29

76 8 0
                                    

Pagi hari pukul 09.45
Pagi ini Galang terbangun dari tidurnya,ia melihat ke arah Dean yang tidur di pinggirnya,ia tersenyum lalu memeluk Dean.

Semalam Galang tahu kalau ia pulang malam itu juga ia akan kena amarah oleh orang tuanya,jadi ia akhirnya memesan hotel untuk dirinya dan Dean.

Dean membuka matanya,ia akhirnya bangun,rasa sesak karena pelukan dari Galang.

"Sakit Galang,sonohan"Dean menyingkirkan Galang namun Galang tidak mau lepas.

"Ck gua mati ini,awass anjim"Namun Dean tak menyerah ia tetap berusaha menyingkirkan Galang dan akhirnya Galang melepaskan pelukannya.

Dean duduk ia mengatur napasnya sembari memegang dadanya"Pepek lu"Sinis Dean.

"Lu kenapa semalem mau jemput gua? kan gua udah bilang yang ngga-ngga ke lu"Tanya Galang menyangga kepalanya menggunakan tangan.

Dean tertidam sejenak"Lu bener Lang,gua suka sama lu,gua emang semenjijikan itu,gua benci banget sama lu pas lu bilang semua keluarga gua kaya begitu,tapi gua kayaknya buta,mau gimanapun gua suka sama lu"

"Gua Min-"Ucapan Galang terpotong oleh tawaan Dean.

"Bwahahaha udahlah,ayok turun gua laper pengen makan"Ajak Dean langsung turun dari kasur,Galang hanya diam saja dan akhirnya ia pun ikut tururn.

Saat makan Galang benar-benar melihat sosok Dean yang seperti biasanya,baik kepadanya,periang,banyak makan,dan selalu tersenyum.

Galang merasa bersalah,saat ia melihat senyuman Dean yang benar-benar bersinar,ia benar-benar merasa bersalah.

Selesai makan mereka pun pulang menuju rumah mereka"Ayo turun"Setelah Dean memarkirkan mobilnya di rumahnya,Galang dan Dean pun turun.

"Bayy,besok kalo lu masih ga enakan ga usah berangkat dulu,nanti gua yang bilang ke guru,yaudah sanah balik,emak lu khawatir di rumah"Dean mendorong Galang dari  rumah Dean.

Dean melambaikan tangannya sembari tersenyum,Galang terdiam,ia tahu kalau dirinya salah,ia harus meminta maaf.

"Gua masuk dulu,lu balik awas aja kaga"Dean menutup gerbang rumahnya dan masuk ke rumahnya.

Akhirnya Galang pun hanya bisa pulang dengan perasaan yang bersalah.

Hari menjelang sore dan Dean masih di dalam kamar mengurung dirinya,entah mengapa rasanya ia tak ingin keluar.

"Kakak makan dulu Kakk"Ucap Vian sembari mengetuk pintu kamar Dean namun tak ada sautan dari dalam.

Vian pun menghelakan napasnya,ia juga lelah 10 kali bolak-balik kamar Dean agar Dean mau makan.

"MAMAHH PULANGGG!"Sorak nya memasuki rumahnya dan sudah di sambut oleh istri tercintanya.

Vian yang mendengar langsung turun dan memeluk Mamahnya"Mamahhh! Vian kangen Mamahh lohh,Mamah ga kangen Viann?"Ucapnya memanyunkan bibir.

"Hahaha kangen ko sayangg,Kak Dean mana?"Tanya Mamah Dean.

"Ntuu di dalam ka-"

"MAMAHHH HIKSS MAMAHHHHH"Tangis Dean yang langsung mendorong Vian dan memeluk Mamahnya.

Vian hampir terjatuh,ia langsung melipat tangannya di dada sembari memanyunkan bibirnya.

Mamahnya pun mengelus-elus kepala Dean"Mahh Dean capee Mahh,Deann capeee ngejarr Galangg Mahhh hikss Mamahhh Dean capee"Ucapnya di sela-sela tangisnya.

"Ihh Kak Dean bau"Celetuk Vian menjepit hidungnya menggunakan jarinya.

Dean langsung sinis kepada Vian lalu ia mencium badannya dan benar memang bau,ia pun lanjut menangis.

"Udahh sayangg,mandi dulu gihh,terus kita makan malem"Ucap Ibu Dean langsung di anggukki Dean.

Setelah mandi Dean pun makan malam bersama dengan keluarganya lalu di lanjut menonton bersama di ruang tengah.

"Besok kamu harus berangkat lagi?"Tanya Melinda Ibu Dean kepada Zael Mamah Dean.

"Gaa ko sayangg,aku ambil cuti satu minggu,aku serahin semuanya ke sekretaris aku"Jawabnya di anggukki Melinda.

Dean dan Vian duduk di bawah mereka sedang menonton sembari mengemili snack sedangkan ke dua orang tuanya di atas.

"Vian Kakak mau tanya ke kamu,ko kamu mau jadi selingkuhan Januar?"Tanya Dean di dengar juga oleh kedua orang tuanya.

"Beneran itu Vian?"Tanya Ibunya panik dan takut anaknya menjadi perusak hubungan.

Vian pun menghela napasnya"Gaa lohh,Vian ituu cuman deket doang sama Kak Nunu,tapi sekarang sihh udahh pacarann"Jelas Vian memamerkan cincin di jarinya.

Dean langsung memegang tangan Vian dan melihat dengan dekat cincin yang melingkar di jari tengah Vian.

"Cincin apenih? kalian udah tunangan diem-diem?"Tanya Dean lagi.

"Ishh Kakak,jadi tuh kemarin Vian jalan sama Kak Nunu terus Kak Nunu ngasih cincin couple yaa Vian terima"Jelasnya lagi.

"Wihh cincin Chanel,asli ga tuhh"Celetuk Mamah Dean.

"Awalnya Vian kira bukan emas ternyata behh harganya di atas lima puluhan juta"Ucapnya membuat semuanya kaget.

"Ihh yang benerr,ahh jadii irii"Dean memanyunkan bibrinya.

"Minta Galang lahh"Ledek Vian.

"Ishh kamu mahh"Dean tambah badmood,namun Vian tertawa melihat wajah Dean yang jengkel.

"Galang itu sebenernya siapa?"Tanya Mamah Dean yang belum tahu wujud Galang,ia hanya tau namanya karena Dean yang sering curhat ke padanya.

"Galang anak tetangga itu,dia perhatian banget sama Dean,dia juga anaknya baik bangett,ramahh juga"Jelas Melinda.

"Ohh begituu,pantess anak Mamah suka,mau tau caranya biar bisa dapetin dia?"Zael menawarkan usulannya.

"Stopp Mahh,Dean gi capee beratt ngejar dia muluu,Dean mau istirahat bentarr biar ga gila gara-gara dia"Tolak Dean memasang wajah dramatis.

"Hilih besok juga pasti gini "Kangen Galang" Pasti begitu"Ledek Vian menirukan suara Dean ketika merindukan Galang.

Dean pun tambah marah,ia pun langsung mengambil snack yang berada di tangan Vian.

"Ishh Kakakk,buka lagi ihh,ini punya Vian"Rebut Vian namun di rebut lagi oleh Dean.

Kedua orang tua mereka hanya bisa melihat kedua anaknnya yang ribut di depannya.

Kedua orang tua mereka hanya bisa melihat kedua anaknnya yang ribut di depannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kakel Itu Pacarku || On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang