Aku kamu dan kupu-kupu.
*****
Musim semi telah tiba. Banyak bunga bermekaran indah, tak lupa kupu-kupu juga ikut berterbangan. Musim panas sudah berlalu, akhirnya musim semi datang. Kaki-kaki kecil itu berjalan diantara rerumputan hijau tanpa alas kaki. Dengan disampingnya sosok pemuda berusaha menggandengnya menyebrang jalan.
"Hari ini kupu-kupunya sangat cantik," ucap pemuda itu tak lupa memandang jauh ke mata gadis yang sama sekali tidak bisa melihat.
"Ah benarkah? Aku tidak sabar untuk melihatnya. Pasti akan sangat indah jika aku melihatnya," tak tahukah bahwa air mata pemuda itu sudah mengalir deras. Gadis disampingnya dinyatakan buta setelah kecelakaan fatal satu tahun lalu.
Kota New York menjadi saksi bagaimana gadis itu berjuang untuk bisa melihat kembali. Satu tahun waktu yang sangat panjang agar terbiasa tanpa cahaya. Pemuda itu tahu betul, bahwa ia harus berkorban. Gadis disampingnya tidak punya siapa-siapa selain dirinya. Akan sangat berat jika ia meninggalkan gadis itu di tengah hiruk pikuk kota New York.
"Setelah operasi itu, pulanglah ke Indonesia. Ayah sudah menunggu di sana, dan kamu harus bersekolah," pesan pemuda itu.
"Kau akan ikut denganku kan, Edward?" Pemuda itu justru terdiam membisu. Ada rahasia yang tidak bisa ia katakan pada gadis disampingnya. Tangan pemuda itu mulai merapikan rambut terurai gadis itu yang tertiup angin.
"Lihat! Kupu-kupu itu berwarna biru. Suatu saat kamu akan bisa melihatnya hinggap ke sana kemari," ujar Edward.
Hari sudah mulai senja, Edward beranjak menggandeng tangan gadis disampingnya. Senja menjadi penutup pertemuan mereka kala itu. Edward dengan kegundahan hati, Seren dengan riang hati. Semuanya bercampur menjadi satu menyambut malam di kota berisik ini.
******
Operasi tengah berlangsung. Seren dibius total agar tidak merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Tidak ada yang menunggu di ruang tunggu pasien. Semua dokter sibuk dengan operasi besar ini. Hingga beberapa jam kemudian, operasi telah usai. Sesuai dengan pesan Edward, Seren dibawa pulang ke negara asalnya, Indonesia. Seren masih dalam pengaruh obat bius, tertidur lelap di jet pribadi miliknya.
Pendaratan sebentar lagi, landasan pacu sudah disiapkan. Jet itu pun mendarat dengan sempurna. Seluruh tenaga medis keluar dengan gadis yang tertidur di brankar rumah sakit. Semuanya tampak panik, berlari menuju mobil hitam yang sudah tersedia.
Jalanan Jakarta untungnya tidak terlalu padat hari ini yang tentu saja semakin cepat mereka sampai di rumah sakit ternama di Indonesia. Dokter-dokter sibuk menata brankar guna ditempati dokter itu. Seren dipindahkan ke brankar lain dan dibawa masuk ke rumah sakit.
"Semuanya stabil tuan, tidak ada yang perlu di khawatirkan," ucap pria berjas putih di samping ayah Seren.
"Apakah putriku sudah sadarkan diri?" Dokter itu mengangguk, ia membuka pintu ruang rawat milik Seren. Terlihat Seren sedang menatap lurus dengan perban di kedua matanya.
"Seren, ini ayah," Patra menggenggam tangan kecil anaknya lembut sembari menangis. Penantian satu tahunnya membuahkan hasil. Seren kembali pulang ke pelukannya.
"Ayah? Apa aku sudah di Indonesia?" tanya Seren.
"Iya, kamu sudah di samping ayah sekarang. Apa kamu siap nak?" Dengan semangat, Seren mengangguk mantap. Sepertinya ia tidak sabar untuk melihat seberkas cahaya lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kupu-kupu Kecil
Teen FictionKamu tau ga, kupu-kupu itu apa? Hewan? Serangga? Kupu-kupu memiliki makna tersendiri lhoo dalam kehidupan. Walaupun sayap nya rapuh dan mudah patah, mereka memiliki keindahan tersendiri. Ibaratnya, walaupun memiliki satu kelemahan, kita dapat memili...