Perth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha
⏩Ghostship Area☠️
⏩Area dewasa 🔞🔞🔞
⏩️ABO's Story
⏩MPreg Area ☠️
⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏
Finish : 25 Oktober 2024
"Dia pergi." Jawab Meen untuk pertanyaan Perth yang datang ke istana putra mahkota hanya untuk mencari adiknya.
"Kemana?" Tanya Perrh setelah diam sejenak. Dia kasihan dengan Meen yang harus memeriksa beberapa dokumen di meja, belum lagi telepon dan ponselnya yang terus berdering sedari tadi. Terlebih semenjak berita peperangan itu beredar.
Perth sekarang lagi di ruang kerja Meen. Dia segera ke sini setelah mendengar berita itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gak tahu, dia gak bilang." Meen memperhatikan Perth yang tampak resah. "Kamu tenang saja, dia pergi bersama Anan dan Noname. Pin menunggalkan Bee dengan Meen tuk menjaga Meen.
"Emang abang gak nanya dia pergi kemana?" Dia memanggil Meen dengan sebutan abang sesuai dengan yang Meen inginkan.
"Udah, tapi dia gak mau bilang mau kemana. Katanya aku gak perlu khawatir dan gak perlu curiga. Dia minta aku tuk fokus aja dengan pekerjaanku."
"Dan abang percaya aja? Nurut aja gitu? Gak ngelawan atau gimana? Istri abang pergi loh ama cowok, terlebih cowok itu menyukai istri abang." Heran dia dengan Meen yang nurut aja dengan adeknya. Kalau dia jadi Meen, fix! Pin pasti dia ikat dan gak boleh kemana-mana dan dia hukum jika dia gak nurut.
"Kalau dia pergi dengan yang lain mungkin aku cemburu, tapi dia pergi dengan Anan yang juga Omega, mana dia hamil... dia bahkan memintaku menikahi Anan jika Gulf meninggal." Papar Meen harus menghentikan pekerjaannya demi menghirmati kakak iparnya yang datang.
"Bentar-bentar, tadi abang bilang Anan hamil, iyakan?!" Cengo dia seperti orang idiot.
"Memangnya Pin tidak mengatakannya padamu mengenai Anan yang hamil?" Meen malah bertanya balik.
Perth tertegun, iris gelapnya bergerak ke kana dan ke kiri, dia tidak percaya namun fakta berkata lain sehingga tidak mungkin dia tidak bicara. "Kok Anan gak bilang sama aku ya kalau dia hamil? Monyet, katanya kami teman, tapi aku gak dia beritahu hal beginian." Perth ngedumel, seketika itu juga dia langsung menghubungi Anan mode video call. Masuk dan langsung di angkat.
"Selamat siang Perth..." Sapa Anan terdengar baik-baik saja di sana. Emang baik sih, ini dia lagi makan siang bersama Pin.
Dua orang itu memesan menu seafood ditemani kelapa muda.
"Monyet, lagi hamil gak ngasih tahu..." Kesal Perth sangat lancar kata monyet terlontar dari bibirnya membuat Anan terkekeh dan Meen berdehem.
"Kakak dimana sekarang, kenapa di sana ada suara suami adek?" Pin langsung merapatkan duduknya dengan Anan, sia ingin masuk juga kedalam panggilan video call itu.
"Kamu juga, lupa punya kakak. Kabar bahagia dipendam aja, mau sampai kapan kabar bahagia itu kalian simpan?" Omel Perth sembari menggeser kursi yang memiliki roda itu ke tempat Meen.