A Strange Engagement: 05

127 10 0
                                    

Jared masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana tatapan Rion saat melihatnya bersama sekretarisnya beberapa hari yang lalu. Tatapan itu penuh dengan kekecewaan dan kemarahan, membuat Jared merasa tertusuk. Namun, dia tidak bisa menjelaskan saat itu-Rion sudah terlanjur pergi sebelum Jared bisa mengeluarkan satu kata pun.

Hari itu, Jared sedang bekerja lembur ketika sekretarisnya, Clara, datang membawa kopi. Ia memang wanita cantik, tetapi bagi Jared, tidak ada yang lebih menawan selain Rion. Mereka berbicara sebentar tentang pekerjaan, tetapi Jared mulai merasa aneh ketika Clara mendekat terlalu banyak. "Gue udah tunangan, Clara," ia memperingatkan. Namun, senyum Clara justru semakin lebar.

"Aku cuma ingin membantu, Jared. Santai aja."

Saat itulah, tanpa Jared sadari, Clara sudah menyiapkan jebakan. Kopi yang ia berikan ternyata sudah dicampur dengan obat yang membuat Jared mulai merasa pusing. Ia mencoba menjaga kesadarannya, tetapi efeknya terlalu kuat. Semua terasa kabur, dan sebelum ia menyadari apa yang terjadi, Clara sudah mendekatkan wajahnya untuk mencium Jared tepat saat Rion datang.

"Rion..." bisik Jared, yang sudah terlalu lemah untuk menghindar. Rion, yang datang dengan harapan memberikan kejutan manis kepada Jared, justru mendapat kejutan paling pahit.

Panik karena tak bisa menjelaskan keadaannya, Jared hanya bisa menatap ketika Rion membuang kotak makan yang dibawanya dan berlari keluar dengan air mata mengalir. Clara langsung mundur dengan ekspresi puas, namun Jared yang marah langsung berdiri, walau tubuhnya masih terasa berat.

"Lo jebak gue, bajingan!" teriak Jared, penuh amarah. Namun Clara hanya tersenyum licik dan berbalik keluar ruangan, meninggalkan Jared dengan frustrasi yang mendalam.

Sementara itu, Julian sedang berada di apartemennya ketika Rion datang tanpa peringatan. Ia tidak menyangka Rion akan tiba-tiba muncul, terutama saat ia sedang bercanda dengan sepupunya, Freya, yang sedang berkunjung dari luar kota. Mereka sedang latihan seni teater-salah satu kegemaran lama Julian-dan kebetulan saat itu adegannya mengharuskan Julian bertindak seolah-olah ia sedang menggoda Freya.

Rion, yang sudah terluka oleh apa yang ia lihat di kantor Jared, tak bisa menerima lagi kejutan kedua ini. "Kamu juga?" bisiknya, nyaris tidak terdengar, tapi penuh dengan sakit hati. Pandangan mata Rion yang penuh kekecewaan membuat Julian terkejut, dan sebelum ia bisa menjelaskan, Rion sudah pergi lagi.

"Freya, tunggu di sini!" Julian langsung mengejar Rion, tapi sudah terlambat. Mobil Rion sudah melaju kencang, menghilang dari pandangan. "Sial!" Julian memukul dinding dengan frustrasi, merasa tidak berdaya. Freya, yang melihatnya dari jauh, hanya bisa menggeleng pelan. "Gue harus jelasin semuanya, tapi... dia nggak kasih gue kesempatan."

Freya, dengan senyum tenangnya, menepuk bahu Julian. "Tenang, Bro. Jangan lupa, gue lesbi. Jadi gue nggak akan bikin masalah buat lo."

Julian hanya bisa tersenyum miris. Semua terasa kacau, dan ia tahu perlu waktu lama untuk memperbaikinya.

Jared dan Julian akhirnya bertemu setelah kejadian itu. Mereka berdua frustrasi dan emosi, saling menyalahkan dalam kebingungan dan amarah. Saat mereka bertemu di rumah Jared, kata-kata tajam langsung keluar dari mulut keduanya.

"Lo bikin kacau semuanya, Julian Anjing!" seru Jared, meninju meja. "Lo juga! Gue liat Rion nangis pas pergi dari tempat lo!" Julian balas, matanya menatap tajam.

Mereka akhirnya saling terpancing, dan tanpa banyak pikir lagi, pertengkaran fisik pun terjadi. Pukulan demi pukulan terlontar, bukan karena mereka benar-benar ingin saling menyakiti, tapi karena mereka tidak tahu bagaimana mengatasi rasa bersalah mereka.

Ketika amarah mereka akhirnya mereda, tubuh mereka penuh dengan lebam dan rasa sakit. Keduanya duduk terengah-engah di lantai, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

A Strange Engagement || NoRenMin ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang