Rapat Perdana?

803 109 2
                                    

Warning

⚠️ Norenmin area
⚠️ NCT ship
⚠️ BxB
⚠️ Just imajinasi author

√ Kalau suka jangan lupa tinggalkan vote, komen, dan follow author
√ Kalau nggak suka, silakan pergi
√ Bahasa gado-gado (baku dan non baku)
√ Dilarang hate komen tanpa sebab dan alasan
√ Sabar menunggu update

WOW!! BANYAK JUGA YANG JADI PEMBACA SIDER??

HALLO, SIDERS😌

ᕦ。⁠.゚⁠+⁠ ๑⁠´⁠•⁠.̫。⁠*゚☆.⁠*⁠・⁠。♡⑅༚⁠෴˖✿⊰⁠⊹

Setelah dua minggu sekolah, dengan peristiwa yang telah terjadi dan berlalu untuk anak-anak, hari ini akan diadakan rapat.

Bubu dan mama yang mendapat panggilan dari guru pun akan menghadiri acaranya. Awalannya, Bubu agak kebingungan karena undangan disampaikan secara individu melalui pesan teks, bukan melalui grup khusus wali murid. Sebab, biasanya pengumuman dibagikan di sana.

Namun, karena sore lalu mama Winwin berbicara melalui telpon dengan bubu, membuatnya sedikit lega. Pikirnya, mungkin memang diinformasikan secara mandiri.

Bubu telah siap dengan setelan baju rapinya, ikut makan bersama di meja makan dengan tenang. Biasanya akan mondar-mandir karena anak bungsu ーbayiーrewel di pagi hari.

Beruntung ayah Jaehyun telah menemukan asisten rumah tangga sekaligus penjaga bayi dua hari lalu. Memudahkan bubu untuk lebih leluasa mengerjakan pekerjaan lainnya, tetapi belum berani meninggalkan bekerja.

Si kembar dengan anteng menikmati sarapan nasi uduknya. Mereka sudah pandai makan dengan rapi dan bersih.

"Hwali inwi bwu gwuluwー"

"Jaemin, ditelan dulu makanannya, sayang ...." kata bubu.

Si kecil segera mengunyah makanan. "Maaf, Bubu. Hali ini disuluh bu gulu bungkus makan ... ugh, lupa namanya!"

"... bikal!" sahut Jeno.

Jaemin menggeleng. "No, bakal!"

Bubu dan ayah saling pandang, mencerna apa yang dimaksud si kembar. Tidak lama bubu tertawa terbahak melihat pertengkaran mereka yang masih ngotot perihal nama, meskipun keduanya sama-sama salah menyebutkan.

"Namanya bekal, sayang."

"Inyaw, iwtuww!" jawab Jaemin yang mulutmu penuh makanan.

Sedangkan Jeno cemberut sambil mengunyah perkedel kesukaannya.

Ayah menggelengkan kepala. "Masak, sih? Kok tidak ada pengumuman dari guru?" Ini benar, tidak ada informasi dari guru.

"Syut! Ayah ndak usah beltanya. Soalnya ini ulusan belsama bubu." Jeno yang selesai meneguk minum menjawab.

Bubu terkekeh dengan pemikiran sang anak. Dia tahu, itu hanya akal-akalan mereka biar bisa makan berbagai jenis sosis.

"Abang Nono dan kakak Nana ingin sosis, kan? Kalau ingin itu bilang ke bubu, tidak boleh berbohong seperti itu, ya?"

Si kembar mengangguk.

Setelah beberapa saat, mereka telah siap untuk berangkat ke sekolah, kecuali ayah yang akan ke kantor.

*°*°*°

Mobil telah berhenti di depan pintu masuk gedung sekolah. Bubu dan si kembar turun dari mobil setelah mengucapkan perpisahan dengan ayah.

Kunti Bogel ||• NoRenMin (S¹)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang