30. Harga diri

239 36 5
                                    

"Saya cuma mau tanya, kamu serius sama Aina? Atau kamu cuma main-main? Kamu tahu dia dokter, kan? Kamu tukang ojek. Kamu yakin ini bukan soal... kepentingan?"

Kening Habib berkerut dalam. Kepentingan? Apa maksudnya kepentingan? Entah mengapa Habib jadi sedikit tersinggung. Tentu saja dia sadar posisinya. Dia tukang ojek dan Aina adalah Dokter. Tapi jika keseriusannya yang dipertanyakan, Habib jelas tidak suka. Sejak awal sangat sulit baginya untuk memulai hubungan ini. Justru dia begini karena menghargai Aina.

"Saya tahu posisi saya. Tapi saya sama Aina serius. Saya sayang sama dia bukan karena dia dokter atau keluarganya kaya. Saya cinta dia karena dia orang yang baik, perhatian, dan... kami saling melengkapi."

Habib tidak tahu dari mana dia punya keberanian untuk mengucapkan kalimat itu. Mata Cyclops milik Bella kembali menyala-nyala. Habib agak ngeri juga melihatnya.

"Cinta? Kamu pikir cinta aja cukup? Kamu tahu kan, dunia kita beda. Kamu nggak bakal bisa ngasih dia apa yang dia butuhkan. Gimana kamu bisa ngelindungi dia, ngurus dia? Kamu nggak bisa kasih kehidupan yang layak buat dia."

Habib benci posisinya yang didepan seperti ini. Padahal kalau mau berkonfrontasi harusnya dia menghadap Bella dengan penuh wibawa. Genggaman Habib pada setir motornya semakin kuat.

"Saya mungkin gak kaya. Tapi saya punya harga diri. Saya bisa jaga Aina. Dia nggak pernah minta yang muluk-muluk dari saya. Dia cuma minta kejujuran, dan itu yang saya kasih. Soal hidup layak, saya nggak perlu kaya untuk bikin dia bahagia. Saya bekerja keras, saya mandiri, dan saya akan selalu ada buat dia."

Bella tertawa mengejek. "Mandiri? Kamu itu tukang ojek, Habib. Gimana kamu mau bangun masa depan? Kamu nggak sadar, ya? Kamu pikir keluarga kita bakal terima kamu? Kamu nggak ada apa-apanya."

Harga diri Habib sungguh terluka mendengar kritikan dari Bella. Memangnya kenapa kalau dia tukang ojek? Ini kan pekerjaan yang halal! Habib mencoba mengontrol emosinya yang mulai naik dan bicara lagi.

"Saya mungkin cuma tukang ojek. Tapi saya nggak pernah minta apa-apa dari Aina. Apalagi dari keluarga kalian. Uang bukan segalanya. Saya mungkin nggak punya banyak, tapi saya punya hati dan tanggung jawab. Dan saya nggak butuh Kak Bela ikut campur dalam hubungan saya sama Aina."

Bella mendekat dan berbisik. "Kamu pikir kamu bisa ngelindungi dia dari apa? Dunia ini keras. Bukan sekadar cinta-cintaan. Kalau kamu beneran sayang sama Aina, kamu harusnya tahu tempat kamu."

Kuping Habib terasa amat panas karena bisikan makhluk halus ini. Rasanya ingin Habib berhenti saja dan mendorong jatuh Bella dari motornya. Namun Habib mengusir fantasi liar itu dan kembali menjawab dengan nada yang tegas dan tanpa takut.

"Saya tahu tempat saya. Tempat saya ada di samping Aina, bukan karena saya kaya atau sukses, tapi karena saya mencintainya. Dan saya akan selalu ada untuk dia. Saya mungkin nggak bisa kasih dia dunia yang mewah, tapi saya bisa kasih dia rasa aman dan ketulusan. Itu yang penting buat kami."

Habib melirik ekspresi Bella dari spion. Wanita itu mundur ke belakang dengan tangan yang bersedekap. Ekspresinya aneh. Kira-kira dia kenapa ya?

"Kamu nggak akan pernah cocok sama dia!" ketus Bella.

"Itu bukan Kak Bela yang tentuin. Itu keputusan Aina. Kalau dia percaya sama saya, itu cukup. Dan saya akan buktikan bahwa saya layak untuk dia. Jadi, Kak Bella nggak usah ikut campur."

Hening sesaat di antara mereka. Habib melihat hotel Shangri-La sudah ada si depan. Dia mau berbelok ke depan lobi tapi Bella tiba-tiba menyentak. "Turun di sini saja!"

Maka Habib pun menepi ke trotoar. Dia menerima kembali helmnya yang dilemparkan oleh Bella. Wanita cantik itu Melani dengan cepat menuju lobi hotel.

Habib mengelus jantungnya yang masing berdebar kencang. Rasanya seperti umurnya berkurang 10 tahun tanpa dia sadari. Habib menepuk jidatnya dengan frustrasi. Kenapa dia malah dengan sengaja mengkonfrontasi Bella. Bagaimana jika wanita itu semakin nentang hubungannya dengan Aina?

Terpaksa Menikahi Dokter 2 (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang