku membantu anda membersihkan rumah ini"
Pria itu tersenyum,
"Tidak apa,mau melihat berkeliling dalam rumah dulu?untuk halaman kuusahakan besok akan selesai.dalam rumah sudah bisa ditempati kecuali gudang dan kamar belakang,agak lama untuk memilah barangnya""Ah,apakah boleh?aku ingin melihat dalam kamarnya.kebetulan bawaanku baru sedikit karena yang lainnya masih kutitipkan di rumah temanku"
"Tentu,mari kuantar nona"
Minghao tersenyum dan mengulurkan tangan,
"Jangan panggil aku nona,aku bukan tuan putri.perkenalkan namaku seo myungho tapi aku lebih suka dipanggil..

KAMU SEDANG MEMBACA
the mystery of the old house and its owner
VampireMinghao yang baru kembali dari Shenzen memutuskan membeli rumah besar di Korea untuk memudahkan ia bekerja di kantor seoul. rumah tua yang luas dan ada pagar dan halaman yang sama dengan rumah masa kecilnya di China, membuat ia yakin akan sedikit me...