Academy V

12 2 0
                                    

Disclaimer © Hetalia by Hidekaz Himaruya

Jepang sebenarnya sedikit kagum dengan ketahanan diri Inggris.

Dia pikir karena pengaruh kunjungannya beberapa tahun lalu, Inggris akan dengan gigih selalu mengunjunginya ketika malam tiba. Apalagi karena tidak ada waktu bermain. Meskipun Inggris selalu ada bersamanya setiap hari, kontak yang mereka lakukan sangat sedikit.

Benar kata Hong Kong, Inggris lebih suka menyembunyikan apa yang penting baginya dari pada memamerkannya.

Jepang dan Inggris baik-baik saja dengan minim kontak seperti itu, tapi Prancis merasa tidak sabaran dengan mereka. Dia merasa kesenangannya telah diambil tanpa sebab dan merasa bosan setiap hari, tapi hal itu malah membuat Inggris bahagia.

Tanpa terasa tinggal seminggu lagi mereka berada di Akademi, waktu tampak bergerak perlahan namun juga cukup cepat. Mereka mengakhiri latihan sebelum makan malam dan tidak akan melanjutkannya setelah ini, karena mereka akan beristirahat untuk persiapan perform esoknya. Penonton yang mereka undang hanya warga desa sekitar, lahannya telah disiapkan, jadi ini perform luar ruangan.

Dan akhirnya setelah menahan diri selama tiga bulan, mereka tidak ragu mengeluarkan bir dan minuman beralkohol lainnya setelah makan malam.

"Ehem..." Austria berdehem menarik perhatian yang lain, dia memegang gelas bir di tangannya. "Semuanya, terima kasih atas kerja keras kalian selama ini. Aku tidak menyangka kita bisa merampungkannya dalam waktu yang singkat, setelah---"

"Bicaralah saat kita selesai perform besok." Prusia berdiri dan mengangkat tinggi-tinggi gelasnya. "Bersulang~"

"Bersulang~" Semuanya berteriak kompak.

Austria yang terpuruk akhirnya mau ditarik Hungaria yang tidak bisa berhenti tertawa lucu, tapi setuju apa kata Prusia.

"Kenapa hanya aku yang minum jus?" Inggris mengeluh. Dirinya tahu seberapa buruknya dia saat minum, tapi tidak juga harus dilarang meminumnya.

"Karena kamu akan kehilangan kendali jika mabuk kan." Amerika mengeluh dengan mengangkat pundak.

Sebenarnya tidak hanya Inggris, yang tidak baik dalam alkohol juga diminta untuk tidak meminumnya dan harus dijaga oleh orang terdekatnya. Selain bisa mengganggu perform besok, para perwujudan harus menjaga diri dari mata manusia di sekitarnya.

"Inggris-san, aku akan menemanimu minum jus." Kata Kanada.

"Kanada anak yang baik." Kalau Kanada duduk di dekatnya, dia pasti akan mengusap-usap kepala Kanada. Inggris melirik Jepang di sampingnya yang sama sekali tidak ragu minum.

"Tapi-- apa Jepang baik-baik saja?" Jepang terlihat yang paling muda dari yang lain jadi pengalamannya soal alkohol pasti tidak banyak, jadi Kanada khawatir.

Jepang tidak mudah mabuk, tapi dia juga tidak berencana minum banyak. "Yang aku khawatirkan malah Cina-san."

Cina yang ingin meneguk untuk yang kedua kalinya menghentikan niatnya. "Aku tidak berperilaku buruk karena alkohol, hanya langsung tertidur."

Jepang mengangguk. "Baiklah, kalau Cina-san sedikit saja pusing, aku akan membawamu ke kamar."

"Tentu." Cina dengan senang hati setuju, dia percaya diri untuk tidak diperhatikan saat itu.

Kesempatan ini membuat mereka yang melakukan kepentingan masing-masing selama datang memiliki waktu untuk bicara tentang keseharian mereka sebelum datang atau tentang apa saja yang berubah di rumah mereka, tentunya mereka melakukannya dengan bermain kartu.

"Oh, Jepang, kau sudah pindah?" Amerika baru tahu saat Cina menyebutkannya, satu dekade ini dia memang jarang pergi keluar.

"Ya, sudah beberapa tahun ini. Jika ada waktu luang silahkan berkunjung."

Solar Eclipse ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang