Typo.
Vote dulu lur, matursuwon.________________________
Selamat membaca.
____________________________Geska dibuat prihatin dan kewalahan karena Elsa yang terus menangis memanggil mamanya dengan bahasa bayi. Biasanya jika Elsa menangis dan langsung ia gendong, anak itu akan terdiam. Tapi kali ini tidak, mungkin adiknya itu juga ikut merasakan kepergian orangtuanya.
"Stts....., mamanya lagi tidur, nanti malam mama kesini nemenin adek tidur." Suara Geska bergetar, menahan isakan yang bahkan air matanya sudah keluar dan segera mungkin ia mengusapnya.
Pintu ruangan Elsa terbuka, menampilkan Antares yang datang dengan membawa kresek besar berisi mainan, camilan dan makanan.
Melihat Elsa yang menangis, Antares pun menghampirinya setelah menaruh belanjaanya pada sofa."Udah lama nangisnya?" Tanya Antares.
"Lumayan, pas lo keluar tadi, dia bangun langsung nangis," ujar Geska.
Tangan Antares terulur meraih tubuh Elsa untuk digendong. "Sama abang Ares, ya? Abang punya mainan banyak." Menepuk pelan pantat dan punggung Elsa agar anak itu berhenti menangis.
"Kita lihat mainannya, ya?"
Geska sedikit lega melihat Elsa yang diam di gendongan Antares, ia pun mengambil kresek belanjaan Antares dan mengeluarkan isinya, termasuk beberapa mainan untuk Elsa.
"Lo makan dulu aja, Ka. Ini mainannya udah gue pilih yang aman buat anak usia Elsa." Terlihat jika Elsa nyaman berada di pangkuan Antares.
Geska mengulas senyum. "Makasih, Res." Ucapan itu dibalas senyum teduh seorang Antares yang semakin membuat Geska jatuh cinta dibuatnya.
"Jadi pengen punya anak," celetuk Antares tiba-tiba.
"Nikah sana, gak usah lanjut sekolah." Saran yang sangat pedas keluar dari mulut Geska.
"Yaudah, ayo." Seolah menggoda Geska, namun yang digoda sepertinya kurang peka, terbukti dari jawaban Geska.
"Ayo apa?"
"Ayo nikah, gue maunya punya anak sama lo." Jawaban yang sukses membuat Geska tersedak nasi.
"Hati-hati kalau makan tuh!" Ujar Antares dengan nada mengejek.
"Ogah! Gue masih mau fokus sama Elsa. Kalau gue punya anak, terus Elsa gimana?" Karena bagi Geska yang fokusnya sekarang adalah Elsa.
"Elsa kita besarin bareng-bareng anak kita," ujar Antares dengan santai, membuat Geska berdecak.
"Lo fokus sekolah dulu, cil! Kuliah aja belum, udah mikirin nikah!" Balas Geska.
"Gue mau nikah muda aja." Antares seakan kekeuh dengan pendiriannya.
"Res, lagian belum tentu lo nikah sama gue." Berharap Antares akan diam setelah ia mengatakan itu, namun dugaanya salah.
"Gue bikin lo hamil anak gue, biar gue bisa nikahin lo." Mengatakan dengan ekspresi tengil yang membuat Geska ingin melayangkan sendoknya pada wajah Antares.
"Sinting!"
__
______________________________
__
"Anhhh.... Ahh! Jangan dalem-dalem! Nghh....." Celvin terus mengerang dengan posisi menungging.
Wajahnya dibasahi oleh airmata karena hujaman Darga yang bermain kasar.
"Ahh!! Udah..... Hnghh....." Terus menggeleng dengan tangan yang menahan pergerakan Darga, namun tidak dihiraukan oleh si empu.
"Udah! Udah sakit!!!" Pekik Celvin, sedari tadi ia belum mengeluarkan cairan sama sekali karena ditahan oleh Darga, sedangkan Darga sendiri sudah beberapa kali dan kekasihnya itu juga sedang dipengaruhi oleh alkohol meskipun Darga tidak sampai mabuk.

KAMU SEDANG MEMBACA
KETOS VS PRESBEM ✔️
Novela JuvenilSQUEL CANDRAMAWA KELABU GEN 2 - REVOLUSI INDOMILO Antares, si KETOS yang tidak menyukai Geska, PRESBEM di Universitas yang masih satu yayasan dengan Sekolahnya. Ia tidak suka karena Geska itu selalu dekat dengan kakaknya, meskipun dia tau bahwa Gesk...