Kelas belakang sekolah yang kosong itu kini menjadi saksi bagaimana putusnya kedua pasangan yang dikagumi secara bersamaan.
"Kenapa mutusin gue Jae! Apa salah gue coba jelasin dulu jangan langsung putus kaya gini!" Teriak Asahi air matanya sudah mengalir semenjak Jaehyuk mengatakan putus padanya.
Begitupun Junkyu sahabat kecil Asahi sudah terisak didepan Haruto dengan menutup wajah lucunya, dibanding Asahi yang sering melawan Junkyu sedikit lemah.
"Hahh keluarga gue udh berjanji buat ngejodohin gue sama sahabat lama mereka" ucap Jaehyuk tenang.
Asahi sedikit tidak percaya melihat sikap Jaehyuk yang biasa saja membuatnya yakin selama ini dirinya hanya mencintai sebelah tangan saja.
"Ka-kamu juga?" Tanya Junkyu bergetar mengusap air matanya kasar.
Haruto menoleh dengan tatapan asing nya hati Junkyu terasa sakit selama kenal dengan Haruto tidak pernah sekalipun menatap dirinya seperti itu.
"Hmm"
Air mata Junkyu kembali turun membuat Haruto memalingkan wajahnya tidak peduli.
"Tapi Jae hubungan kita-"
"Aghh udahlah jangan bahas itu kita lupain masa masa itu sekarang fokus aja sama masa depan masing masing" potong Jaehyuk kesal dengan Asahi yang keras kepala.
"Dan anggap hubungan kita tidak pernah terjadi" lanjut Haruto menarik Jaehyuk keluar meninggalkan keduanya dengan luka.
"Ck elah lebay banget pake nangis" sarkas Asahi pada Junkyu ketika mendengar mantan mereka sudah menjauh.
"Biar kaya beneran aja kali" ucap Junkyu mengusap wajahnya dari air mata palsu.
Bagaimana mungkin seorang Junkyu bisa menangis hanya karna hal seperti kecil itu dirinya meneteskan air biasa saat Haruto sibuk memperhatikan perdebatan Asahi dan Jaehyuk.
"Lo juga lama banget debatnya, bisa serak suara gue sesenggukan mulu" kesal Junkyu.
Asahi mendelik siapa juga yang ngide untuk berpura pura menangis masih mending dirinya yang memilih debat dulu meski mengahabiskan tenaga dan energi setidaknya Asahi juga bisa melampiaskan emosinya.
"Gue debat sama yang keras kepala juga makanya lama ya an-"
Brakk
Pintu terbuka keras memperlihatkan Yoshi yang mengatur nafasnya seperti sudah berlari jauh.
Dengan cepat Asahi dan Junkyu segera memasang wajah sedih begitupun Junkyu kembali meneteskan air mata palsunya.
"Hahh hahh kalian gapapa kan?" Tanya Yoshi menutup pintu kelas lalu mendekati keduanya.
Tanpa menjawab keduanya berhambur kepelukan Yoshi keduanya saling memeluk erat Junkyu mencubit keras Asahi sampai meneteskan air mata saking sakitnya.
"Udah udah jangan sedih lagi kan ada Yoshi" tenang Yoshi mengelus keduanya sedikit kesusahan juga karena perbedaan ukuran.
"Yosh mereka jahat banget" Gumam Junkyu.
Yoshi mengeratkan pelukannya membuat keduanya tersenyum tipis keenakan.
"Sudah sudah nanti kita balas aja mereka taunya cuma mau nyakitin aja dasar seme gak gentle tuh mereka" dumel Yoshi.
Junkyu terkekeh menatap eskpresi kesal Yoshi dari dekat sangat menggemaskan.
"Kyuu jangan nangis lagi nanti air matanya abis"
"Asa juga jangan jadi cengeng jamet itu emang gak pernah kapok aku suka pukulin" Lanjut Yoshi menatap keduanya bergantian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot and Twoshoot Trsr (SELESAI)
Short StoryJangan salah lapak guyss ini Bl 😭😭 Hampir kaya harem Yoshi yaa 🤧🤧 Happy reading Panggil aku Nae atau Ama aja yaa guyss 🤗🤗 Selamat menikmati tulisankuu 01-01-2025🥇#jinori 01-01-2025🥈#doshi 01-01-2025🥈#jeongnori