Hari ini adalah hari minggu. Matahari sudah membubung tinggi dilangit sejak tadi. Semua orang berada dirumah atau berlibur dengan keluarga nya. Aku pun begitu seperti saat ini aku sedang duduk didepan tv bersama pelita dan ibuku. Sementara Ayah dan mas Bentala sedang berlari pagi distadion manahan. Rumah ku dekat dengan stadion Manahan dan juga sekolah ku.
Acara ditv sedang menayangkan drama. Aku duduk disofa dengan ibuku sementara pelita duduk dibawah.
"Kak Ren cowok yang kemaren nganterin kak Ren. Siapa namanya?." Pelita bertanya kepada ku.
" kenapa?."
"Kakak nya ganteng." Pelita tersenyum tak jelas. Hingga aku bergidik ngeri.
"Udah punya pacar dia. Ga usah gatel ke cowok orang." Ucap ku yang sepenuh nya bohong. Saat pelita mengatakan itu aku merasa diriku tak terima ketika pelita mengatakan zein ganteng.
"Yee. Pacar kak Ren ya."
"Iya." Ucap ku tanpa sadar.
"Tuh kan bener kak Ren udah pacaran."
"Eh. Enggak tadi aku ga sadar."
"Alah bilang aja kak Ren suka sama dia."
"Enggak yaa."
"Tuh bu liat kak Ren udah punya pacar."
"Enggak bu."
"Sudah sudah kalian itu kalau deket pasti berantem giliran salah satu pergi di cariin." Ibuku menatap jengah pada aku dan pelita.
"Maaf bu." Ucap kita bersama.
"Sudah ibu mau masak dulu bentar lagi mau jam makan siang."
"Oh ya kak udah nyuci sepatu belum?." Lanjut ibuku.
"Udah bu tadi."
Setelah mengatakan itu tadi ibu langsung menuju kedapur untuk masak. Sementara aku dan pelita melihat tv.
Tak lama ayah dan Mas datang dengan baju yang sudah basah dengan keringat.
"Ibu mana?." Tanya ayahku.
"Lagi didapur." Ucap pelita tanpa menoleh ke ayah.
Tanpa berlama lama ayah langsung menuju kedapur dan pelita naik ke atas meninggalkan aku dan Mas bentala.
Kami saling diam. Hingga mas bentala bersuara yang membuat ku tegang.
"Kemaren kamu dianterin dia kan." Aku tak mengerti darimana mas Bentala tahu.
"Jawab Renjana." Ujar mas Bentala dengan nada tegas.
"I-iya." Jawabku pelan dengan kepala menunduk.
"Kan mas udah bilang jangan dekati dia. Tapi kenapa kamu melanggarnya."
"Emang kenapa harus jauhi dia. Dia anak baik lantas mengapa aku tak boleh dekat dengan dia."
"Kamu tak akan mengerti Renjana. Untuk sekarang mas mohon turuti perkataan mas."
"Makanya aku tanya sama mas. Apa dia virus yang harus dijauhi?. Mas kenapa sih, jangan berprasangka buruk sama dia. Bahkan mas sendiri yang menyuruh ku untuk berteman dengan siapapun tapi kenapa giliran aku berteman dengan dia mas malah melarang ku." Aku meluapkan amarah ku didepan mas Bentala dan setelah meluapkan amarah aku pergi ke kamar.
Terima kasih banyak sudah membaca
Jangan lupa vote dan komen
Makasih banyak

KAMU SEDANG MEMBACA
Belenggu Kasih Dikota Bengawan
Teen Fiction"sebenarnya kamu siapa zein" renjana yang penasaran dengan kehidupan kakak kelasnya yang diasingkan semua murid disekolah. bagaimana kelanjutannya.... langsung aja membaca Terispirasi dari kisah nyata. Tapi ada yang ku buat non fiktif. Asli dari ot...