Chapter 28. Kita Bikin Romantis

5 1 0
                                    

Rumah Ali selepas Isya.

"Makasih, Pak Kades. Saya nggak tahu apa yang terjadi sama Ali kalo Bapak tidak menolongnya."

Pak Kades manggut-manggut menanggapi ucapan bapaknya si Ali.

"Ini sudah kewajiban saya," katanya dengan tenang.

Bapaknya Ali mengangguk sambil tersenyum. "Ayo diminum teh nya, Pak!"

Pak Kades tersenyum hangat. Dia dan Ifay segera meraih gelas teh di depan mereka.

Sementara itu Bayu, Miko dan Beni ada di kamar Ali. Mereka sedang tertawa mendengar cerita si Ali tentang bagaimana dia sampai dikeroyok dan digelandang ke kantor polisi tadi siang.

"Edan! Untung lu nggak tidur di kantor polisi, Li!" Miko ngakak habis ngomong begitu.

Bayu geleng-geleng sambil tersenyum geli.

Beni menimpali, "Bisa pindah alam lu kalo sampai menginap di kantor polisi!" ucapnya lalu tertawa lagi.

Ali manyun. Dia kesel lihat ketiga temannya itu tertawa terus mirip pasien RSJ. Mereka  nggak tahu kalau dia masih trauma pasca insiden yang menimpanya siang tadi.

"Lagian Icha juga sih, ngapain dia pake pingsan segala? Padahal gue cuma bilang kalo si Bayu di rumah sakit? Ujung-ujungnya gue yang dikeroyok," gerutu Ali. Mukanya kelihatan kesel.

Beni tertawa mendengarnya. Sementara Bayu cuma geleng-geleng sambil tersenyum.

"Itu artinya Icha cinta berat sama si Bihun!" celetuk Miko.

Beni ngakak makin kenceng. Bayu tersipu mendengar ucapan si Miko.

Melihat Bayu yang lagi senyum-senyum, Ali cuma gigit bantal kesel.

***

Satu bulan kemudian di hari yang cerah di musim panas. Para pemuda Desa Kali Deres terlihat sibuk di lapangan poli yang berada di depan balai desa.

Mereka sedang melakukan persiapan untuk acara agustusan yang kebetulan diadakan di sana.

Ada banyak acara yang akan digelar, salah satunya aneka ragam perlombaan dan turnamen pertandingan bola poli dan bola tendang.

Bayu dan Miko ditunjuk oleh Pak RT untuk menjadi ketua panitia acara agustusan. Sudah jelas mereka sibuk hari itu.

"Li, pasangin kerupuknya! Iket biar kenceng!"

"Li, bawa balonnya ke sana! Jangan ampe meletus!"

"Li, siapin tepungnya!"

Sialan!

Si Bayu sama si Miko kerjanya tunjuk sana-sini doang! Ali jadi kesel disuruh-suruh melulu.

"Li, mau kemana lu? Itu belum kelar!"

"Bodo amat! Gue capek!"

Bayu bengong lihat si Ali ngambek. Dilihatnya temannya itu yang melenggang pergi meninggalkan lapangan.

Miko yang lihat si Ali minggat cuma geleng-geleng sambil senyum geli. Padahal jadi panitia acara jauh lebih pusing dan capek! Si Ali kerjanya ngeluh melulu!

"Udah, nih?"

"Udah!"

Miko dan Bayu segera mundur setelah selesai mengikat beberapa kerupuk sejajar. Lomba segera dimulai. Lima orang anak kecil umuran tujuh tahun segera maju.

"Ayo! Ayo!"

"Abisin, Cil!"

"Terus!"

Bayu tersenyum melihat ibu-ibu bersorak riang menyemangati anak-anak mereka yang sedang mengikuti lomba makan kerupuk.

MELTING ME SOFTLY (series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang