"Let's do it, Jay. I'll do five sets for Banker."
.
.
.
.
.
Lima set berarti lima juta, Yerim sudah lebih dulu mengesampingkan sisa chipnya dan hanya mendorong lima yang akan dia gunakan pada tiap set berikutnya. Dia tidak masalah dengan taruhan Kai, justru dia senang. Permainan ini makin menarik dengan adanya persaingan.
Empat orang pemain di tengah sedang dilanda galau. Bermain, atau tidak? Tidak ada pengaruh antara duel Kai dan Yerim, mereka hanya ingin memilih mana pilihan yang tepat, karena kenyataan membuat modal mereka bukanlah berlipat ganda namun terus terkeruk. Julie menjadi pertama yang mengikuti taruhan setelah banyak rehat. Tingkat kemenangannya sejak sepuluh set terakhir sangat rendah. Dia hanya bermain tiga kali dan dua di antaranya kalah. Kali ini ia sedang bertaruh nasib pada kemungkinan 46 persen itu, namun dia mengikuti Yerim dengan menaruh chip dua ratus ribu di sisi Player. Horang menghadiahinya tatapan heran, namun wanita itu mengabaikannya.
"Ada lagi?" tanya Jay.
"Mari kita bermain cepat," sahut Yerim.
Jay menarik senyuman, "tidak masalah."
Pemuda itu kemudian membuka empat kartu yang berhasil memenangkan Yerim dan Julie. Terlalu mudah bahkan, total poin enam banding tiga.
Set selanjutnya berlanjut, Yerim kembali meletakkan satu juta pada Player, begitu pula Kai pada Banker. Jungwon mencoba peruntungan dengan ikut menaruh dua ratus ribu pada Player. Jay memenangkan pemuda itu dengan poin delapan banding empat.
Set ketiga dari lima dimulai hanya dengan duel, Yerim menang lagi. Bahkan kartunya Natural Nine.
Yerim berada di atas awan. Dia menang tiga kali dengan mudah. Itu semua kebetulan, dia sangat beruntung. Bahkan sepertinya terlalu beruntung. "Kalau begini orang-orang akan berpikir kalau kau sengaja membuatku menang, Jay," ucapnya ke arah dealer yang entah sejak kapan terlihat ceria.
Jay menarik kartu untuk set keempat dengan tenang. "Menuduhku tanpa dasar itu salah. Kalian bebas memperhatikanku. Apa sejak tadi aku melakukan gerak-gerik yang mencurigakan? Sepuluh jemariku selalu terlihat. Aku juga menggunakan kaus lengan pendek, tidak ada kartu yang kusembunyikan di lenganku," jelasnya dengan sedikit demonstrasi. "Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kartunya. Namun aku tidak terima saat aku dituduh curang saat aku melakukan semuanya sesuai prosedur." Tangan pemuda itu tidak berhenti bekerja saat ia menjelaskan, tiba-tiba saja set keempat selesai dengan kemenangan pada Yerim lagi.
"Aku bisa pastikan dealer tidak memihak." Si kawan Jungwon yang tidak lagi bermain itu tiba-tiba bicara. "Aku tidak pernah melihat ke arah lain selain ke tangannya. Dan, kartu dalam wadah itu, juga sudah teracak dengan benar. Sunbaenim yang itu sangat beruntung."
Yerim bahkan tidak melakukan apapun. Dia merasa sangat tersanjung saat disebut beruntung, namun dia juga tidak bisa menolaknya. Memang benar, dia sangat beruntung hari ini. Entah apa yang terjadi, dia merasa keberuntungan ini terlalu indah untuk jadi kenyataan. Di antara hal baik, mungkin sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
Jay membuka set kartu terakhir dengan taruhan yang masih sama, empat kartu berakhir manis, memenangkan Yerim dengan natural nine.
"Kau menang lagi."
Lima kemenangan berturut-turut membuat semua orang terpana. Ikon keberuntungan telah tercipta. Para pemain hampir tidak bisa berkomentar karena terlalu terkejut. Jay sendiri juga merasa ia sangat keren, karena bisa menghasilkan berkali-kali streak yang menegangkan. Kai kalah telak, seperti memang merencanakannya, dia justru tersenyum santai. Dia sepertinya melakukan semua itu hanya untuk menghibur dan dia berhasil.

KAMU SEDANG MEMBACA
THE GAMBLER 2: Big League🔞 | TXT & EN-
Fanfic🚫PLAGIAT ADALAH TINDAKAN KRIMINAL🚫 HOTTER, BADDER, BRAVER Kim Yerim bersama kawan-kawan barunya memutuskan untuk membalas dendam pada orang-orang jahat di masa lalu. Namun, akankah semua berjalan sesuai rencana? .Kim Yerim (OC) .Lee Heeseung (ENHY...