Part 27

27 6 15
                                    

P
Jum'at, 3 Jan 2025

Hai semua,,, 🙂
Jujur, aku senang banget + ga nyangka ternyata masih ada yang baca ceritaku ini.
Tadinya aku pikir buat stop aja dan ga mau lanjutin lagi... Eh, ternyata masih ada yang ninggalin jejak sekalipun itu vote. Terimakasih guys. Terimakasih untuk notifikasi penyemangat nya.

💭💭💭

Alcys PoV.

"Kau yakin ini tempatnya?" Untuk kesekian kalinya aku bertanya sembari memandangi sepotong kertas lusuh yang berisi sebuah alamat.

Aku memandangi alamat itu lekat-lekat. Semakin aku memperhatikannya, semakin kuat pula jantungku berirama. Pertanda apalagi ini? Kenapa tubuhku menegang dan gelisah hanya dengan melihat alamat ini.

"Ya, nona. Saya diberikan alamat itu oleh pria itu langsung."

Aku mengangguk paham. Pria yang ia maksud adalah pria yang membayarku malam ini. Tak harus ada yang dikhawatirkan, bukan? Hampir setiap hari aku menghadapi pria hidung belang yang lapar itu, terus apa yang harus aku takuti saat ini? Bukankah semua ini akan sama saja dengan malam-malam sebelumnya?

Sekilas aku beralih melihat pria di depan ku. Pria yang memberiku alamat ini sekaligus yang mengatur pertemuan-pertemuan kami para wanita malam untuk diperkerjakan.

Tapi, tunggu dulu. Ada apa dengan tatapannya.

Ia menatapku begitu dalam tanpa mengedip. Bahkan tubuhnya terlihat sedikit kaku menahan kegugupan.

"Ada apa dengan mu? Kau terlihat menegang dan seolah sedang menyembunyikan sesuatu yang besat. Bisakah kau berekspresi biasa saja?"

"Ah iya, nona. Maafkan sikap saya."

"Membuatku ikut menegang saja." Aku tak lagi mempedulikan pria itu, langsung saja aku meraih tas kesayangan ku dan melenggang pergi menjauh darinya.

Sepertinya aku harus mengisi benda ini terlebih dahulu.

Aku merogoh isi tasku sendiri. Di dalamnya biasa aku selipkan beberapa jenis senjata yang terlihat lebih seperti perhiasan. Macam-macam jenisnya, kalung, anting, cincin, dan gelang. Semua perhiasan itu telah didesain sedemikian rupa yang sebenarnya terdapat rongga kecil di dalamnya yang seperti suntikan berisi zat-zat berbahaya. Berbagai macam dosis yang aku siapkan, mulai dari pingsan ringan hingga racun yang mematikan.

Jika ada pertanyaan untuk apa aku melakukan ini, tentu saja untuk pertahanan diriku sendiri. Remaja Asia dengan modal nekat menyeberangi lautan luas untuk melompati benua tentu saja menakutkan. Aku aku berpikir untuk membuat senjata sendiri melalui perhiasan-perhiasan itu agar tidak dicurigai.

Jika aku menggunakan senjata api tentu saja itu ilegal.

💭💭💭

Stevie PoV.

"Ada apa dengan mu? Kau terlihat menegang dan seolah sedang menyembunyikan sesuatu yang besat. Bisakah kau berekspresi biasa saja?"

"Ah iya, nona. Maafkan sikap saya."

Sayup-sayup aku mendengar suara gaduh yang sangat aku kenali keduanya.

Hah, membosankan sekali jika kau harus beradu argumen dengan wanita itu, sekalipun sebenarnya aku masih belum puas mengganggunya, tapi kali ini aku sedang tidak berselera untuk melakukan apapun. Terlalu melelahkan.

Aku terus memperhatikan interaksi mereka. Keduanya terlihat menegang yang terlebih salah tingkah. Terutama sang pria yang terus menatap lawan bicaranya dengan tatapan lurus, tanpa kedipan sedikitpun. Tak biasanya pria itu bersikap seperti itu. Biasanya ia akan sangat yakin dan bahkan memaksa kami dengan tawaran-tawaran yang ia punya. Tapi kali ini?

Perfect Tonight [ SLOW UPDATE ✓ ✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang