Happy Marriage - Soukoku

63 11 14
                                    

.
.
.

Hari demi hari kian berganti. Tinggalkan masa lalu dan menuju apa yang telah menanti dimasa depan meski belum pasti. Sesiapa-pun tak tau kejutan apa dari masa depan. Begitu pula saat ini di kelas 1-B. Oh? Mungkin tidak hanya di kelas 1-B, sepertinya kelas-kelas lain memiliki kesamaan yaitu mereka juga sedang membahas topik panas. Tidak lain dan tidak bukan mengenai festival sekolah.
Festival ini diadakan dengan tema bebas dimana setiap kelas dipersilahkan untuk mengambil keputusan untuk tema masing-masing sesuai keinginan serta kesepakatan bersama antar wali kelas dan para siswa. Namun anehnya kelas 1-B terlalu berisik saat mendiskusikan hal sepele seperti ini. Ada apa sebenarnya?.

Di bangku siswa paling depan atau mungkin lebih jelasnya berada tepat berhadapan dengan meja guru terdapat sesosok pemuda mini-mini berambut oranye alias Chuuya, kini tengah meremas kertas kecil dalam genggamannya. Dia terlihat sangat kacau entah kenapa dan malah dibalas oleh tawa dari orang disebelahnya.
Tak tinggal diam, sangking kesalnya ditambah banyak sekali orang-orang mendukung dirinya membuat kepala Chuuya tak dapat berpikir jernih dan semakin memperpanas suasana hingga Chuuya melayangkan pukulan keras-nya pada meja.

"OI!! Diam lah, bodoh! Sama sekali tidak ada yang lucu di sini!?"
Wajah Chuuya semakin memerah karena kesal atau alasan lain. Apapun itu, jelas sekali sekarang dia sangat-sangat kesal melebihi biasanya.

"Ugh- jika kau tertawa lagi, aku akan membunuh mu, Dazai!". Lanjut Chuuya.

Dazai semakin tak bisa menahan tawanya hingga tak jarang sekali perban dilehernya jadi melorot akibat terus-menerus tertawa.
Tidak ada yang bertindak melerai, para NPC kelas mereka terutama gadis-gadis kaum fujoshi malah semakin salah tingkah melihat interaksi kedua manusia bagai siang dan malam tersebut. Drama Epic yang lebih langka dari gerhana Matahari total kini sudah dapat disaksikan langsung di depan mata, terlebih gratis dan tidak perlu bersusah payah cari link kesana kemari.

"Eh eh~, kalian juga lihat itu, kan? ... "

"Bukannya mereka sangat serasi? ... "

"Ya Tuhan!, Bahkan mereka masih juga tertakdir disaat seperti ini AAAAAAA!!~"

"Astaga!, itu sungguh romantis!."

Kata siswi-siswi anomali yang bertebaran.

"Ya benar sekali! ... Aaaaakh- aku sudah tidak sabar untuk melihat nya langsung!". Timpal teman yang lainnya.
Teman mereka yang duduk dibangku belakangpun ikut nimbrung dalam pergibahan tidak jelas dan tak bermanfaat mereka.

"Lihat-lihat, tubuh Chuuya yang mungil dan ramping itu pasti sangat serasi dengan Dazai yang tinggi!". Sahut yang lainnya.

"AAAAAAAA SKSMISJSIAJAK". Mereka malah jadi salting tidak jelas padahal yang dituju sudah lelah.

Kunikida sebagai wali kelas hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan suasana kelas tempat anak-anak didiknya tersayang ini. Sejak awal dia memang sudah mengetahui mereka semua tidak waras dan agak kelainan jadi dia membiarkan interaksi absurd mereka begitu saja. Toh juga nantinya akan sembuh sendiri.
Ternyata dugaan Kunikida salah. Mustahil sekali bagi mereka semua dengan kelakuan bagaikan anjing liar bisa kembali waras maupun pulih seperti sediakala. Pilihan Kunikida untuk membiarkan mereka malah membuat kelas semakin menjadi-jadi seolah tengah berada di tengah-tengah mini zoo.
Tulang buku catatan Kunikida dipukulkan pada meja hingga mengeluarkan suara keras. Jika tidak seperti ini, Kunikida tidak akan mendapatkan kesempatan bicara dan perhatian dari murid-muridnya.
Dirasa sudah hening dan eksistensi kembali tertuju padanya, Kunikida akhirnya angkat bicara lagi sebagai wali kelas yang baik dan benar.

"OK, semuanya dengarkan". Ia menghela nafas dan membenarkan posisi kacamatanya.

Kunikida meminta kertas ditangan Chuuya dan langsung diberikan oleh si jeruk mungil dengan wajah merahnya itu.
Kunikida lanjut menegaskan, "Ekhem- kita semua tau Dazai adalah laki-laki dan Chuuya juga laki-laki. Apa kalian tidak ada yang mau menggantikan posisi Chuuya?".

Stray Dogs Diary (One-shot)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang