RENCANA

71 7 0
                                    

Suasana kembali menegang, saat sebelum dering telfon berbunyi. Dengan segera Keichiro kembali ke tempat duduknya. Dan mengisyaratkan Kogure untuk menjawab pangggilan tersebut.

"Ya, disini Bistro Jurer."

"Persyaratannya akan diubah..."Ucap seseorang di sebrang dengan suara berat.

"Loh, persyaratan yang tadi akan diubah?" Tanya Kogure bingung.

Di gudang kosong, Kairi berbicara di ponsel dengan sura yang diubah.

"Benar, ini adalah persyaratan yang sesungguhnya.Ekhmm."

Kogure yang merasa familiar dengan cara bicara seseorang itu, tersenyum curiga.
"Tolong turuti semua permintaan kami. 100 juta yen, gitar yang kami tinggalkan, dan...Seluruh koleksi lupin milik Kepolisian Global."

Mendengari itu Keichiro dan kedua temannya terkejut bukan main. "Apa?" Gumam Keichiro yang juga ikut mendengar apa yang si penculik mau.

Sementara itu, Kogure dan Noel saling mencuri pandang sembari menyeringai.
"Kepolisian Global pasti mendengar percakapan ini.Ingatlah, aku tak ingin ada gangguan lain."
" Dalam 30 menit,bawa semua barang itu ke gudang tua di wilayah selatan kota."Tuntasnya. Setelahnya panggilan terputus dari seberang.

"Gawat waktunya terlalu singkat." Tutur Tsukasa. Keichiro dan yang lainnya bimbang dengan apa yang harus mereka ambil sebagai jalan keluar.

Di gudang tua tempat penyekapan Kairi dan teman-temannya, mereka tengah bersuka ria terhadap apa yang telah mereka rencanakan. "Bagus~." Ucap Balance.

"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang!" Keluhnya dengan ekspresi frustasi yang terlihat berlebihan.Melihat kondisi Kogure yang seperti itu trio Patranger pun semakin kebingungan.

Sakuya berdiri dari duduknya dan mengambil Koleksi lupin milinya. "Jika kita menyerahkan ini....Kita tak akan bisa berubah lagi." Ujarnya.

Kogure masih berakting frustasi hingga saat Noel memanggilnya sembari menyerahkan koleksi lupin miliknya. "Monsieur Kogure." Panggil Noel.

Kogure berakting terkejut, "Jangan lakukan itu!" Ujarnya.
"Ini kan.... Ini kan barang yang kalian butuhkan.... Untuk menjaga kedamaian...Bukankah?! Ini barang yang sangat berharga!" Pekik Kogure seraya menunjukkan gestur tak percaya pada Noel.

Noel pun mengikuti drama yang di buat Kogure dan memulai aktingnya sembari tersengguk-sengguk Noel menyerahkan Koleksi Lupinnya, "Nyawa mereka jauh lebih penting dari barang-barang ini," Ujarnya.

"Iya, kan?" Sambungnya sembari menatap trio Patranger dengan ekspresi sedih.Sakuya mengangguk-angguk.

Keichiro dengan alis hitam tebalnya yang tertekuk mencoba untuk berfikir langkah apa yang harus di lakukan untuk mengatasi masalah ini, dengan tegas ia mengangkat kepalanya.
"Kepolisian Global akan melakukkan yang terbik saat bertugas!" Ungkap Keichiro sembari menyerahkan Koleksi lupinnya yang diikuti kedua temannya.

"Semuanya... Terima kasih banyak!" Pekik Kogure sembari memberi hormat pada trio patranger.
"Hahah, gue kibullin lo pada." Batin Kogure senang.

Diebuah gedung dekat dermaga, Keichiro tengah memantau menggunakan teleskpo. "Dengar..."Panggilnya pada teman-temannya yang tersambung oleh earphone.

"Jangan lakukan apapun sampai mereka berhasil diselamatkan."Perintahnya.

"Siap"Sakuya menimpali ketika sedang bersembunyi dibalik kontainer.

"Kita harus mengutamakan keselamatan Kairi dan teman-temannya."Perintah Keichiro lagi.
"Siap" Tsukasa menjawab.

Noel berjalan sembari mendorong koper dan menenteng tas gitar legendaris milik minato, ia berhenti ketika mendengar suara mobil dari kejauhan. Keichiro pun melihat ada mobil yang melewati gedung persembunyiannya.

Mobil van tersebut berhenti tepat di hadapan Noel. Sang Penculik aka Balance yang menyamar menjadi Minato dan Naga Rei yang menyamar menjadi Mananger turun dari mobil dan menurunkan tahanan mereka aka trio lupin.

Kairi dan kedua temannya turun sembari melihat keadaan seitar.Sakuya yang melihat sang pujaan hati tengah mnjadi sandera pun khawatir, " Umika-Chan." Pekinya khawatir dari kejauhan.

"Mereka berdua....terlihat berbeda dari sebelumnya." Celetuk Tsukasa yang memperhatikan Balance dan Naga Rei.

"Apa kau membawa yang apa yang ami minta?" Tanya Naga Rei. Noel berjalan maju dan membuka koper berisi uang dan koper berisi koleksi lupin milik Kepolisian Global serta tas gitar berisikan gitar legendaris.

Melihat itu, Kairi dan teman-temannya menyeringai. "Bagus. Bawa itu kemari," Perintah Naga Rei. Noel pun berjalan menuju Balance dan Naga Rei. Saat sampai ia memberikan koper berisi uang kepada Balance, Balance pun menerimanya dan membawa masuk koper tersebut.

Noel hendak memberikan tas gitar pada Naga Rei sebelum tiba-tiba tanah yang pereka pijak bergetar dan retak.Dengan dramatis Gangler muncul di tengah-tengah mereka membuat mereka berjalan mundur.

Tas gitar yang di pegang Noel terlempar di dekat Gangler. "Siapa itu?!" Pekik Balance yang hendak mengambil tas tersebut.

Dengan tampang seperti babi hutan yang bercula dua, si Gangler berjalan dengan percaya diri. Tiga brangkas berisi koleksi lupin terpampang jelas di kedua sisi bahunya dan dada sebelah kirinya.

Ia pun berjalan mengambil tas gitar yang membuat Balance memundurkan badannya. Noel panik dan melepaskan aksesoris kaca matanya. Keichiro yang memantau dari atas gedung pun ikut panik. "Keadaan darurat!" Ujarnya.

KYURANGER X LUPINRANGER X PATRANGERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang