Caramela • Part 15

148 39 0
                                    

halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!

⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIR

happy reading!
•••

Caramela menggenggam erat hasil USG di tangannya, menatap lembaran hitam-putih yang menampilkan dua kantung janin di dalam rahimnya.

Jantungnya masih berdebar, pikirannya melayang ke beberapa menit yang lalu, saat dokter Mayang memberitahunya kabar yang membuatnya terkejut sekaligus bingung.

Flashback On.

Caramela duduk di kursi pemeriksaan, jari-jarinya saling bertaut di pangkuannya. Dan Laura duduk di sampingnya, memberikan dukungan penuh.

Dokter Mayang tersenyum lembut setelah selesai melakukan pemeriksaan USG. "Caramela, dari hasil pemeriksaan, kamu memang sedang mengandung dan usia kandungannya lima minggu. Tapi ada satu hal lagi..."

Caramela menahan napas, jari-jarinya sedikit gemetar. "Apa, Dok?"

Dokter Mayang menatapnya dengan penuh pengertian. "Kamu hamil bayi kembar."

Caramela membelalakkan mata, sementara Laura di sampingnya langsung menoleh dengan ekspresi terkejut.

"Kembar? Ada dia bayi?" suara Caramela terdengar nyaris berbisik.

Dokter Mayang mengangguk. "Iya. Itu sebabnya perut kamu sedikit lebih besar dari usia kehamilan lima minggu pada umumnya. Kedua janinnya terlihat sehat sejauh ini."

Caramela menatap layar USG yang menunjukkan dua kantung kehamilan. Ada dua nyawa di dalam dirinya. Bukan hanya satu, tapi dua.

Ia merasakan dadanya sesak, bukan karena tidak bahagia, tapi lebih kepada kenyataan bahwa semuanya terasa semakin nyata. Ia benar-benar akan menjadi seorang ibu.

Flashback Off.

Caramela masih terpaku pada hasil USG di tangannya. Laura menatapnya dengan lembut, lalu menggenggam tangannya pelan.

"Lo gak sendirian, Mel," bisik Laura.

Caramela mengangkat kepalanya, menatap sahabatnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguatkan dirinya.

"Apa gue bisa Lau?" gumamnya pelan.

Laura mengangguk. "Gue yakin lo bisa Mel,"

Di dalam hatinya, Caramela tahu, jalan ke depan tidak akan mudah. Tapi satu hal yang pasti - ia akan berjuang untuk kedua nyawa kecil yang kini tumbuh di dalam dirinya.

Saat perjalanan pulang, Laura melirik Caramela yang sejak tadi hanya menatap keluar jendela dengan pandangan kosong.

"Lo mau mampir ke suatu tempat dulu?" tanya Laura, mencoba mencairkan suasana.

Caramela menggeleng pelan. "Gak, Lau. Gue mau langsung pulang aja."

Laura mengangguk dan tidak memaksa. Ia paham, Caramela pasti butuh waktu untuk mencerna semua yang terjadi hari ini.

Begitu sampai di depan rumah Caramela, Laura menghentikan mobilnya dan menoleh ke sahabatnya.

"Kapan Om Williams dan Tante Liliana pulang?" tanyanya hati-hati.

Caramela terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan. "Gue gak tau. Mereka gak ngabarin apa-apa. Sejak Om Elvio ada di sini, mereka jadi jarang ngehubungin gue."

Laura mengernyit. "Aneh. Jangan-jangan, Om Elvio ke sini karena buat ngawasin lo?"

•••
don't forget to vote n comment ‼️

Caramela (SELESAI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang