HOT DUDA | Gagal
•
Ayana memijat kepalanya yang terasa begitu pening sesaat setelah dirinya membuka mata. Pandangannya mengabur dengan kelopak mata memberat.
Netra coklatnya mengedar dan membelalak saat menyadari jika dirinya tidak sedang berada di kamar Emily. Tatapan matanya menyusuri ruangan yang beberapa kali pernah dia masuki.
"Astaga." pekik Ayana sesaat setelah dirinya sadar sedang berada dimana.
Gadis itu sampai terbangun dari posisi berbaringnya saking terkejutnya. Namun yang lebih mengejutkan lagi, kondisi dirinya yang saat ini benar-benar polos tanpa sehelai benang.
"Ya Tuhan." sekali lagi Ayana memekik dengan cukup keras sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Wajah gadis itu terlihat tegang dengan rambut berantakan. Kepalanya yang semula terasa pening seketika hilang. Kelopak matanya yang terasa memberat dalam sekejap berpendar dengan lebar.
"Kenapa aku bisa ada di kamarnya Om Adam?" gumam Ayana dengan raut pias.
Gadis itu mengedarkan pandangannya berharap tidak bertemu dengan pemilik kamar tersebut. Tapi sayang sekali, apa yang Ayana harapkan tidak sesuai. Nyatanya saat ini netra coklatnya tengah bertemu pandang dengan netra jelaga milik Adam yang tengah menyorotnya dengan tajam.
Ayana sontak semakin mengeratkan pegangannya pada selimut putih yang menutupi tubuhnya. Tubuh gadis itu menggigil ketakutan hanya dengan melihat tatapan tersebut.
"Lekas berpakaian dan temui saya di ruang tengah." ujar Adam datar tanpa ekspresi yang berarti.
Pria itu lantas beranjak dari tempatnya berdiri dan berlalu meninggalkan Ayana di kamarnya dalam kebingungan.
Setelah Adam benar-benar keluar dari kamarnya, Ayana buru-buru mencari pakaian yang bisa dia kenakan. Namun dia sama sekali tidak melihat dimana pakaian miliknya. Sehingga mau tidak mau, Ayana akhirnya terpaksa mengambil salah satu baju milik Adam yang bisa dia pakai.
Dengan sepasang kaki mungilnya yang tidak beralas, Ayana melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana Adam telah menunggunya. Jantung Ayana bergemuruh dengan hebat karena rasa takut yang menghampiri.
Langkah kecil Ayana terhenti saat netranya bersitubruk dengan netra gelap milik Adam yang menatapnya dengan begitu dingin. Gadis itu tanpa sadar meremas ujung kemeja milik Adam yang dia kenakan dengan wajah menunduk. Tak ingin tatapan tajam Adam semakin membuatnya tak berdaya.
"Tidak sopan." cibir Adam pelan yang masih bisa didengar oleh Ayana.
Gadis itu mendongak dengan tatapan protes. Tapi begitu melihat Adam menatapnya dengan tajam, lagi-lagi membuat Ayana merasa takut.
"Duduk!" titah Adam masih dengan ekspresi yang sama.
Ayana segera mendudukkan dirinya di sebrang Adam. Meremat kedua tangannya dengan gelisah. Apalagi saat iris coklatnya menatap ke arah Adam yang juga tengah menyorotnya dengan tajam.
"Apa kamu ingat apa yang telah kamu lakukan semalam?" tanya Adam tanpa basa-basi.
Ayana tak langsung menjawab, melainkan mencoba untuk memutar ingatannya mengenai kejadian semalam. Dimana samar-samar dia mengingat dirinya dan juga Adam tengah b.e.r.c.u.m.b.u dengan panas. Lalu ketika suasana di antara mereka semakin memanas, Ayana tak lagi mengingat kelanjutannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Duda [Sequel of Sugar Baby]
Romance"Sampai kapanpun saya tidak akan bisa membalas perasaan kamu, Ayana. Hati saya hanya milik Millie Watson." kata Adam tegas. "Lalu apa arti dari malam-malam yang pernah kita lalui selama ini, Om? Apa semua itu nggak ada artinya buat Om Adam?" tanya A...