Part 26

39 7 5
                                    

P, 5 September 2024

Seperti biasa, pahamilah beberapa hal sebelum membaca:
✓ Jangan lupa tinggalkan jejak!
✓ Typo tersebar dimana-mana, diberi tahu akan lebih baik
✓ cerita ini hanya fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama tokoh, judul, tempat, dsb., semua itu di luar kesengajaan.

Enjoy Reading Guys....

💭💭💭

Author POV.

Trek... Trekk... Trekkk.

Beberapa kali suara ketukan meja oleh jari lentik dan kuku yang panjang itu terdengar indah bak alunan musik. Seakan-akan sedang bermain bersama, jari-jari itu menunjukkan kekompakan satu sama lain yang mengakibatkan terdengar lah suara-suara itu yang saling bersautan.

Terlihat seorang wanita cantik yang tengah asik dengan lamunannya. Beberapa kali ia terlihat gelisah dan mengatur nafasnya yang terdengar sedikit memburu.

"Rencana ini pasti tidak akan bertahan lama." Wanita yang sedari tadi melamun mulai menggumam. Beberapa kata yang sempat terdengar lirih ia lontarkan. "Aku harus segera mencari alternatif lainnya." Lanjutnya.

Duaarr...

"Kyaa..." Kagetnya. Wanita cantik itu terlonjak dari posisi nyamannya. Seketika wanita itu berbalik badan dan menoleh pada sang biang rusuh. Hah, ternyata benar, tak lain adalah manusia menyebalkan yang tak lain adalah adiknya sendiri.

"Kau melamun, Cheline?" Tanya pria itu dengan wajah santai seolah tak menunjukkan kesalahan apapun.

"Kau kemari hanya untuk membuatku kesal?" Tanya wanita yang dipanggil Cheline.

"Hm, entahlah. Aku rasa, bisa jadi."

Cheline mengalihkan pandangannya dari pria yang mengganggunya ini, sangat mengesalkan bila berdebat dengan pria yang tak tau kesalahannya ini bukan?

"Hei, kenapa kau kesal? Apa aku sudah berbuat sesuatu yang buruk?"

Nah, lihatlah. Pria memang tidak pernah peka, mereka yang menciptakan masalah, mereka pula yang bertanya salah mereka dimana? Bahkan adiknya sendiri pun bersikap hal yang sama

"Rey, tolonglah. Aku ini sedang berfikir keras dengan semua rencana kita."

Pria bernama Rey itu hanya mengangguk-angguk. "Lalu?"

"Ada bagian yang gagal dari rencana kita. Jika bagian itu gagal, rencana berikutnya tidak akan berjalan dengan sempurna."

Ray hanya diam, kemudian menggerakkan bibirnya seolah sedang berfikir. "Mari aku telaah." Gayanya seolah benar-benar sedang berfikir. Ia segera mengambil catatan rencana yang lebih terlihat seperti peta harta karun. Sisanya begitu banyak alur-alur yang sejujurnya ia sendiri tak paham. "Di sini telah diumumkan media bahwa Alcys adalah pewaris tunggal Diana's grup, Harry sudah mengetahuinya, ibu Harry juga sudah menunjukkan sinya tidak suka pada Alcys, Alcys sudah tau ibu kandungnya, Alcys kembali ke pekerjaan lamanya, berarti tinggal satu jebakan untuk aku bisa dapatkan Alcys. Lalu, bagian mana yang gagal?"

Plak...

Satu lemparan keras terdengar cukup pilu saat peta itu dirampas paksa oleh Cheline dan dengan sengaja ia memukul keras pada adiknya. Pria itu isi pikirannya apa sih? Alcys-Alcys-Alcys dan hanya Alcys yang diperhatikan oleh anak ini. Dasar pria akan bodoh saat jatuh cinta.

"Auuu..." Pria itu meringis sembari mengusap-usap lengannya yang terasa sedikit memanas. "Kau galak sekali." Ujarnya.

"Apa rencana di otak mu hanya perkara Alcys semata, hah?"

Perfect Tonight [ SLOW UPDATE ✓ ✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang