Caramela • Part 11

128 39 4
                                    

halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!

⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIR

happy reading!
•••

Suasana di meja makan begitu hening, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang sesekali terdengar di antara mereka berdua.

Caramela duduk di meja makan yang luas, hanya berdua dengan Elvio yang entah kenapa terus menatapnya sejak tadi.

Elvio duduk di seberangnya, mengenakan kemeja putih polos berlengan panjang yang lengannya digulung hingga siku.

Cahaya lampu gantung di atas meja makan menerangi wajahnya dengan sempurna, menyoroti tatapan tajam yang sejak awal tak lepas dari Caramela.

Gadis itu berusaha mengabaikannya. Dia menunduk, fokus pada potongan steak di piringnya, tetapi tetap saja tidak bisa menikmati makanannya dengan tenang. Tatapan itu terlalu intens, terlalu lekat, dan terlalu lama.

Beberapa kali Caramela melirik ke arah Elvio, berharap pria itu sadar dan mengalihkan pandangannya. Namun, itu tidak terjadi.

Akhirnya, dia meletakkan garpu dan pisau dengan sedikit suara, menatap Elvio langsung dengan ekspresi serius.

"Om, kenapa liat aku terus?" tanyanya, mencoba terdengar biasa saja meskipun dalam hatinya ada kegelisahan yang sulit dijelaskan.

Elvio tidak langsung menjawab. Dia hanya menaikkan alisnya sedikit, lalu menaruh sendok di piringnya dengan tenang.

Setelah beberapa detik yang terasa begitu lama, pria itu akhirnya membuka suara.

"Karena Om lagi mastiin sesuatu,"

Kening Caramela berkerut. "Mastiin apa?"

Elvio menyandarkan tubuhnya ke kursi, melipat tangannya di depan dada. Tatapannya tetap pada Caramela, seolah sedang meneliti setiap ekspresi yang muncul di wajah gadis itu.

"Rahasia,"

Caramela mengerjap. "Apa?"

Elvio tidak mengulangi jawabannya, hanya menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Caramela menghela napas panjang, merasa kesal. Dia sudah cukup risih dengan tatapan itu, dan sekarang pria itu bahkan tidak mau memberinya jawaban yang jelas.

Tanpa ingin memperpanjang percakapan, Caramela buru-buru kembali ke makanannya. Dia menyuapkan potongan steak ke mulutnya, mengunyah dengan cepat, berusaha menghabiskan semuanya secepat mungkin.

Namun, perutnya terasa tidak nyaman. Sejak tadi, rasa mual terus menyerangnya. Bahkan bau makanan yang biasanya menggugah selera kini justru membuatnya semakin ingin muntah.

Tapi dia menahannya.

Dia tidak ingin Elvio curiga.

Caramela menggenggam sendok dan garpu lebih erat, mencoba mengatur napas. Setiap suapan terasa seperti perjuangan, tetapi dia terus memaksakan diri.

Saat akhirnya piringnya kosong, Caramela meletakkan peralatan makannya dan meneguk air putih dengan cepat. Lalu, tanpa menunggu lebih lama, dia bangkit dari kursi.

"Aku udah selesai makannya, Om. Mau langsung ke kamar ya, banyak tugas." ucapnya cepat sebelum berbalik menuju dapur, berusaha menjaga ekspresinya tetap netral.

•••
don't forget to vote n comment ‼️

Caramela (SELESAI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang