Perth Tanapon X Santa Pongsapak : Enigma X Alpha
⏩Ghostship Area☠️
⏩Area dewasa 🔞🔞🔞
⏩️ABO's Story
⏩MPreg Area ☠️
⏩Typo dan kata yang hilang bertebaran 🙏
Finish : 25 Oktober 2024
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️
Meski sepanjang jalan Koko menggerutu karena harus berangkat lebih pagi lagi karena Thomas suka sekali memberikan dia tugas yang merepotkan. Sekalipun dia menggerutu, namun Koko tetap berjalan menuju kediaman pria Alpha itu. Ketika sampai, sejenak dia tertegun melihat rumah Thomas yang berantakan, sepertinya pria Alpha itu belum beres-beres rumah selama satu minggu. Terbukti dari tangga dan beberapa perabotan yang berdebu.
Koko yang terbiasa hidup bersih, jadi merinding ketika berjalan menuju kamar Thomas. Dia tidak menyangka, salah satu raja dunia bisa sejorok ini. Padahal Thomas memang tidak punya waktu aja tuk beberes rumah. Lagian di akan segera pindah begitu istananya selesai di bangun.
Sembilan naga memiliki istana sendiri mengelilingi istana kekaisaran.
Koko melongokkan wajah, mencari keberadaan Thomas. Nafasnya tercekat melihat penampakan Thomas yang berada di atas ranjang dengan tubuh yang bertelanjang dada. Wajahnya seketika memerah namun seketika dia menggeleng dengan kuat. "Fokus Koko." Ucap Koko, dia datang ke sini tuk bekerja bukan untuk hal yang lain.
Koko segera mendekatkan dirinya, dia menyentuh bahu Thomas dengan perlahan lalu berkata, "Pak Thomas bangun, sebentar lagi Anda harus mengikuti rapat dengan raja lainnya di istana."
Melihat Thomas tidak bergeming, Koko berdecak kesal. Sebab sang pria sangat sulit untuk dibangunkan. Geram karena Thomas sama sekali tidak bergerak, Koko mengguncang tubuhnya lebih keras.
"Pak bangun Pak!"
Thomas akhirnya bergerak, namun bukannya bangkit atau membuka mata, Koko seketika terhenyak saat Thomas tiba-tiba menarik tubuhnya lalu membawanya ke dalam pelukan pria itu. Mata Koko seketika melebar sempurna, wajahnya kembali memerah merasakan aroma maskulin yang menguar dari tubuh pria ini. Astaga, dia bisa mengalami serangan jantung jika seperti ini.
"Pak!" Kali ini dia menaikkan nada suaranya supaya Thomas bangun.
"Astaga ternyata suara kamu lebih berisik dari Jane."
Koko tersentak mendengar suara dalam dari pria itu. Lantas dia mencoba bangun sembari berkata, "Jika bapak sudah bangun, kenapa bapak memelukku?Kurang ajar namanya jika seorang Alpha memeluk Omega yang bukan siapa-siapanya dia."
"Apanya yang bukan siapa-siapanya aku. Aku bahkan menemui The Emperor secara pribadi tuk memintamu menjadi sekretarisku." Jelas Koko kini dia melepaskan Koko dari dirinya. Membuat Koko segera bangkit lalu berdeham, mencoba meredakan debar jantungnya yang menggila di dalam sana, "Meeting dimulai satu jam lagi, Bapak harus bersiap-siap." Dia memilih abai dan tidak akan bertanya kenapa Thomas memintanya kepada Perth tuk menjadi sekretarisnya. Dia itu manusia polos yang enggan berpikir, apalagi memikirkan hal yang membuat dia pusing.
"Baiklah, aku akan mandi terlebih dulu. Kamu tolong pesan makanan untukku. Hari ini aku mau makan bubur ayam." Titah Thomas hanya dibalas anggukan ringan oleh Koko. Tapi begitu Thomas mengambil handuk mandi, Thomas kembali memanggil Koko, "Koko, kenapa sedari tadi wajahmu memerah, kamu demam?"
