☆☆☆
74.PERMINTAAN MAAF
Seseorang akan berharga jika dia sudah pergi dari kehidupannya.
...
Lintang memikirkan Ziel, Kanglim yang melihat Lintang sendirian pun menghampirinya, "Lo kok kayak nya lagi banyak pikiran kenapa?"
Lintang menoleh pada sumber suara itu, "Lim, gue minta maaf gue gagal buat nggak bikin Ziel nangis, nyatanya dia nangis sama perbuatan gue sendiri,"
Sebenarnya ini juga bukan sepenuhnya kesalahan Lintang, Dia juga yang salah terlalu terburu-buru untuk membuat mereka saling jatuh cinta dan mempunyai sebuah hubungan.
Kanglim menepuk pundak Lintang dua kali, "Nggak papa, Antara lo dan Ziel sama sama sakit, Kita yang selalu buat lo secepatnya lupain Farka, dan Ziel? yang mendapatkan rasa sakit itu."
"Gue yang salah disini, Bukan lo apa lagi Ziel, gue yang salah, Lin." kata Kanglim. Jujur, Lintang jarang menangis didepan orang ntah kenapa dia hari ini mengeluarkan air matanya.
"Lim, Andai perasaan bersalah gue sama Farka itu nggak ada, Mungkin gue bisa mencintai hebat buat Ziel."
"Kalau gimana nanti malam Lo datang kerumah Ziel, lo minta maaf atas semua hal, Karena Ziel bukan tipikal orang yang lama-lama marah sama orang lain," usul Kanglim.
"Percuma, Lim, gue kemarin chat dia,
gue telfon dia, sama sekali nggak ada balasannya," ujar Lintang.
"Coba aja temuin dulu, siapa tahu dia luluh, bujuk dia." Ujar Kanglim. Lalu datang Ian.
"Lim," panggil Ian.
Keduanya spontan langsung menoleh kearah sumber suara atau lebih tepatnya belakang yang dimana itu adalah suara khas milik seseorang, Ian. "Ayok Pulang." ajaknya. Kanglim beranjak dari tempat duduknya, dan laki-laki yang mengajaknya hanya tersenyum tipis.
"Lin, Semangat buat jelasin semuanya ke Ziel, gue yakin semua itu butuh proses, tapi Ziel nggak seegois dan semarah itu kalau kesalahan lo emang nggak fatal buat dia." Ucap Kanglim.
Lintang menatap keduanya pergi, Lalu ia bangkit juga dari duduknya. Ya, dia harus kerumah Ziel, seperti yang dikatakan oleh Kanglim tadi. "El, semoga lo mau maafin gue." monolognya.
Tidak terasa malam hari sudah tiba,
Saat ini sedang ada Lintang yang ada didepan rumah besar milik Ziel. Ntah kenapa perasanya tiba-tiba gugup.
Dengan segala keberanian yang dia punya, dia memencet bel rumah itu.
Ting nong
Ting nong
Ting nong
Masih belum ada yang membukakannya, dia memencet bel itu sekali lagi, siapa itu yang buka adalah Ziel. Dia sangat berharap.
Tapi yang membukakan pintu rumahnya bukan Ziel, melainkan pembantu yang ada dirumah itu, "Kenapa ya den Lintang kesini?" tanya Bi Inaya.
"Ziel nya ada Bi? Kalau ada saya mau ketemu sama dia," Inaya tidak tau harus berbuat apa, Tapi, tadi Ziel sudah berpesan kepadanya jika ada seseorang yang datang, dengan nama Lintang Granada Sanjaya, untuk bertemu dengannya bilang saja Ziel tidak ingin bertemu dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Ian [END] ✔️
Romance[ SEBELUM KALIAN MEMBACA CERITA INI DIHARAPKAN UNTUK FOLLOW TERLEBIH DAHULU‼️] Ini tentang Hwang Ian Adiwipama, Laki-laki nomor 1 yang disegani seantero SMA ANDROMEDA DAN SMP WIRSA DIPTA DULU Ketua geng besar diwilayah Makassar dan Jakarta-AODRA. Ba...
![Dia Ian [END] ✔️](https://img.wattpad.com/cover/331962411-64-k443710.jpg)