𝐂𝐇𝐀𝐏𝐓𝐄𝐑 𝟕

200 16 0
                                    



Kini sudah berganti hari, terlihat sori bersiap siap untuk berangkat ke kampus. Setelah siap sori langsung berjalan menuju dapur untuk sarapan. Di sana terlihat sedang berkumpul menikmati sarapan mereka.

"Pagi.. " ucap sori menuju dapur sambil berlari kecil.

"Jangan lari lari sor"

"Iya pi"

Sori pun duduk di kursi makan dan mulai melahap sarapan yang sudah di sediakan.

"Emm sor.. " ucap eirin agak gugup

"Hm.. Kenapa kak"

"Jadi di kampus udah buat jadwal latihan kekuatan"

"Hah!? "

Sori yang mendengar itu kaget yang bercampur aduk dengan kuatir. Karena selama ini dia belum pernah di ijin kan untuk melatih kekuatan nya. Apalagi memang keluarga dari ibunya tidak pernah memperbolehkan sori menggunakan kekuatan nya seperti pesan ibunya.

"Gak usah hawatir sor.. Nanti aku ajarin"

"Tapi nak.. Kamu kan tau pesan th-

" iya aku tau pa... Tapi aku gak mau sori jadi bahan ejekan nanti di sekolah"

"Emang kapan latihannya kak? "

"Sebenarnya sekarang.. Tapi sekarang masih mencari tau level kekuatan kita"

Perkataan itu membuat sori semakin panik tapi juga lega karena tidak langsung menunjukkan kekuatan. Kini mereka sudah selesai sarapan. Charel pun pergi mengantar anak anak sekalian pergi ke kantornya.

Di sekolah sori hanya terdiam sambil memegang tangan Eirin. Ia tau bahwa sori sedang kuatir dengan latihan yang di adakan oleh kampus.

Jam kini sudah menunjukan bahwa siswa/wi harus memasuki aula untuk pengecekan lvl. Didepan/ di panggung aula tidak hanya ada guru. Di sana juga terlihat Supra, Eirin dan satu orang lagi.

Kenapa mereka di depan? Karena mereka menjadi panitianya. Bisa di bilang pekerjaan mereka hampir mirip sama OSIS lah :v

Kini nma mereka di panggil satu satu kedepan, yang di awali dengan panitia. Hingga pada akhirnya sori yang di panggil.

"Sori Ryanen Khiquabar"

"HAH!?"

Supra, frost, glacier, gentar dan sopan seketika syok mendengar nama sori yang terganti. Mereka yang di tatap oleh orang orang lain pun diam dan tidak berbicara. Supra yang awalnya ingin memberi tau nama sori, seketika di tahan oleh Eirin sambil menatapnya tajam.

Supra yang melihat itu, menjadi merinding dan kembali tenang walau pikirannya engga. Sori pun bangkit dari duduknya dan jalan ke depan panggung.

Saat sampai di depan guru yang akan mengeceknya guru itu pun meraih tangan sori dan kemudian menutup matanya. Saat guru tersebut menurunkan kembali tangan sori ia menjadi syok seketika.

Sori yang melihat itu hanya diam dan kembali ke tempatnya. Setelah memeriksa seketika mading sudah dipenuhi dengan nama dan hasil lvl.

"Sor li dah liat punya gw gak? "

"Blm gen"

"Hadeh...

" eh.. Ini gen di paling bawah ini"

"Mana!? "

"Ini

" weh.. Aku dapat 85 cok"

"Dapet A lagi"

"Ternyata Aku kuat ya"

"Hm_-

Ya sori dan gentar sedang mencari nama nama yang ada di grup buatan gentar. Semua nama telah di temukan kecuali sori.

𝘼𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙆𝙪 𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥...?  [𝙃𝙞𝙖𝙩𝙪𝙨]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang