halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!
⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIRhappy reading!
•••Matahari bersinar terik, menembus kaca jendela rumah dengan cahaya hangat.
Caramela menuruni anak tangga dengan langkah hati-hati, pikirannya sedikit melayang karena ini pertama kalinya ia akan ke dokter kandungan.
Namun, saat ia hampir mencapai lantai bawah, langkahnya terhenti.
Di sana, berdiri Elvio dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Tatapannya tajam, seperti sedang mengamati sesuatu yang tidak ia pahami sepenuhnya.
"Mau pergi ke mana?" tanyanya singkat, suaranya datar tetapi cukup jelas untuk membuat Caramela mendongak menatapnya.
Caramela tidak ingin menjelaskan panjang lebar, jadi ia hanya menjawab, "Mau pergi sama Laura."
Seolah tepat waktu, suara klakson mobil Laura terdengar dari luar rumah. Caramela tidak membuang waktu, ia langsung berjalan melewati Elvio tanpa menoleh sedikit pun.
Di belakangnya, Elvio hanya berdiri diam, menatap punggung Caramela yang semakin menjauh.
Ekspresinya sulit ditebak, seolah ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi ia memilih untuk tetap diam dan membiarkan Caramela pergi.
Caramela membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam tanpa menoleh ke belakang. Begitu ia duduk, Laura menatapnya sekilas sebelum menjalankan mobil.
"Lo kenapa?" tanya Laura sambil tetap fokus pada jalan.
Caramela menghela napas, menyandarkan kepalanya ke jok. "Gak kenapa-kenapa."
"Oh ya. Pak Afkar itu Om Elvio kan?" tanya Laura, lagi.
"Hm,"
"Kok bisa dia tiba-tiba jadi guru di sekolah kita? Lo gak takut kalau Om Elvio bakal tau soal rahasia lo?"
Caramela dan Laura sudah berteman sejak kecil karena orangtua mereka berteman baik. Jadi, Laura tau Elvio. Tapi Laura tidak tau kalau Elvio tinggal di rumah Caramela.
"Gue juga gak tau maksud Om Elvio tiba-tiba jadi guru di sekolah kita. Kalau ditanya takut atau gak, ya jelas takut, Lau,"
Tak terasa, mereka akhirnya sampai di rumah sakit. Lalu Laura memarkir mobilnya di area parkir rumah sakit.
"Kita udah sampe," kata Laura pelan.
Caramela mengangguk. Tapi sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah sakit, Laura merogoh tasnya dan mengeluarkan dua masker medis. Ia menyerahkan satu kepada Caramela.
"Pake ini. Biar gak ada yang kenal sama kita, terutama sama lo," ucap Laura sambil memasang maskernya sendiri.
Caramela menerima masker itu dan langsung memakainya tanpa banyak bicara.
Setelah memastikan semuanya aman, mereka langsung berjalan menuju ruangan dokter Maya, kenalan Laura.
Beruntung, karena sudah membuat janji sebelumnya, mereka tidak perlu melewati bagian pendaftaran atau menunggu terlalu lama di ruang tunggu.
Laura mengetuk pintu ruangan dokter, dan tak lama kemudian, seorang perawat membukakan pintu dan mempersilakan mereka masuk.
Begitu masuk, Caramela merasa sedikit lebih tenang melihat ruangan yang nyaman dengan warna pastel lembut.
Di balik meja, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah menatap mereka.
"Laura! Lama gak ketemu," sapa dokter Mayang dengan hangat.
Laura tersenyum di balik maskernya. "Iya, Tante Mayang - eh dokter Mayang. Maaf baru main ke sini. Ini Caramela, sahabatku yang aku ceritain."
Dokter Mayang mengalihkan pandangannya ke Caramela dan mengangguk lembut. "Halo, Caramela. Jangan khawatir, kamu ada di tempat yang aman di sini."
Caramela menelan ludah dan mengangguk pelan. Meski gugup, ia merasa sedikit lebih nyaman dengan sambutan dokter Mayang.
"Baiklah, Caramela, kamu sudah siap?" tanya dokter Mayang dengan nada lembut.
Caramela menarik napas dalam sebelum menjawab, "S-siap Dok."
•••
don't forget to vote n comment ‼️

KAMU SEDANG MEMBACA
Caramela (SELESAI)
RandomCaramela Start : 1/1/25 Finish : 18/2/25 ••• Deskripsi : Caramela selalu percaya bahwa hidupnya akan semanis namanya. Namun, dalam satu malam, segalanya hancur. Ia dipaksa menanggung luka yang tak terlihat, meninggalkan bekas yang tak akan pernah h...