Bab 11: Perasaan apa ini?

6 2 0
                                    

Sebelum membaca jangan lupa buat vote ya semuanya, tolong di vote ya! Lagian tinggal pencet tanda bintang dibawah kalian artinya sudah vote. Terima Kasih...

★—★—★—★—★

  Hari-hari berlalu, Odette melalui hari-harinya seperti biasanya. Hari ini adalah hari biasa, ia belajar lalu mengikuti les privat atau apapun itu yang diperlukan untuk seorang putri.

  Odette yang masih tidur terbangun akan kehadiran pelayan pribadinya Geneva, yang sudah berada di dalam kamarnya.

"Yang mulia sudah bangun ya?? Selamat pagi yang mulia". Gumam Geneva lalu segera memberi sapaan untuk Odette.

"Selamat pagi juga." Sahut Odette yang masih mengantuk.

"Kalau begitu mari saya bantu bersiap-siap." Lanjut Geneva sambil membuka tirai gorden yang belum selesai ia buka satu persatu.

  Setelah rutinitas bangun tidur itu, Odette bersiap-siap untuk belajar dengan guru pribadinya dibantu dengan Geneva.

  Odette yang sudah selesai mandi menghabiskan waktunya untuknya memilih pakaian yang hendak ia kenakan hari ini di ruang ganti.

"Yang mana ya yang cocok buat hari ini?" Gumamnya sambil memilah berbagai gaun-gaun di lemari pakaian.

  Karena Odette tidak bersekolah seperti anak para bangsawan dan keluarga kerajaan lain ia tetap belajar privat di istana Harmone. Ia biasanya memakai gaun karena tidak memiliki seragam sekolah.

"Geneva, bagaimana kalau yang ini saja?" Tunjuk Odette pada sebuah gaun bercorak bunga berwarna biru.

"Geneva, bagaimana kalau yang ini saja?" Tunjuk Odette pada sebuah gaun bercorak bunga berwarna biru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wahh.. pilihan bagus yang mulia! Kalau begitu mari saya bantu pakaikan." Puji Geneva sambil mengambil gaun tersebut lalu membantu memasangkannya untuk Odette.

Ia kemudian memilih sepatu dan perhiasan lain yang hendak ia kenakan. Setelah siap, ia berkaca di depan cermin yang sangat besar sambil berkacak pinggang.

"Hmmm... Sudah pas. Apa aku cantik Geneva?". Tanya Odette pada Geneva yang sibuk merapikan barang-barang yang berantakan karena Odette mengotak-atik semuanya sejak tadi.

"Ah, maafkan saya. Saya kurang mendengarkan anda." Sahut Geneva yang membungkukkan badannya di depan Odette.

"Yasudah lah kalau begitu aku pergi ke ruang belajar saja." Ucap Odette sembari berjalan keluar dari ruang ganti.

  Geneva yang merasa bersalah segera mengejarnya Odette yang sudah berjalan keluar. "Yang mulia putri, mau saya temani untuk ke ruang belajar?". Tawarnya.

"Sudah tidak apa-apa, aku mau pergi sendiri saja. Kalau begitu kamu bereskan saja yang berantakan disini." Jawabnya sambil keluar menghilang dari pandangan Geneva yang sedang berada di dalam ruang ganti.

  Ia melewati koridor istana yang dibuat dengan sangat ingin dan mewah sehingga menciptakan kesan megah kerajaan Harmone.

  Ia melewati koridor istana yang dibuat dengan sangat ingin dan mewah sehingga menciptakan kesan megah kerajaan Harmone

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Princess With MagicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang