Tedy dan Mimi bertetangga dan berkuliah ditempat yang sama. Ayah mereka berteman baik, tapi tidak dengan ibunya yang selalu julid untuk kehidupan satu sama lain.
Seperti pribahasa, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Namun sayangnya, bukan sifat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua mahasiswa baru berkumpul kembali ke lapangan setelah menyelesaikan tugas pertama mereka.
"Oke adik-adik semua, terimakasih atas antusias kalian semua untuk hari pertama ospek ini. Sebelum ini berakhir, kita akan berkanalan terlebih dahulu sama ketua BEM kita yang mungkin sudah menjadi incaran para cewek-cewek disini" Fanya mempersilahkan lelaki itu untuk masuk ketengah lapangan.
"Tepat akurat! Dugaaan Mimi kali ini tidak salah"
"Teddy adalah ketua BEM kampusnya"
Mengapa dunia tidak mendukung Mimi untuk menjadi pribadi baru setelah bangku sekolahnya selesai. "Apa gue pindah kampus aja ya? Tapi pasti ibun sama ayah ngga izinin. Gue mau ngehindari bang Ashel malah ketemu mahluk halus kaya Teddy". Expresi kesal Mimi dapat dilihat dari kejauhan oleh laki-laki itu. Dia merasa ada angin segar yang membawanya untuk semakin bersemangat ke kampus setiap harinya.
*** "Assalamualiakum", Mimi memasuki rumah dengan tidak bersemangat dan melempar tasnya ke kursi.
"Waalaikumsalam, anak ibun kenapa?"
"Kampusnya ngga seru bun, Mimi pindah kampus aja ya"
"Loh loh kenapa? ada yang jahatin kamu?". Maya mendekati anaknya yang kini duduk di meja makan.
"Ada zombie bun, nyeremin"
"Siapa?"
"Bun, masa Mimi sekampus sama Teddy Bear sih,Mimi ngga mau"
"Teddy anaknya si pelit ya?"
"Iya tetangga ibun"
"Aduh sayang, ini sebenernya waktu yang tepat buat kamu cari info sebanyak-banyaknya biar kita ngga kalah julid sama si tetangga, biar info kita juga up to date. Ibun putuskan kamu tetap dikampus itu titik.
"Udahlah percuma juga aku ngadu, ibun ngga akan paham". Mimi meninggalkan meja makan dan mengambil sepotong tempe goreng dari piring yang tersaji disana.
*** "Mommy Mommy Hot News"
"Apa-apa? cepet sini masuk" Rima yang sangat mengetahui watak anaknya jika sudah begini, pasti tentu saja ada info yang anaknya dapatkan soal tetangganya. Dia manarik tangan Teddy masuk hingga keruangan keluarga, lalu duduk disofa dengan TV.
"Si Mimi kuning gonjreng satu kampus mom, sama abang"
"WHAT? Bukan Rima jika tidak lebai dan mendalami ekspresinya. "Orang udik itu masuk satu kampus sama anak ganteng mommy? Oh no!!!"
(ini gue kasih tau ngga ya kalo dia dihukum dihari petamanya masuk, berlebihan ngga ya kira-kira info ini. Mommy kayanya antusias banget kalo soal tetangga sebelah, tapi nanti jadi perkara baru)