❖ Bonus Chapter part 1 : New life

306 26 5
                                    

Sinar matahari yang cerah menembus kaca-kaca bening yang ada di rumah kaca tersebut. Bunga-bunga mulai bermekaran dan suhu dunia pun mulai menghangat. Di dalam rumah kaca Calista bersenandung sambil menanam beberapa bibit tanaman baru yang baru saja dia dapatkan. Tangan yang cantik nan lentik itu tak takut akan hal-hal yang akan membuat tangannya kotor. Setelah membuat lubang dengan kedalaman yang pas dia menanam bibit yang sudah dia persiapkan sebelumnya.

Berkebun menjadi salah satu hobi yang sangat dia sukai sejak dulu. Hatinya merasa sangat senang jika dapat merasakan hasil dari sayuran yang dia tanam dengan sepenuh hati.
Walaupun dia juga tahu suaminya memiliki harta yang berlimpah, hingga dia tak perlu khawatir akan kekurangan pasokan makanan. Tetapi dapat merasakan hasil dari Jiri payah sendiri merupakan suatu kepuasan dalam dirinya.

Calista mengelap keringatnya yang mulai bercucuran. Walaupun ini baru mulai musim semi dan udara di luar masih terasa dingin, tetapi sinar matahari yang masuk di rumah kaca cukup dapat membuat nya berkeringat. Walaupun rasa panasnya tidak seperti berada di dalam sauna yang beruap, tetapi setidaknya kegiatan ini juga dapat membuatnya sedikit berolahraga dan mengeluarkan keringat.

Setelah melakukan penanaman, dia juga mengurus sisi-sisi yang lainnya membersihkan sisa-sisa tanaman yang sudah tidak dapat tumbuh, memberikan pupuk, dan menyiram nya dengan kadar air yang dia rasa cukup untuk pertumbuhan tanaman. Calista tahu bahwa menyiram tanaman dengan air yang banyak itu adalah hal yang bodoh, karena tanaman sendiri memiliki kebutuhan kadar air yang berbeda-beda untuk tumbuh secara maksimal, menyiramnya dengan menggunakan banyak air hanya akan membuat tanaman itu mati layu.

Saat dia sedang fokus dengan apa yang dia kerjakan, tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang memeluk dirinya dari belakang. Calista pun menoleh dan melihat kebawah, dia tersenyum dengan senang lalu meletakkan selang yang di gunakan untuk menyiram tanaman.

"Peri kecil ku, apa kau butuh sesuatu?" Calista menggunakan gerakan tangan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan putri nya.

Gadis kecil yang menjadi permata hati nya ini adalah putri kecilnya. Celine Madl yang kini sudah berusia 7 tahun. Gadis itu memiliki wajah yang manis dengan mata emas sang ayah yang indah, Calista dengan lembut menyisir rambut putrinya yang halus itu dengan tangannya.

Calista tersenyum senang melihat gadis kecil itu sangat sehat dan ceria, walaupun banyak hal buruk yang harus dia alami karena banyaknya kejadian buruk yang menimpa Calista saat mengandung dan melahirkan Celine. Gadis kecil yang tak berdosa itu pun tak terlahir dengan keadaan normal, Calista awalnya merasa sangat sedih dengan apa yang dialami putrinya tetapi dia beruntung memiliki Orter yang selalu berada disisinya. Pria itu dengan penuh rasa cinta dan tanggung jawab yang tinggi terhadap keluarganya pun dengan lapang dada menerima keadaan Celine apa adanya.

Walaupun Celine tidak bisa mendengar dan berbicara, tetapi gadis itu sangat cerdas, sama seperti ayahnya. Gadis itu sangat mudah belajar sesuatu hal yang baru, bahkan lebih cepat mengerti dibandingkan dengan Calista. Dan itu membuat Calista sangat terharu, setidaknya tuhan masih memiliki keadilan untuk mereka. Walaupun Celine terlahir dengan kekurangan tetapi gadis kecil itu memiliki pemikiran dan daya ingat yang sangat tajam.

Celine menggerakkan tangannya, menggunakan bahasa isyarat yang telah menjadi jembatan komunikasi mereka selama ini.

"Ibu, ayah menyuruhku datang ke sini. Ada sesuatu yang istimewa." Celine memberikan isyarat dengan antusias, meski tak ada suara yang keluar dari bibir mungilnya.

Calista tersenyum lembut, merasakan kehangatan di hatinya melihat putri kecilnya yang kini begitu cerdas dan ceria meskipun terlahir dengan keterbatasan. Dia bangkit dari posisi jongkoknya, menghapus tanah dari tangannya, lalu meraih tangan Celine dengan lembut.

Crazy Love ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang