Kotak misterius

31 2 0
                                    


Revernay, sebuah desa kecil dengan pemandangan yang memanjakan mata. Desa tempat seorang remaja tumbuh berkembang.

Yunah noh, seorang gadis yang ceria tinggal dengan kedua orang tuanya di Revernay. Meskipun hidup sederhana, yuna tumbuh menjadi gadis yang ceria. Namun kejadian malam itu memang mengubah 180 derajat kehidupan yunah. Kecelakaan beruntun di jalan evermord yang memakan banyak korban dan sekarang ia tinggal seorang diri dengan anjing kesayangannya, trit.

Tahun silih berganti, malam ini juga terlihat yunah yang kembali setelah menjadi budak korperat seharian. Ia pulang dan tak mendengar suara kecil pun yang dikeluarkan trit. Anjing itu memang sudah tua, mungkin lebih tua dari lemari pakaian peninggalan orang tuanya. Malam buruk dari yang terburuk pikir yunah sambil terduduk didepan trit yang tergeletak, tidur pikirnya."Trit,ayo makan cemilan manis kesukaanmu'' yunah berkata sambil mengguncangkan tubuh anjingnya, kali ini tak ada respon.

......Masih hening yang terdengar serta suara jangkrik sebagai latar belakang suara terus menerus. Sesuatu jatuh membasahi lantai , kehilangan memang menjadi suatu hal yang biasa bagi yunah setelah malam itu. Ia bangkit dibawanya tubuh munyil trit dan dikuburkan selayaknya dihalaman belakang.

Diletakkannya jasnya di gantungan balik pintu, duduk didepan sofa ruang tamu yuna melamun tanpa tujuan. Seolah sedang marah, perut yunah berbunyi. Mendengarkan panggilan sang perut yunah mengambil sedikit cookies berharap perutnya bisa diam.Malam terus berlanjut, disebut daydreaming juga yunah tak yakin karena bulan sudah memunculkan jati dirinya. Termenung tanpa arah memang hal menyenangkan pikirnya.

Ketika kejadian aneh terjadi, sebuah tunnel atau lebih mirip pipa kecil muncul. Yunah berpikir sekarang apa dirinya sudah gila

"lubang apa itu? Sungguh kecil''.

Diangkatnya tangannya mengepal, entah apa yang terjadinya dirinya malah tertawa.

"sebesar kepalan tangan hahaha, aku memang butuh dokter sekarang''

katanya pada dirinya. Dengan rasa penasaran menghantui, yunah berjalan mendekati lubang itu di intipnya sekilas. Hal pertama yang dilihatnya adalah apel,

"Apa bibi lila sedang memanen apel?''

Pikirnya sambil memundurkan wajahnya dari lubang itu. Ia kembali memajukan wajahnya hal kedua yang dilihatnya adalah angka 2, yunah pikir lelucon apalagi yang dilakukan bibi lila. Untuk ketiga kalinya ia melihat kedalam tunnel, kali ini rasanya sesuatu yang aneh terjadi. Kakinya, IA MELIHAT KAKINYA SENDIRI. Memang benar kejadian supranatural kian terjadi, kali ini ia melihat kakinya sendiri selanjutnya tubuhnya hingga ia melihat darah. Tubuhnya yang tergeletak dengan danau darah disekitarnya, sekarang mungkin ia akan melihat malaikat maut. Atau pria yang menggenggam pisau didepan matanya malaikat maut. Matanya terasa berat mengantuk seakan kelopak matanya menopang satu dunia,

"TUNGGU'' Teriak yunah.

Tapi ia tak mendengar satupun suara dari tenggorokannya. Hal terakhir yang dilihatnya adalah pria itu tersenyum lebar, mengangkat kepalanya dan memasukkannya kedalam sebuah peti cukup usang dan bertuliskan RASIA. Nama yang cukup membingungkan untuk dibaca terakhir kalinya.


DON'T forget to VOTE guys🫶

MYTRA TREE (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang