Dean sudah berangkat sekolah,ia sedang berada di kelasnya mengobrol dengan teman-temannya.
Namunn Galang masih belum berangkat,entah mengapa Dean juga tidak menjenguk Galang walau aslinya ia sangat amat khawatir.
Saat asik mengobrol Zidan tak sengaja melihat lookscreen handphone milik Januar yang menyala karena notif.
"Wihh apaan tuhh,cahh ilahh gandengan sama siapa luu? Neira? manah pake cincin lagi,gilaa gilaa kaya orang udah nikah waee"Ledek Zidan.
Januar langsung mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja"Irii aja bilang luu"Ucap Januar.
"Sama Neiraa yaa,apa sama cewek lainn hayooo"Ledek Axel.
"Hayoo sama siapaa hayoo"Zidan pun ikutan mendesak Januar.
Januar panik harus mengatakan apa,ia juga beberapa kali melirik Dean.
"Sama Vian"Celetuk Dean membuat teman-temannya diam.
"Rill kah?"Kaget Zidan.
Januar menghelakan napasnya"Mmm gua jadian sama Vian"Januar pun mengakuinya.
Zidan melirik Axel yang mulutnya terbuka karena ia sangat kaget,Zidan pun menutup mulut Axel.
"Nu lu jangan boongin kita nape,kaga lucu njir"Axel masih tidak percaya.
"Lahh ini buktinya njir,apa mau gua cipok si Vian di depan kalian?"Jawab Januar apa adanya.
"Iya,ehh! maksudnya tuh yang bener njir lahh"Lagi-lagi Axel tidak percaya.
"SAHAA YANG JADIANN?"Tanya Bella yang tak sengaja menguping.
"Si Nunu ama si Vian"Jawab Zidan.
Bella melirik Januar dengan wajah yang berbinar"Reall kahh Nuu? reall? reall?"Bella juga tak percaya.
"Ahh bacot udahlahh kalo kalian masih ga percaya mahh"Januar yang sudah lelah.
"Ehh kita jenguk si Galang yok?"Ajak Dean tiba-tiba membuat semuanya melirik ke arah Dean.
"Ehh iya juga ya,udah 5 hari dia kaga masuk,kita sebagai temannya jenguk yokk,gua takut dia kenapa-napa,tapi kaga papadeh kalo mati mah,biar utang gua lunas"Setuju Zidan.
"Yeee paok,gimana Nu? lu ikut juga kan?"Tanya Axel.
Namun Januar hanya diam"Ayoolahh Nuu plisss,pliss plissssssssss"Mohon Dean kepada Januar.
"Ahh iya-iya gua ikut"Jawabnya dengan nada malas.
Pulang sekolah Januar pulang seperti biasa dengan Vian namun kali ini mereka pulang bersama teman-teman Januar.
Mereka tidak pulang namun pergi menjenguk Galang,sebenarnya Vian tidak ingin ikut karena ia takut kalau teman-teman Januar tahu mengenai dirinya dan Januar.
Tetapi sebelum pulang Januar sudah berkata...
Flash back on
Di parkiran Januar dan Vian menuju motor Januar.
Januar yang hendak memasangkan helm kepada Vian melihat wajah Vian yang seperti orang khawatir.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Januar yang menyadari.
Vian kaget karena Januar yang bertanya secara tiba-tiba"Aku takut temen-temen Kak Nunu tau tentang kita"Jawabnya dengan wajah yang akan menangis.
"Temen-temen aku udah tau semua ko,aku yang ngasih tau,mereka juga ga masalah"Jelas Januar dengan nada lembutnya.
"Tapi kan"Tetap saja Vian takut kalau Januar tidak akan memiliki teman hanya perkara GAY saja.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kakel Itu Pacarku || On Going
Teen Fiction"Kak Nunu ga papa kan?"Tanya Vian. "Gimana ga papa,lu nyium gua bjir"Jawab Januar nafasnya terngah-engah. "Kan kak Nunu yang nyuruh buat Vian cium,gimana si" "Ga gitu,ahh udah lah" Tentang seseorang anak muda yang baru kelas 11 SMA bertemu dengan ka...