⚠️(Adult only): Mature story. Please be wise.
❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
Mendapar lamaran mengejutkan dari sahabat bos, Kyandra yang sedang hamil dan ditinggal begitu saja oleh pacarnya tak punya banyak pilihan demi menyelamatkan nama baiknya. T...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mari kita menikah".
Kyandra Darmala mengerjapkan netranya berkali-kali, sepasang bulu mata lentik miliknya bergerak cemas mengikuti arah pandangan matanya. Butuh waktu beberapa menit sampai Kyandra bisa memproses segala hal. Menelan saliva, Kyandra memajukan bahu ke depan sambil berkata lirih. "Apa maksud anda pak? Menikah? Saya tidak salah dengar kan?".
Luciel meletakkan cangkir bersepuh emas berisi kopi hitam pekat ke atas meja kayu di depannya. Matanya bergerak, mendaratkan atensinya hanya kepada wajah cantik nan jelita wanita berahang tirus di depannya. "Menikahlah denganku maka permasalahanmu akan terselesaikan". Melirik cepat ke arah perut Kyandra.
Memahami maksud Luciel Djanusenta, Kyandra segera memeluk perutnya. "Saya tidak tahu bapak tahu dari mana perkara ini, namun saya bukan perempuan seperti itu. Ayah dari anak ini akan....".
"Dia menghilang tanpa kabar sudah sebulan lebih. Kemungkinan dia bahkan telah melupakan janjinya padamu dan menemukan wanita atau kehidupan baru".
Kyandra terperanjat mendengar kata-kata tajam yang keluar dari mulut Luciel, dibarengi ekspresi pias. Rupanya benar apa kata orang, Luciel Djanusenta hanya wajahnya saja yang setampan malaikat, hatinya begitu kejam.
Namun sayangnya Kyandra tak bisa membalas ucapan lelaki berdarah separuh Spanyol dan suku Jawa tersebut, karena ucapannya benar semua.
"Meskipun iya, saya bisa membesarkannya sendiri" Kyandra menegakkan bahu, mengangkat wajahnya tinggi-tinggi berupaya terlihat tangguh.
Bagaimana bisa pertemuan terkait kunjungan pembangunan proyek baru dua perusahaan besar malah berubah menjadi obrolan pribadi seperti ini?.
Memang dalam proyek kali ini, Kyandra diberi tugas khusus oleh Direkturnya untuk menemani dan mengawal Luciel menggantikan atasannya, jika ada pertemuan dadakan yang tidak bisa sang bos hadiri secara langsung. Seperti contohnya sekarang. Namun bukankah percakapan seperti ini bisa dibilang sangat diluar konteks? Tidak profesional? Terlepas dari itu, Luciel bisa tahu dari mana soal masalah kehamilannya?
Kyandra berpikir keras, seingatnya dia sudah berusaha menjaga rahasianya sebaik mungkin. Beruntung Kyandra bukan tipe hamil yang mengalami morning sickness, alih-alih makannya malah banyak sekali. Namun karena sejak dulu Kyandra hobi makan, tidak ada yang menyadari perubahannya, terlebih genetikanya yang sulit gemuk membuat bentuk badannya tidak gampang berubah walaupun sesungguhnya bobotnya bertambah.
"Begitu ya. Bagaimana kalau begini. Kontrak pernikahan dua tahun dan setelah itu kita bisa menentukan bagaimana ke depannya".
Kyandra menelan saliva, getir terasa di ujung bibirnya. Bisa-bisanya pria itu menawarkan pernikahan seperti pekerjaan biasa?.
"Sebenarnya apa tujuan bapak?" Kyandra tidak mau berbasa-basi lagi.
"Jujur saja. Aku butuh kau dan bayimu untuk membungkam musuh-musuhku. Dan kau membutuhkanku untuk menutupi aib" jawab Luciel. Menatap Kyandra tenang tapi ada ketajaman dalam suaranya.