"Serang!"
Suara itu mengejutkan semua orang. Bayu, Miko dan Ali segera menoleh ke arah pelataran gedung. Dilihatnya Beni dan Utay yang datang sambil bawa pasukan.
Zaki dan gengnya tercengang. Sialan! Rupanya Bayu bawa pasukan juga?
Sekumpulan anak muda itu segera turun dari motornya dan berlari menuju Zaki dan kawan-kawan. Beni dan Utay maju paling depan sambil bawa pentungan. Sedang Ali dan Miko menyambut teman-temannya itu dengan kagum. Lain dengan Bayu yang hanya tersenyum menyaksikan.
"Bantai!"
Zaki dan kawan-kawan segera maju guna menghadang Beni dan Utay. Sisanya menyusul di belakang sambil mengacungkan samurai.
Tawuran antar anak-anak remaja itu pun tak terhindari lagi. Baku hantam serta sabetan senjata tajam terus mereka layangkan satu sama lain.
"Apa lihat-lihat? Lu takut sama gue?! Dasar pengecut! Gue kira lu berani datang ke sini tanpa bawa pasukan. Nyatanya? Cuih!"" Zaki menghampiri Bayu sambil memainkan sebilah samurai di tangan. Dia yang sudah murka pada cowok kulit putih itu sudah tidak sabar pingin bacok si Bayu.
Bayu menanggapi dengan tenang. Matanya terangkat ke wajah si Zaki. Dia tersenyum remeh, "Kalo lo emang cowok, ayo kita gelut dengan tangan kosong."
"Banyak bacot lu!"
Zaki segera maju dan bersiap menebas leher Bayu. Beruntung Bayu pinter ngeles. Akibatnya si Zaki jadi kehabisan tenaga. Dia jadi kesal.
Prang!
Sajam yang dipegang si Zaki jatuh ke tanah karena ditendang oleh Bayu. Kini mereka bertarung dengan tangan kosong. Membabi buta dan brutal Zaki menghajar Bayu. Sepertinya dia memang ingin menghabisi lawannya itu.
"Jangan lari lu!"
Zaki segera mengejar saat Bayu berlari menuju ke jembatan. Di sana mereka kembali bertarung. Bayu sampai muntah darah akibat serangan bertubi-tubi dari si Zaki.
"Mampus lu sekarang," desis Zaki. Bibirnya menyeringai sambil berjalan menuju pada Bayu.
Sambil bertumpu ke sisi jembatan, Bayu berusaha bangkit. Dilihatnya Zaki yang sudah mendekat. Pemuda itu tampak mengambil sesuatu dari balik punggung. Rupanya sebilah pisau lipat.
"Mampus lu!"
Bug!
"Aarkh!"
Bayu berhasil menangkis serangan Zaki dan menendang dada lawannya itu. Namun akibatnya si Zaki nyaris jatuh dari jembatan. Bayu buru-buru menangkap lengan pemuda itu.
"Zak, ayo naik!"
Zaki muak melihat Bayu yang sedang berusaha menolong dia, "Lepasin tangan gue! Biar gue mati dan elu bakal ditahan polisi," desisnya.
Bayu mengernyit, "Apa yang elu dapet kalo gue lepasin tangan lo? Elu mati, itu bener. Tapi polisi nggak bakal tangkap gue karena gue nggak berniat bunuh lo! Jangan berpikir bodoh, Zaki! Cepat naik!" teriaknya kesal.
Zaki tersenyum remeh. Matanya menoleh ke bawah di mana lalu lalang kendaraan terlihat masih padat. Dia sedang tergantung di ketinggian sekitar sepuluh meter. Kalo jatuh sudah pasti dia mati, tapi si Bayu tetap hidup dan bisa terus bersama Icha. Ini tidak bisa dibiarkan!
"Apa alasan lu mau nolongin gue? Bukannya lu seneng kalo gue mati?! Lepaskan tangan gue! Biarin gue mati!" teriak Zaki. Matanya menatap tajam ke arah orang yang sedang berusaha menolongnya.
Bayu menggeleng, "Sampai sekarang gue nggak tahu, kenapa lo benci sama gue? Bahkan lo pernah bakar toko sembako orang tua gue! Mestinya gue biarkan lo mati di sini! Tapi gue masih punya hati, nggak kayak lo!"

KAMU SEDANG MEMBACA
MELTING ME SOFTLY (series)
Romansa(New Adult) Setelah lama menjomblo gara-gara diselingkuhin sama pacarnya, Bayu kembali berpetualang mencari cinta sejatinya. Namun, ternyata susah juga jatuh cinta dan percaya sama cewek lagi. Kayaknya Bayu trauma dan males pacaran lagi. Hingga kemu...