Suara langkah kaki terus terdengar dari bilik kamar. Perasaan berkecamuk dalam dua jika kini melebur menjadi satu. Sebuah harapan kini mulai tumbuh kembali. Deru nafas bisa di rasakan oleh seorang wanita manis yang baru saja terbanting lembut ke arah ranjang dengan seorang pria bertubuh besar berkemeja putih dan sudah sangat berkeringat di bagian dahi di atasnya. Menindih seorang kekasih yang ia tunggu selama bertahun tahun. Wajah tegas bercampur kelelahan kini tenggelam di bagian leher sang ratu. Bisikan dan gumanan sekecil pun dapat di rasakana oleh keduanya.
"Xa-.."
"Sshh.." desis langit yang memotong ucapan Retha dengan menempelkan jari telunjuk ke bibir sexy-Retha.
"Don't call me like that, honey" suara tegas dan serak terdengar lembut dari ujung telinga Retha. Jelas membuatnya merinding karena rasa geli.
---
"Mhh~.. arsenn- aww.. aah"
"Sabar sayang, tahan sakitnya. Oke?"
Segitu dulu rowwrrr....
kalau rame lanjut...
KAMU SEDANG MEMBACA
rethanilla the princess
RomanceSebuah janji yang hampir membuat langit ingin mati. Bertahun tahun ia mencari namun tiada hasil. Seseorang yang daoat membuatnya tersenyum kini pergi tanpa pamit dengan janji palsunya? Ohh tidakk!! Seharusnya waktu itu langit tidak akan menerimanya...