Sudah menjadikan kewajiban bagi Deryl disaat ada Riang di dekatnya untuk melakukan cuddle time.
Awalnya Riang merasa aneh karena Deryl termasuk kedalam tipe cowok dingin dan pemalu apalagi disaat masa SMA yang menjadi pertemuan kedua mereka, Deryl lebih memilih menjadi the loner (penyendiri) dibandingkan dengan bergabung dengan teman yang lainnya.
Sejujurnya Deryl dan juga Riang merupakan teman pada zaman SD dahulu, dan setelah naik kelas untuk melanjutkan ke jenjang SMP Riang harus pindah kota karena tugas ayah nya yang dipindahkan, lalu saat itu juga mereka bertemu kembali di tingkat SMA dengan Riang yang kembali ke tempat awalnya.
Banyak yang telah terjadi selama tiga tahun tersebut khususnya bagi Deryl. Itu menjadi tahun neraka baginya, setelah ayah nya di jatuhi hukuman penjara seumur hidup karena telah menjadi penyebab kecelakaan beruntun di tol dan menewaskan lebih dari 20 orang, Ibu nya pun kabur dan hanya meninggalkan Deryl dengan kakak laki-laki nya yang bernama Iqbal akibat dari komentar jahat lingkungan sekitar dan hingga kini belum juga di pertemukan.
Namun, pada akhirnya penderitaan Deryl dan kakaknya berbuah manis. Iqbal yang telah menikah dan akan mendapatkan anak pertamanya serta Deryl yang hidup dengan sangat cukup di temani oleh Riang sebagai calon teman hidup nya.
"Deryl sayang, bangun. Udah pagi" Riang mengusap lembut rambut Deryl, tapi itu malah membuat Deryl semakin nyaman dan melanjutkan tidur nya kembali.
"Ryl bangun dong, udah pagi loh ini" Nada bicara Riang mulai tegas tapi berbanding terbalik dengan hal yang sedang dilakukannya. Riang malah ikut berbaring kembali.
"Sayangg" rengem Riang yang hanya dibalas Deryl dengan menggumam.
"Iya sayang, ini aku bangun" suara serak Deryl menggema di kamar yang di dominasi abu tersebut.
"Bangun ya, aku kebawah mau bikin sarapan dulu" Riang menepuk pelan pipi Deryl dan akan beranjak dari kasur namun hal itu tertahan karena tangan Deryl memeluk pinggang Riang.
"Belum di ucapain selamat pagi, belum kiss juga" Deryl semakin merapatkan pelukannya.
"Good Morning sayang ku Mr. Gamadi, buat kiss nya nanti aja kamu belum sikat gigi"
Yang di balas dengan senyuman oleh Deryl, akhirnya pelukan tersebut merenggang dan terlepas sehingga Riang dengan semangatnya meninggal Deryl yang masih di atas kasur.
Setelah semua kegiatan pagi ia lakukan, Deryl oun turun untuk kembali ke area dapur yang dimana Riang sedang membersihkan kabinet setelah menyiapkan sarapan pagi mereka.
"Aku bikin sandwich aja, kulkas kamu udah mulai kosong sekalian nanti pas restock buah buat cafe kita belanja bulanan aja ya"
"Iya, boleh sayang" jawab Deryl.
-
"Aku turun duluan ya, hati-hati di jalannya" ucap Riang di iringi dengan cium pipi kiri Deryl.
"Iya, nanti aku jemput lunch time"

KAMU SEDANG MEMBACA
His Priority ( Deryl-Riang )
RomanceHanya karena sebungkus telur gulung dan sekotak bekal makanan mengarahkan Riang kepada sesosok Deryl dengan segala loyalitas nya sebagai pasangan. trope : friend to lover alur : maju-mundur