Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keramaian di kantin sudahlah menjadi hal yang biasa di Calestial, kalau kantin ramai, berarti ada anak anak Allstars, atau kegaduhan yang terjadi.
Dan hari ini kantin juga sedang heboh karena datangnya anak anak Allstars ke kantin. Para gadis sangat heboh berteriak-teriak.
"KAK LORENZO GANTENG BANGETT"
"KAK JUANN MUNDUR DIKIT BISA? GANTENGNYA KELEWATANN"
"KAK HARSA GAUSAH SENYUM DEH, TAR AKU MELEYOT LIAT SENYUMANNYA"
"DAVIINNNNN!!"
"ORION AAAAA!!"
Begitulah kira kira teriakan para gadis di Calestial. Berbeda dengan Cathrina, Natalia, dan Ayrin yang sangat sudah dekat dengan mereka. Cathrina, Natalia, dan Ayrin hanya menutup telinga malas, dan segera menghabiskan makanannya.
•••
Cathrina sedang mengerjakan tugasnya di kelas, tetapi ia masih kurang paham. Ia melihat sekitarnya, Natalia dan Ayrin sedang keluar membeli jajan. Ia melihat salah satu murid laki laki yang cukup pintar dikelasnya, cathrina pikir, ia harus bertanya kepadanya sekarang juga.
"yan, soal nomor 17 gimana ya? gue kurang paham soalnya, bisa minta tolong buat jelasin ga?" mohon cathrina.
"ooh, iya boleh. Itu gampang kok sebenarnya, jadi kamu tinggal tambahin yang ini terus dijadiin pecahan, abis itu dikurangi sama yang ini nah itu deh jawabannya." jelas favian.
"oke makasih ya, yan"
Dua gadis berlari larian ke dalam kelas dengan nafas yang deru dan suara tertawa mereka yang kencang, itu adalah Natalia dan Ayrin, mereka sedang kejar kejaran.
"AHAAAAA UDAHH NATTT HAHAHAHAAA"
"SETAN BANGET YA LU TAI"
Ayrin lari ke arah cathrina, ia memeluk cathrina dari belakang "aaaaa tolonginn" cathrina menghiraukan mereka. Tetapi ia penasaran "kenapa?" tanya cathrina.
"si Ayrin teriak yang enggak enggak anying! dia bilang gini 'weee yang dikantin tutup mata, nata sama kak Juan mau ciuman" kan gue malu taii!" jelas nata sambil menjewer telinga Ayrin.
Bell masuk sudah berbunyi, para siswa siswi di Calestial berbondong-bondong masuk ke kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Lorenzo dan teman temannya, mereka sedang berjalan menuju kelas.
"bos, lo beneran udah jadian sama cewek bening kemaren itu? anjir! pake pelet ya lu bos?!" Orion masih tak percaya, bagaimana bisa sekali nya bertemu langsung jadian?