"Kak Nunu ga papa kan?"Tanya Vian.
"Gimana ga papa,lu nyium gua bjir"Jawab Januar nafasnya terngah-engah.
"Kan kak Nunu yang nyuruh buat Vian cium,gimana si"
"Ga gitu,ahh udah lah"
Tentang seseorang anak muda yang baru kelas 11 SMA bertemu dengan ka...
Januar memeluk Vian,rasanya nyaman dan hangat"Kak Nunu Vian ga bisa napas nii"Celetuk Vian,Januar langsung melepaskan pelukannya.
"Maaff-maaf,kebawa suasana"Senyum Januar.
Vian menyenderkan badannya di sofa lalu menepuk pahanya"Sini tiduran,Kak Nunu harus istirahat"Januar pun menurut.
Januar bisa melihat wajah Vian dari bawah,benar-benar cantik,Vian tersenyum lalu mengelus-elus kepala Januar dengan lembut.
Perlahan senyap-senyap matanya tertutup,ia tertidur di paha Vian,rasanya begitu nyaman sampai ia tertidur.
Malam hari Januar terbangun,ia sudah melihat ada selimut yang menyelimuti dirinya,ia mengucak-ucak matanya,ia tersadar ini sudah malam,ia terbangun dari sofa dan langsung mencari Vian.
"Viann" "Viann" "Viann" Januar memanggil Vian beberapa kali namun tak ada sautan,Januar tambah panik,kalau benar Vian pulang seharusnya Vian meninggalkan pesan tertulis seperti biasanya,namun ini tidak.
Lala yang baru saja turun dari lantai tiga dan melihat Kakaknya sudah berwajah ingin menangis pun kaget.
"Kakak kenapa?"Tanya Lala.
Januar langsung menghampiri Lala"La kamu liat Vian ga?"
Lala yang tadinya kebingungan namun sekarang tersenyum licik"Oh itu,Vian udah pulang di jemput Ibunya,katanya ga boleh main sama Lala lagi,apa lagi ketemu Kakak,hikss aku sedih bangett"Lala pura-pura menangis.
Drama Lala sukses membuat Januar menangis,Lala yang tadi berwajah usil langsung serius karena Kakaknya benar-benar menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.
"Udahh Kakk,Lala bercandaa,Vian ada di atas noh,samperin gihh"Lala menenangkan Januar.
Januar langsung berhenti menangis lalu berlari menaiki tangga menghampiri Vian.
Benar saja ada Vian di sana yang sedang duduk di sofa yang berada di balkon teras rumah Januar"Viannnn"Panggilnya manja menghampiri Vian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vian kaget mendengar suara Januar yang tiba-tiba"Kak Nunu udah bangun?"Vian menyuruhnya duduk di pinggirnya namun Januar malah memeluk Vian.
Pelukan hangat di malam hari yang mereka rasakan,benar-benar hangat"Kak Nunu mending makan dulu gih,Vian udah masak sama udah bikin Cake"Printah Vian.
"Lu ga tinggalin gua kan?"Tanya Januar wajahnya seperti akan menangis lagi.
"Ga ko"Geleng Vian tersenyum,lalu Januar memeluknya lagi.
"Ayo turun temenin gua makan,tidur disinii ajaa yaa,nanti besok gua anter pulang kaya biasa"Ucap Januar di anggukki Vian.
Mereka pun berdiri lalu masuk ke dalam rumah dan turun untuk makan.
Setelah makan malam Januar dan Vian langsung menuju kamar,Lala hanya diam saja dan masuk kamar,ia juga sudah bosan karena menjadi nyamuk NuAn.
Klekk Januar mengunci pintu kamarnya lalu lanjut memegang pinggang Vian agar lebih dekat lagi.
Percikan ciuman terdengar jelas Januar terus mencium bibi Vian,lidah mereka saling bertemu.
"Emmhh"Desah Vian terush melengking dan membuat Januar tambah bersemangat.
Januar mendorong Vian agar berbaring di kasur dan Januar melanjutkan aksinya lagi.
Ciuman itu turun dari bibir ke leher,badan dan kaki,meninggalkan bekas-bekas cupang seluruh tubuh Vian.
"1 kali aja ya Kak,besok sekolah"Ucap Vian di sela-slea ciumannya ia memperingati Januar.
"1 kali bukan hubungan intin itumah,tapi nyoba,nyoba aja kadang lebih dari 1 kali"Januar memanyunkan bibirnya kesal.
Vian menghelakan napasnya"Okee 3 kali aja"
"10 kali"Tawar Januar langsung di tolak Vian.
"3 kali cukup yaa,nanti Vian ga bisa jalan lagi,Vian ga mauu ituu"Vian sudah seperti istri yang mengatur suaminya yang meminta jatah.
Akhirnya mau ga mau Januar menurutinya lalu ia lanjut mencium Vian.
"Gua masukin yaa"Izin Januar lalu ia memasukan penisnya ke dalam holenya Vian.
Jlebbbb Perlahan Januar menggerakan pinggulnya,ia tahu betul Vian tak akan melakukannya selain dengan dirinya,makanya hole Vian selalu terasa sempit.
"Ahh" "Ahh" "Ahhh" Desahan mereka terus melengking,mereka tidak peduli dengan Lala yang juga berada di rumah itu.
Januar mempercepat temponya"Ack Kak Vian mauu keluarr"Adu Vian namun Januar langsung menutup penis Vian dengan ibu jarinya.
"A-ahh ackhh ahh lepass Kakhh ah-ahh"Vian terus mencoba melepaskan ibu jari Januar dari ujung penisnya namun tangan Vian di kunci ke atas oleh tangan kiri Januar.
"Tunggu duluu,barengg"Ucap Januar.
CROTTTTT CROTTTTT Mereka keluar bersamaan,sperma Januar keluar di dalam hole Vian dan Vian keluar hinggal mengenai badannya.
Napas mereka terengah-engah"2 kali lagi"Ucap Januar tersenyum lalu mencium Vian.
Mereka terus melakukan hingga 3 ronde sesuai janji mereka tadi,sebelum tidur mereka berdua harus pindah kamar karena kamar Januar sudah berantakan sekali dan di penuhi dengan sperma mereka bedua.
Januar menggendong Vian ala koala menuju lantai 3 untuk berganti kamar,tubuh Vian hanya di tutupi dengan selimut sedangkan Januar hanya menggunakan celanya pendeknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.