"Ah ya? Tidak, aku hanya kepanasan." Jawab dia memang tidak pandai mencari alasan tuk ngeles.
"Panas?"
Koko mengangguk polos sembari mencari makanan pesanan Thomas di aplikasi makanan yang ada di ponselnya.
"Ac di kamarku full loh dinginnya?" Tanggap Thomas membuat Koko seketika terperangah malu mendengar ucapan pria itu. Dalam hatinya dia menggerutu kembali. Ternyata pria Alpha di depannya ini sangat menyebalkan dari yang dia kira.
"Sebenarnya bapak mau mandi atau malah mau ngobrol? Ini udah jam 7 loh pak, belum jalan ke sana. Masak iya baru pertama meeting dengan raja bapak sudah telat." Dia mengalihkan pembicaraan yang berhasil membuat Thomas segera ngacir ke kamar mandi.
Setelah mandi, Thomas memakai pakaiannya begitu saja di hadapannya. Membuat omega dominan itu segera memalingkan wajahnya dengan cepat, "Apa bapak tidak risih memamerkan tubuh bapak di depan saya seperti ini? Saya Omega Dominan loh pak jika bapak lupa." Si polos yang selalu mengutarakan isi hatinya, langsung pada orang yang bersangkutan.
"Kenapa aku harus malu, kan kamu calon istri aku?"
Koko mengerutkan keningnya, sama sekali tidak paham dengan ucapan Thomas yang tiba-tiba seperti itu, "Maksud Bapak?"
"Bantu saya mengatur dasi!" Pinta Thomas malah membuat Koko berpikir sendiri mengenai perkataannya tadi.
"Eh? Memangnya bapak tidak bisa mengatur dasi sendiri?"
"Sudah tugas seorang istri membantu suaminya dandan sebelum berangkat kerja, kamu mau aku cari istri lagi? Mau kamu dimadu, hembn?"
Koko makin bingung, dia pikir pria Alpha di hadapannya ini masih mabuk atau dia memang sudah gila. Namun jantungnya kembali berdetak tidak karuan saat tubuh mereka berdekatan. Aroma maskulin itu membuat dirinya benar-benar gugup.
"Cepatlah, kamu akan membuat aku terlambat dengan gerakan kamu yang lambat seperti ini."
"Baik Pak," Jawab dia dengan kesal tertahan. Thomas jauh lebih kesal lagi. Sebab Koko sama sekali tidak peka bahkan sekedar bertanya pun tidak kenapa dia seperti itu.
Tangan Koko bergerak cepat mengatur dasi Thomas meski rasa gugup benar-benar menguasainya saat ini.
Setelah selesai, Thomas segera melangkahkan kakinya sementara Koko masih tertegun di tempat. Dia menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan, mengatur hatinya yang benar-benar gugup dengan semua tugas aneh ini.
"Koko, apa kamu benar-benar ingin membuat aku terlambat? Ini sudah jam setengah delapan loh, belum sarapan dan jalan ke sana."
"Ah, ma-maaf, Pak." Sahut Koko setelah menepuk wajahnya lalu berlari menghampiri Thomas yang sudah berada di depan pintu. "Fokus Koko, fokus!/Fokus Thomas, fokus!" Jerit hatinya keduanya dalam waktu bersamaan.
Ini akan menjadi awal bagi Thomas mendekati Koko secara ugal-ugalan. Mengingat Omega yang dia taksir sangat polos, gak peka dan terlalu jujur.
Sementara Koko, dia harus mulai terbiasa di cintai oleh Thomas yang agresif dan Playboy. Itu dulu, sekarang Thomas sudah pensiun menjadi Playboy, soalnya dia sudah menemukan seseorang yang akan menjadi tempat dia pulang.