Asyik, Sekolah!

1K 110 1
                                    

Jangan lupa vote, ya! 🧚✨👊🏻

Jumpa lagi di chapter selanjutnya 🥰

<======>

Hari senin.

Hari paling ditunggu si kembar Jung. Apalagi kalau bukan karena 'sekolah'.

Tepat hari ini, mereka akan menginjakkan kaki di sekolah TK. Hari pertama mereka akan merasakan sekolah. Tentunya, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu.

Mandi pagi, sarapan, memakai seragam baru, menggendong tas baru, dan mengenakan sepatu baru.

Iya, si kembar sangat bersemangat untuk menanti hari di mana mereka akan disekolahkan.

Sejak lama, mereka merengek untuk sekolah, tetapi ayah Jaehyun baru memperbolehkan sekolah saat usia lima tahun.

Hampir setiap hari, untuk mengurangi rengekan si kembar, ayah terpaksa mengajak si kembar ke kantor dengan dalih sekolah di sana.

Saat sampai di kantor, ayah akan memberikan kertas yang sudah diprint bergambar buah, hewan, dan bangunan untuk si kecil coret-coret dengan pewarna.

Nyatanya, kebohongan itu bertahan sampai tiga minggu. Setelah itu, Jung Jeno sadar bahwa sekolah itu mengenakan seragam dan sepatu.

Aduh, memang tidak bisa berbohong lama-lama dengan si kembar.

Sekarang, si kembar telah rapi dan siap dengan seragam baru berwarna cerah. Kontras dengan wajah bahagia mereka. Semalam, bubu dipusingkan dengan Jeno yang tidak mau tidur karena takut terlambat sekolah jika tidur. Belum lagi Jaemin yang minta disiapkan semua keperluan sekolah, sampai hampir semua mainan dimasukkan ke tas.

"Asyiikk!" riang Jaemin saat dihidangkan kimchi daun bawang.

Jeno membuka wajah seolah ingin mual. "Itu aneh, Na. Mulutmu akan belbau. Nanti ndak ada teman yang mau dekat denganmu, loh!"

Jaemin merengut. Paling tidak terima diledek.

"Ayo, anak-anak. Ayah akan berangkat sebentar lagi." Ayah Jaehyun lebih dulu menyelesaikan makan.

"Sebental, Ayah!"

"Ugh, cepat sekali, sih?"

Begitu kira-kira rengekan si kembar.

Setelah menyelesaikan makan, mereka menghampiri bubu yang tengah menilik isi tas, keperluan suami dan anak-anak.

"Sayang, aku berangkat, ya." Ayah Jaehyun mencium pipi bubu. Melupakan eksistensi si kecil.

Tidak tahukah bahwa hal itu membuat si kecil mencibir?

"Padahal ini masih pagi, huh!"

"Iya, Jeno. Ayahmu itu suka tebal pesona ke bubuku."

"No, itu ayah kamu, Na."

Setelah melihat drama roman picisan orang tuanya, si kembar mendapatkan giliran.

Bubu mencium pipi si kembar bergiliran, lalu memakaikan tas.

"Jadi anak yang pintar dan baik, oke?" pesan bubu. "Abang Nono, jaga adiknya. Dan Nana jangan banyak usil ke teman."

Jaemin mengerucutkan bibir. "No, Bubu. Nana ndak nakal, kok!"

Bubu tersenyum kecil. Mereka digandeng bubu menuju garasi rumah untuk ikut naik ke mobil ayah.

"Bubu, kita belangkat sekulah dulu. Bubay, Bubu. Nana sayang banyak ke Bubu."

"Abang Nono belangkat. Jangan kangen, loh!"

Kunti Bogel ||• NoRenMin (S¹)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang