28

717 111 17
                                    

Tempat yang selalu ramai selama 24 jam. Tidak pernah sepi karena banyak orang-orang keluar di jam random.

" konnichiwa asa-chan."

Asa mengangkat alis. Kaget saat baru ingin pergi keluar rumah, ada teman lamanya Kun datang. Keduanya bertetangga. Jarak rumah Kun hanya sekitar 3 rumah.

" Kamu disini?"

" Yaa~ 1 bulan lalu aku pulang kemari."

Asa mengangguk sambil jalan pelan untuk keluar daerah gang rumahnya bersama Kun.

" Bagaimana Korea?"

" Bagus....aku betah disana."

" Itu negara yang sangat indah."

" Yaa~"

" Apa kamu memiliki pacar disana?"

Asa mendongak ngeliatin Kun.

" Kenapa bertanya?"

" Tidak boleh lagi? Aku pikir jika belum ada, aku akan datang bersama orang tuaku."

Asa tersenyum kecil sambil Kun tertawa.

" Apa ada rencana untuk kembali ke Korea?" Tanya Kun.

" Ntahlah. Jika aku menikah dengan orang Korea, aku pasti akan kesana lagi." Jawab Asa sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku Hoodie.

" Mau ke bukit? Kita bisa lempar koin keberuntungan." Ajak Kun.

" Ok." Angguk Asa. Jalan menuju bukit dan disana sudah banyak orang-orang antri.

" This one."

Kun memberikan 1 koin untuk Asa. Keduanya melangkah maju dan melempar koin itu masuk ke sebuah sumur.

Tangan Asa bertepuk tiga kali lalu dia berdoa sambil memejamkan mata.

.

.

.

.

.

.

.

Dong!!!!!!!!!!!

Suara gong menggema di sekitar kuil. Rora langsung mendongak sambil badan perlahan berputar.

Dia ada disana karena menemani Chiquita ibadah sebentar. Cowok itu jalan pelan melihat ukiran-ukiran di tembok tentang agama budha. Dia gak paham soal agama ini. Jadi hanya mengamati aja sambil nungguin Chiquita selesai.

" Bangunannya gak besar tapi terasa nyaman." Gumam Rora sambil tangan menyentuh guci ukuran sangat besar dan tinggi.

" Nice~~" Pujinya.

" Dain."

Rora berbalik.

" Sudah?"

" Hem." Angguk Chiquita. Keduanya keluar segera dari kuil. Suara gong itu terdengar lagi bikin Rora berhenti jalan dan ngeliat ke dalam kuil.

" Itu di pukul kan? Bukan bunyi sendiri."

" Iya di pukul. Gong nya besar. Jadi kalau ada kegiatan ibadah pasti bakal di bunyikan." Jelas Chiquita bikin Rora paham sambil jalan lagi keluar kuil. Karena kuil ini gak bolehin ada kendaraan, mereka parkir motor cukup jauh.

---

Ferrari itu datang dan menyebar ke sisi jalan buat parkir di depan kafe.

" Barang gue bawa." Suruh Ella sambil memantapkan posisi mobil ini biar gak terlalu ke tengah.

Triple R (COMPLETED )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang