2. OLL

36 10 5
                                    

Hari pertama Stella bekerja berakhir dengan baik. Semalam, ia pulang pukul 19.00 setelah selesai makan malam bersama para pegawai rumah Dava.

Hari ini, ia kembali ke rumah besar Dava untuk melaksanakan tugasnya sebagai art di sana.

Agenda Stella hari ini adalah menemani Bu Ita yang akan berbelanja kebutuhan sehari-hari baik untuk Dava dan juga untuk pegawainya.

Perlu kalian ketahui bahwa Dava benar-benar memperlakukan para pegawainya lebih dari kata layak. Di rumah Dava terdapat 7 orang pegawai rumah. Ada supir, satpam, 3 art dan 2 penjaga kebun

Supir yang bekerja dengan Dava bernama mas Rizal, ia bertugas untuk mengantarkan kemanapun Dava akan bepergian. Stella sengaja memanggilnya dengan sebutan mas karena usia mereka tidak terpaut jauh.

Untuk pegawai lain, Stella memanggil mereka sesuai dengan yang seumumnya.

Bu Ita bercerita bahwa di rumah tersebut disediakan kendaraan berupa sebuah mobil dan motor yang memang sengaja dibiarkan agar pegawai yang membutuhkan bisa memakainya kapan saja.

Mendengar cerita Bu Ita mengenai kebaikan Dava membuat Stella sempat dibuat heran. Mengapa Dava begitu baik sekali dengan pegawainya? Apakah ia sebegitu percayanya pada pegawai yang ia tinggal pergi bekerja? Tidak kah ia khawatir dengan rumah dan seisinya?

Namun Bu Ita menjelaskan jawabannya. Kepercayaan Dava tidak timbul begitu saja. Memang pada awalnya pernah terjadi beberapa kejadian tak mengenakkan yang Dava dapatkan dari pegawai sebelumnya.

Mobil yang memang dibiarkan stay di rumah pernah dipakai main oleh supir terdahulu. Lalu bahan makanan dan beberapa buku milik Dava pun pernah dicuri dan dijual kembali oleh art sebelumnya.

Itu semua bisa terjadi karena ia menerima pegawai dari iklan lowongan yang ia pasang di sembarang tempat.

Meskipun Dava tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, tapi dia cukup waspada dan selalu mewanti-wanti Bu Ita untuk mencari pegawai lain yang benar-benar bisa dipercaya. Alhasil, sekarang setiap Bu Ita akan memasang lowongan pekerjaan, dia akan menyebarkan informasi tersebut melalu rekan rekannya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, seluruh pegawai yang ada disini hampir semuanya berasal dari kerabat yang Bu Ita kenal. Seperti pak Adi satpam, dia adalah tetangga Bu Ita di kampung. Untuk Bu Roro dia juga kenalan Bu Ita saat di pasar. Mas rizal sendiri adalah keponakan dari supir terdahulu nenek Dava. Bunga yang menjadi art disini juga merupakan saudara jauh dari pak Adi. Sedangkan Stella sendiri juga mendapatkan info dari Yulia keponakan Bu Roro kan, itulah kenapa seluruh pekerja disini mudah akrab satu sama lain.

Bukan bermaksud untuk mewajarkan budaya nepotisme. Hanya saja hal ini untuk mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak mengenakkan.

Pahit-pahitnya apabila salah satu pegawai melakukan hal tidak terpuji, maka Dava akan lebih mudah untuk mencari tahu keberadaannya karena masih berkerabat dengan pegawai lain.

Tak hanya itu, dengan para pegawai yang saling berhubungan satu sama lain setidaknya akan membuat mereka tahu diri dan merasa segan dan malu apabila akan berbuat hal tidak baik.

Kembali dengan Stella dan Bu Ita yang sedang berbelanja. Kini mereka berdua memasuki pasar tradisional untuk membeli bahan makanan mentah. Kebutuhan bahan dapur yang dibeli tidak hanya di khususkan untuk Dava.

Ketika Dava me-request sebuah menu, itu artinya semua pegawai diijinkan untuk makan makanan yang sama dengan apa yang Dava makan. Itulah kenapa belanjaan bahan dapur selalu disiapkan untuk porsi yang besar.

Bila di pasar tradisional Bu Ita membeli bahan-bahan dapur, kini menyebrang sedikit ke area supermarket di dekat sana, Bu Ita mengajak Stella untuk membelikan beberapa bahan dan jajanan khusus yang memang sudah dipesan Dava.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 28, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Oᑌᖇ ᒪIᐯE ᒪOᐯE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang