What If?

187 18 5
                                    

"Dray, bagaimana jika seandainya kita tidak pernah bertemu? Dan disaat itu kau sudah memiliki pasangan lain yang kau cintai, kau menjalin kasih dengannya bahkan sampai menikahinya, dan setelah menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia bersamanya, baru disaat itulah kita bertemu, lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Harry tiba-tiba memecahkan keheningan keduanya. Draco selaku yang dilemparkan pertanyaan terdiam sebentar untuk mencerna kira-kira jawaban apa yang akan ia berikan.

"Maka aku akan meninggalkannya demi bisa bersamamu, aku tidak bisa egois dengan menginginkan kalian berdua, maka aku harus memilih, dan pilihanku jatuh padamu." jawabnya dengan enteng, lalu setelah itu ia menenggak minuman soda yang berada di genggamannya.

"Tapi kau benar-benar mencintainya! Sebelum bertemu denganku kau mencintainya dan bahagia hidup bersamanya!" Harry mencoba menjelaskan situasi rekayasa.

"Iyaa mungkin, katakanlah seperti itu, tapi aku tau, aku akan jauh lebih bahagia bersamamu, sama seperti apa yang sedang kita jalani saat ini." jawab Draco dengan senyum menghiasi wajahnya, ia terlihat bangga dengan jawaban yang diberikannya.

"Apa? Semudah itu? Aku tidak pernah tau jika kau sejahat ini, Dray. Kau tega meninggalkan orang yang kau cintai selama bertahun-tahun, hanya untuk seseorang yang baru saja kau temui?" Harry memiringkan kepalanya sedikit. Alisnya mengerut dengan mata yang menyipit tak percaya, ia tidak habis pikir bisa-bisanya Draco dengan mudahnya berkata demikian.

"Jika seseorang yang baru saja kutemui itu adalah kau, kenapa tidak?" balasnya lagi membuat Harry membuka mulutnya lebar-lebar.

"Ohh. Jadi, dengan kata lain kau akan melakukan hal yang sama?" tanya Harry membuat Draco menaikan sebelah alisnya, bingung. "Maksudnya?"

"Iyaa, kau akan melakukan hal yang sama padaku! Sekarang kita menjalin kasih, kau bilang kau mencintaiku, yaa setidaknya untuk saat ini, tapi kita tidak pernah tau bagaimana kondisi kedepannya, bisa saja nantinya kau bertemu dengan seseorang yang mampu membuatmu jatuh hati, lalu dengan mudahnya kau meninggalkan ku begitu saja, seperti yang baru saja kau katakan!" Mendengar itu Draco langsung menggelengkan kepalanya. Tidak, bukan begitu maksudnya. Sungguh.

"Apa? Tidak! Aku tidak mungkin melakukan hal itu sayang! Kau tau kan betapa aku mencintaimu, bisa gila aku jika tanpamu!" Draco mencoba meraih tangan Harry. Tapi, sebelum itu terlaksana Harry lebih dulu menepisnya. "Tapi, itu tetap tidak menutup kemungkinan jika kau akan melakukan hal yang sama padaku!"

Draco menyadari jika ia baru saja melakukan kesalahan, ia mulai berpikir keras, memikirkan jawaban apa yang sekiranya cukup membalikkan situasi ini. "Okay, maaf. Aku tarik kembali jawabanku sebelumnya, anggap saja jika aku tidak pernah mengatakannya. Baiklah, kalau begitu, aku akan setia dengan pasanganku tak perduli jika kita baru saja bertemu atau tidak—"

"Ohh. Jadi, sekarang maksudmu kau tidak memilih ku? Kau tidak mau hidup bersamaku? Kau lebih memilih dia di bandingkan aku?!" Bukannya membaik, jawaban barunya itu kini malah membuat situasi semakin memburuk, bahkan Harry-nya mulai menaikkan nada bicaranya.

"Sayang, kau tau bukan begitu maksudku—" Draco mencoba menjelaskan. Tapi, sialnya Harry enggan mendengarkan, "Lalu, apa maksud mu, haah? Ohh aku tau, maksudmu adalah kau tidak menganggap ku dan perasaan ku? Iyaa kan?!"

"—bukan, tidak begitu, maksudku adalah itu sama artinya jika aku akan selalu setia padamu dan aku tidak akan pernah jatuh hati pada orang lain yang baru saja kutemui!" jelasnya dan mencoba membuat kekasih hatinya ini mengerti, namun Harry tetaplah Harry yang suka sekali mencari-cari masalah dalam hubungan mereka.

"Halah alasan. Aku akan mengadukan hal ini pada Ibu!" Harry beranjak dari sana meninggalkan Draco, "Sayang, dengarkan aku dulu!"

The End

Kasian Draco wkwkwk 😭

Maaf kalau ada typo atau ada kata-kata yang rancu, permisi Byee 👋🏻

Random Story (Drarry)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang