Caramela • Part 19

126 38 3
                                    

halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!

⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIR

happy reading!
•••

Di ruang tengah rumah Laura, Caramela, Laura, Laras, Sherly, dan Vinia - duduk melingkar di atas karpet dengan buku dan laptop terbuka di hadapan mereka.

Awalnya, mereka berniat serius mengerjakan tugas, tapi suasana malah berubah menjadi sesi gosip tanpa rencana."Eh, kita mulai dari mana dulu, nih?" tanya Caramela sambil membuka catatannya.

Laura yang mengetik di laptop mengangkat bahu. "Kayaknya kita bisa mulai dari bab tiga dulu, biar gampang."

Baru saja mereka hendak fokus, Sherly tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke tengah lingkaran. "Tapi sebelum itu... kalian udah dengar gosip terbaru tentang Nathan?"

Laras yang awalnya membaca langsung menaruh bukunya. "Kenapa? Jangan bilang dia buat heboh lagi?"

Sherly mengangguk dengan ekspresi penuh arti. "Iya. Dia ketauan jalan sama cewek lain pas dia masih pacaran sama Friska!"

"Astaga! Nathan emang gak pernah berubah!" seru Vinia, meletakkan camilannya ke meja.

Caramela menghela napas. "Padahal kemarin Friska pamer hadiah anniversary dari Nathan di Instagram."

Laura terkekeh. "Makanya, jangan gampang percaya sama cowok. Liat tuh Nathan, di depan manis, di belakang nyari yang lain."

Mereka pun semakin asyik membahas Nathan dan kisah cintanya yang penuh drama. Sampai tugas yang seharusnya mereka kerjakan malah terbengkalai.

Laras yang akhirnya sadar langsung menepuk meja. "Oke, cukup! Kita di sini buat kerja kelompok, bukan untuk ngegosip!"

Sherly mengangkat tangan. "Oke, oke. Tapi nanti kita bahas lagi ya setelah tugasnya selesai!"

Semua tertawa, lalu akhirnya mencoba fokus kembali. Walaupun, mereka tahu, sebentar lagi pasti ada topik gosip lain yang muncul.

Setelah hampir dua jam, Caramela, Laura, Laras, Sherly, dan Vinia akhirnya menyelesaikan tugas mereka.

Sebuah kelegaan menyelimuti mereka, seakan beban berat di pundak telah terangkat.

"Hah, akhirnya selesai juga!" seru Vinia sambil meregangkan tubuhnya.

"Kita hebat sih," tambah Laras bangga, menutup buku catatannya.

Tanpa membuang waktu, mereka kembali ke kebiasaan lama - bergosip.

Kali ini, topik mereka adalah seorang adik kelas yang dikenal sebagai pick me girl, yang selalu mencari perhatian dengan cara berlebihan.

"Serius deh, dia itu tiap hari kayak butuh validasi dari semua orang, terutama cowok!" Vinia menimpali, diiringi tawa kecil dari yang lain.

Namun, di tengah riuhnya percakapan mereka, pintu depan terbuka. Gisella, kakak perempuan Laura, baru saja pulang. Tidak sendirian. Ia masuk bersama seorang laki-laki.

Mereka semua sekilas melirik, tapi tak terlalu peduli. Bergosip soal adik kelas terasa jauh lebih menarik.

Tapi tidak bagi Caramela.

Begitu aroma parfum laki-laki itu menyusup ke indra penciumannya, tubuhnya langsung menegang.
Dada Caramela berdegup kencang, dan keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

Wangi parfumnya… terlalu familiar. Ingatannya langsung melayang ke malam mengerikan itu.

Dengan refleks, ia menoleh. Namun, Gisella dan laki-laki itu sudah menghilang ke dalam rumah. Entah ke mana.

Jantung Caramela semakin berpacu. Tangannya mengepal di atas pangkuannya, berusaha menahan gemetar yang mulai merayap.

"Loh, Mel?" suara Sherly memecah lamunannya.

Caramela mengangkat wajah, berusaha menyembunyikan ketakutannya.

Sherly menatapnya penuh rasa ingin tahu, lalu dengan nada menggoda bertanya, "Gimana kemarin pulang bareng Angkasa? Ada sesuatu yang menarik, gak?"

Seketika, semua perhatian tertuju padanya. Ia berusaha menenangkan napasnya, memaksa bibirnya melengkung dalam senyum tipis.

"Gue gak jadi pulang bareng Angkasa. Jadi gue turun di halte, karena ada urusan lain."

Padahal, kenyataannya… ia tidak kuat menahan rasa takutnya - berdekatan dengan laki-laki.

•••
don't forget to vote n comment ‼️

Caramela (SELESAI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang